Lanjutkan Bisnis Keluarga! Mikael Tata Bocorkan Rencana Besar Usai Gantung Sepatu

Hartono Hamid
5 Min Read

Perjalanan Mikael Tata: Dari Lapangan Sepak Bola ke Dunia Pendidikan



Mikael Alfredo Tata, bek muda Persebaya Surabaya, telah memulai perjalanan baru dalam hidupnya. Di tengah kesibukannya sebagai pemain sepak bola, ia mulai menata masa depan dengan mengambil langkah penting sebagai mahasiswa di salah satu universitas swasta di Surabaya.

Sebagai pemain kelahiran Papua, Mikael membuktikan bahwa mimpi tidak harus berhenti di satu titik. Ia resmi terdaftar dalam Program Studi Manajemen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Keputusan ini lahir dari kesadaran panjang tentang pentingnya menyiapkan masa depan sejak dini.

Bagi Mikael, sepak bola adalah gairah yang membesarkan namanya hingga mencapai level tim nasional. Namun pendidikan menjadi pondasi yang ingin dia kokohkan untuk kehidupan setelah pensiun nanti. Ia paham bahwa usia produktif pesepak bola memiliki batas yang tak bisa ditawar. Sementara ilmu dan keterampilan manajerial bisa menjadi bekal seumur hidup, bahkan saat sorak sorai stadion tak lagi menyertainya.

“Kebetulan orang tua di Papua juga memiliki usaha, jadi saya tertarik mendalami ilmu bisnis,” ujar Mikael. Kalimat itu menjadi penegas arah masa depannya yang tak hanya berputar di lapangan hijau.

Jurusan Manajemen dipilih karena dinilai paling relevan dengan rencana jangka panjangnya. Ia ingin memahami cara mengelola usaha secara profesional mulai dari perencanaan, pengelolaan keuangan, strategi pemasaran, hingga membangun jaringan bisnis. Mikael tak ingin sekadar meneruskan usaha keluarga tanpa bekal ilmu yang memadai. Dia ingin hadir sebagai pelaku usaha yang paham sistem, strategi, dan tata kelola modern.

Baginya, sepak bola dan pendidikan bukan dua jalur yang saling berbenturan. Keduanya justru bisa berjalan beriringan selama ada komitmen dan manajemen waktu yang disiplin. Mikael mengaku tak terlalu khawatir membagi fokus antara latihan, pertandingan, dan kuliah. Kampus yang dipilihnya memiliki sistem fleksibel yang mendukung mahasiswa dengan karier profesional.

“Saya memang punya minat tinggi untuk pendidikan. Tapi saya juga butuh kampus dengan sistem yang fleksibel karena jadwal latihan dan pertandingan cukup padat,” tuturnya. Lingkungan juga memberi pengaruh besar terhadap keputusannya melanjutkan pendidikan. Ia mengikuti jejak Malik Risaldi dan Koko Ari yang lebih dulu berkuliah di kampus yang sama.

Keberadaan rekan setim membuatnya merasa tak sendirian dalam menjalani peran ganda sebagai atlet dan mahasiswa. Dukungan tersebut menambah keyakinannya untuk konsisten menempuh pendidikan.

Di atas lapangan, kontribusi pemain 21 tahun itu juga terus berkembang musim ini. Ia mencatatkan delapan penampilan bersama Persebaya Surabaya, dua di antaranya sebagai starter. Total 282 menit bermain menjadi bukti pelatih mulai memberi ruang lebih besar kepadanya. Kepercayaan itu dibalas dengan kerja keras dan kedisiplinan di setiap laga.

Secara statistik, Mikael membukukan akurasi umpan 75 persen dari 86 percobaan umpan dengan 64 di antaranya sukses. Ia juga mencatat satu umpan kunci dan tiga dribel yang membantu variasi serangan tim. Dalam aspek bertahan, kontribusinya cukup terasa meski menit bermain belum terlalu banyak.

Ia menorehkan tujuh tekel dengan tiga di antaranya sukses, delapan intersep, sepuluh sapuan, satu blok tembakan, serta enam pemulihan bola. Catatan tersebut menunjukkan perannya sebagai bek yang aktif membaca permainan. Meski sempat menerima dua kartu kuning dan satu kartu merah, proses pendewasaan terus berjalan seiring pengalaman bertanding.

Tata juga mencatat lima pelanggaran dan sekali dilanggar sepanjang musim Super League 2025/2026. Detail statistik itu menggambarkan gaya mainnya yang agresif namun tetap berusaha disiplin. Tak hanya bersinar di level klub, Tata sempat menjadi bagian dari Timnas Indonesia di Piala AFF 2024. Ia juga memperkuat Timnas U-23 dalam perjalanan menuju kualifikasi Piala Asia.

Pengalaman internasional tersebut memperkaya jam terbang dan mental bertandingnya. Hal itu menjadi modal penting untuk terus berkembang bersama Persebaya Surabaya.

Di usia yang masih sangat muda, Tata sudah memikirkan kehidupan setelah gantung sepatu. Ia ingin memastikan transisi dari pesepak bola ke pengusaha berjalan mulus tanpa kebingungan arah. Rencana meneruskan bisnis orang tua di Papua menjadi motivasi tambahan setiap kali ia menjalani perkuliahan. Setiap materi tentang manajemen, keuangan, hingga pemasaran terasa relevan dengan mimpi jangka panjangnya.

Langkah Mikael Tata memberi pesan kuat bagi pesepak bola muda lainnya. Karier cemerlang di lapangan bisa sejalan dengan persiapan matang untuk masa depan. Meneruskan usaha orang tua bagi Mikael Tata bukan sekadar wacana. Ia sudah memulainya hari ini, dari ruang kelas hingga rumput hijau Stadion Gelora Bung Tomo.

Share This Article
Penulis berita yang aktif menggali cerita dari sudut pandang humanis. Ia senang mengamati kebiasaan masyarakat dan perubahan kultur digital. Hobinya termasuk membuat catatan refleksi, menonton film, dan mengikuti kelas online. Motto: "Menulis adalah jembatan antara fakta dan empati."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *