Peristiwa Percobaan Pencurian yang Menggegerkan Warga
Pada hari Kamis (12/2/2026) sekitar pukul 03.00 WIB, sebuah kejadian mencuri yang diduga dilakukan oleh seorang pemuda berinisial Candra Wala (22) terjadi di Kelurahan Kepala Curup, Kecamatan Binduriang, Kabupaten Rejang Lebong. Kejadian ini membuat warga setempat kaget dan memicu reaksi cepat dari masyarakat serta aparat kepolisian.
Peristiwa tersebut terjadi saat sebagian besar warga sedang tertidur lelap. Saat itu, Candra diperkirakan mencoba masuk ke dalam rumah tetangganya dengan gerak-gerik mencurigakan. Pemilik rumah akhirnya menyadari adanya seseorang yang tidak dikenal di sekitar rumahnya dan langsung mengambil tindakan.
Tidak lama kemudian, suara teriakan dari pemilik rumah membangunkan warga sekitar. Mereka segera keluar dan mencoba membantu situasi. Saat itulah Candra mencoba melarikan diri, sehingga terjadi aksi kejar-kejaran di lingkungan permukiman tersebut.
Ancaman Bunuh Diri dan Kekacauan
Saat melarikan diri, Candra diketahui naik ke atap salah satu rumah warga untuk menghindari kejaran. Aksi ini memicu rasa khawatir di kalangan warga, karena mereka takut pelaku akan bertindak nekat. Selain itu, Candra juga disebut membawa senjata tajam, yang semakin memperparah situasi.
Dalam kondisi terdesak, Candra sempat mengancam akan mengakhiri hidupnya menggunakan senjata yang dibawanya jika warga terus mendekat. Ancaman ini membuat suasana semakin mencekam. Beberapa warga memilih menjaga jarak sambil terus memantau gerak-gerik pelaku dari bawah, sementara sebagian lainnya berusaha menenangkan dan membujuk agar ia turun dari atap.
Setelah melalui proses negosiasi dan bujukan dari warga serta aparat yang datang ke lokasi, Candra akhirnya berhasil ditenangkan. Ia kemudian turun dari atap dan diamankan oleh warga sebelum diserahkan kepada pihak kepolisian.
Proses Pemeriksaan dan Motif Masih Didalami
Kapolsek Padang Ulak Tanding (PUT), Kompol Mansyur Daud Manalu, membenarkan adanya peristiwa percobaan pencurian tersebut. Menurutnya, pihak kepolisian telah mengamankan satu orang terduga pelaku dan saat ini masih menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut.
“Benar, satu orang terduga pelaku sudah kami amankan. Saat ini masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut di Mapolsek PUT,” ujar Kapolsek saat dikonfirmasi.
Hingga kini, polisi masih mendalami motif di balik dugaan percobaan pencurian tersebut. Petugas juga tengah menggali keterangan dari pelaku serta sejumlah saksi guna memastikan kronologi lengkap kejadian. Selain itu, penyidik juga akan menelusuri apakah yang bersangkutan pernah terlibat dalam kasus serupa sebelumnya.
Polisi belum dapat memastikan apakah Candra merupakan pelaku pencurian dengan pemberatan atau hanya percobaan semata. Seluruh aspek, termasuk kemungkinan adanya unsur perencanaan, masih dalam tahap penyelidikan.
Respons Warga dan Imbauan Polisi
Kejadian ini cukup menghebohkan warga Kelurahan Kepala Curup. Pasalnya, pelaku merupakan warga setempat yang dikenal di lingkungan tersebut. Kejadian ini pun menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat.
Beberapa warga berharap agar peristiwa serupa tidak terulang kembali. Mereka juga mengapresiasi kesigapan masyarakat yang cepat merespons situasi sehingga dugaan aksi pencurian dapat digagalkan sebelum menimbulkan kerugian lebih besar.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama pada jam-jam rawan seperti dini hari. Koordinasi antarwarga dinilai penting dalam menjaga keamanan lingkungan.
Polisi pun mengimbau masyarakat untuk segera melapor apabila menemukan aktivitas mencurigakan di sekitar tempat tinggal mereka. Kerja sama antara warga dan aparat penegak hukum diharapkan dapat mencegah terjadinya tindak kriminalitas.
Situasi Kembali Normal
Hingga berita ini diturunkan, proses pemeriksaan terhadap terduga pelaku masih berlangsung. Kepolisian memastikan akan menangani kasus ini sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku setelah seluruh fakta dan keterangan terkumpul secara lengkap.
Dengan diamankannya terduga pelaku, situasi di Kelurahan Kepala Curup kini telah kembali normal. Warga pun diimbau untuk tidak terprovokasi serta menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak berwenang.