Kali Pusur Kini Menawarkan Pengalaman Baru dengan Susur Sungai Menggunakan Kano
Kali Pusur yang sebelumnya dikenal sebagai tempat wisata tubing kini menawarkan pengalaman baru yang tak kalah menarik, yaitu susur sungai menggunakan kano. Wahana ini baru beroperasi selama sebulan terakhir dan langsung menarik perhatian wisatawan yang mencari sensasi baru.
- Kali Pusur Kini Menawarkan Pengalaman Baru dengan Susur Sungai Menggunakan Kano
- Keamanan Terjamin dengan Perlengkapan Lengkap
- Tarif yang Terjangkau dan Layanan Lengkap
- Keterlibatan BUMDes dan Paket Wisata
- Camat Polanharjo Tekankan Kolaborasi dan Pelestarian Air
- Aqua Klaten Dukung Komunitas, Harap Sungai Bersih dan Harmonis
Titik kumpul untuk aktivitas ini berada di Dukuh Beku, Desa Wangen, Polanharjo—tepat di belakang gedung IPHI Polanharjo. Rute yang disediakan sepanjang 2 km dimulai dari bawah Jembatan Karanglo hingga ujung Desa Wangen. Selama perjalanan, pengunjung akan disuguhi suasana asri dan teduh yang mengelilingi aliran sungai.
Dengan menggunakan kano, pengalaman susur sungai menjadi lebih stabil dan memungkinkan pengunjung fokus pada eksplorasi panorama alam. Ini menjadi pilihan ideal bagi wisatawan yang ingin mencoba sesuatu yang berbeda dari tubing.
Keamanan Terjamin dengan Perlengkapan Lengkap
Setiap peserta wajib menggunakan helm dan pelampung sesuai SOP agar pengalaman lebih aman dan nyaman. Pengunjung sendiri yang mendayung kano, tetapi kru pendamping selalu mengawasi sepanjang rute. Jalur yang dilalui bervariasi, mulai dari aliran deras di antara bebatuan hingga bagian air yang tenang.
Di tengah rute terdapat Bendungan Wangen, yang menjadi spot foto favorit bagi wisatawan. Mereka biasanya berhenti sebentar untuk mengabadikan momen indah tersebut. Dibandingkan tubing yang menggunakan ban, kano menawarkan kontrol yang lebih baik terhadap arah perjalanan. Arusnya pun terasa lebih menantang namun tetap manageable.
Tarif yang Terjangkau dan Layanan Lengkap
Ketua pengelola, Aris Wardoyo, menjelaskan bahwa kano merupakan pilihan yang lebih aman dan elegan dibanding tubing. Ia menawarkan dua paket rute: short trip 1 km dengan waktu tempuh sekitar 50 menit, serta long trip 2 km dengan estimasi 1 jam 15 menit.
Tarif short trip adalah Rp60.000 untuk weekdays maupun weekend, sedangkan long trip dibanderol Rp75.000 (weekdays) dan Rp85.000 (weekend). Harga ini cukup bersaing karena sudah termasuk fasilitas dokumentasi, snack, makan, dan minum. Setiap rute juga didampingi kru dari titik mulai hingga selesai, sehingga kepercayaan pengunjung semakin meningkat.
Keterlibatan BUMDes dan Paket Wisata
Kano Kali Pusur tidak berdiri sendiri, melainkan terhubung dengan jaringan BUMDes yang sudah lebih dulu mengelola wisata setempat. Rute kano masuk dalam paket wisata BUMDes Janti dan Ponggok, sehingga wisatawan bisa mendapatkan layanan antar-jemput. Kolaborasi ini membuat pengalaman wisata terasa lebih terintegrasi dan efisien.
Pada grand opening yang digelar Selasa (2/12/2025), acara dihadiri berbagai pihak seperti Muspika Polanharjo, Kades Wangen, hingga PT Tirta Investama (Aqua) Klaten. Wahana ini diresmikan langsung oleh Camat Polanharjo, Moh Prihadi.
Camat Polanharjo Tekankan Kolaborasi dan Pelestarian Air
Prihadi menyebut kano sebagai tambahan yang memperkaya pilihan wisata Kali Pusur. Ia menekankan bahwa keselamatan dan pelestarian air harus tetap dijaga. Menurutnya, air bukan hanya soal pengairan, melainkan juga aset wisata yang harus dirawat bersama.
Penambahan wahana kano membuka kesempatan bagi warga dan wisatawan untuk menikmati sungai sekaligus belajar mencintai lingkungan. Ini selaras dengan semangat wisata berkelanjutan yang mulai berkembang di Polanharjo.
Aqua Klaten Dukung Komunitas, Harap Sungai Bersih dan Harmonis
Stakeholder Management PT Tirta Investama Klaten, Rama Zakaria, menyebut kano merupakan bagian dari pemberdayaan wisata berbasis sungai yang sudah mereka dukung sejak 2017. Aqua turut menghubungkan komunitas setempat dengan startup berbasis outdoor dari Jogja untuk pelatihan.
Mereka berharap komunitas kano, RTPA, dan Watu Kapu bisa bekerja sama menjaga kebersihan sungai. Rama menekankan pentingnya sinergi karena sungai mengalir lintas wilayah dan tidak bisa diklaim satu pihak.
“Semua harus sinergi, wisatawan tambah banyak, sungainya bersih. Ekonominya juga tumbuh,” imbuhnya. Dukungan sektor swasta membuka peluang lebih besar bagi pengembangan wisata sungai di Klaten.