Perbedaan Siang dan Malam di Bumi
Bumi yang kita huni tidak mengalami siang dan malam secara bersamaan. Oleh karena itu, ada bagian dari bumi yang terang dan ada pula yang gelap. Perbedaan waktu ini memicu rasa penasaran banyak orang. Mengapa ada daerah di bumi yang gelap? Fenomena tersebut tidak terjadi begitu saja, apalagi tanpa alasan. Bagian bumi yang gelap sedang mengalami waktu malam hari. Proses terjadinya malam inilah yang memengaruhi bagian bumi gelap.
Lantas, bagaimana proses terjadinya malam sehingga membuat sebagian bumi gelap? Berikut penjelasannya.
Rotasi Bumi Menyebabkan Proses Siang dan Malam
Bagian bumi akan gelap saat menjelang malam. Sementara itu, bumi akan terang ketika siang hari. Malam terjadi karena matahari tidak menyinari bumi. Sebaliknya, siang hari bisa terjadi karena bumi mendapatkan paparan sinar matahari.
Perlu diketahui bahwa planet bumi tidak dikelilingi matahari. Namun, bumi dan planet-planet lainnya mengelilingi matahari sebagai pusat tata surya. Lantas, bagaimana mungkin bumi mengalami terang dan gelap bila bumi mengelilingi matahari?
Jadi, siang dan malam bisa terjadi karena bumi yang berputar pada porosnya. Fenomena ini disebut dengan rotasi bumi atau perputaran bumi. Bumi berputar dengan cepat sehingga kita yang berada di bumi tidak merasakan perputaran tersebut. Dalam satu kali rotasi, bumi membutuhkan waktu 24 jam untuk berputar. Untuk itu, hitungan satu hari adalah 24 jam.
Rotasi inilah yang membuat bagian-bagian di bumi secara bergantian mengarah dan menjauhi matahari. Bagian bumi yang menjauhi matahari akan mengalami malam. Hal ini ditandai dengan matahari terbenam. Bila bumi mengarah ke matahari, maka bagian bumi tersebut mengalami waktu siang hari. Itulah alasan mengapa ada daerah di bumi yang gelap.
Makanya, gak aneh bila beberapa negara mengalami malam hari. Sedangkan, beberapa negara masih siang hari.
Bumi Ibarat Bola yang Berputar

Memahami alasan di balik pertanyaan “mengapa ada daerah di bumi yang gelap?” akan makin mudah bila menggunakan analogi. Planet bumi ibarat bola. Bumi yang berputar pada porosnya bagaikan bola yang berputar secara cepat.
Ketika sedang mengelilingi matahari, bagian-bagian bumi juga terus bergerak. Ada bagian yang mengarah dan ada bagian yang menjauhi matahari. Itulah gambaran sederhana ada daerah di bumi yang gelap. Pasalnya, bagian tersebut menjauhi sang surya.
Sementara itu, planet bumi terbagi oleh garis imajiner yang membentang antara Kutub Utara dan Kutub Selatan. Sehingga, garis imajiner tersebut membelah bumi menjadi bagian timur dan barat. Garis imajiner melewati Greenwich Royal Observatory di London. Dengan bantuan garis imajiner tersebut, pembagian waktu di bumi makin mudah. Pembagian tersebut yang menjadi alasan waktu di setiap negara juga berbeda.
Itulah penjelasan tentang proses terjadinya malam yang mengakibatkan ada bagian di bumi yang gelap dan terang. Sekarang, kamu sudah tahu jawaban atas pertanyaan “mengapa ada daerah di bumi yang gelap?”
Jadi, rotasi bumi lah yang mengakibatkan siang dan malam terjadi. Dengan kata lain, rotasi bumi juga membuat bagian bumi terang dan gelap secara bergantian.
FAQ Seputar Mengapa Ada Daerah Bumi yang Gelap
Question:
Apa penyebab ilmiah terjadinya malam yang sangat panjang ini?
Answer:
Sama seperti fenomena Midnight Sun, penyebab utamanya adalah kemiringan poros Bumi sebesar $23,5^\circ$. Saat kutub Bumi menjauhi Matahari dalam orbitnya, wilayah di sekitar kutub tersebut akan terhalang dari sinar Matahari secara total selama beberapa waktu.
Question:
Apakah saat Polar Night suasana selalu gelap gulita seperti tengah malam?
Answer:
Tidak selalu. Ada beberapa tingkatan Polar Night. Pada wilayah yang lebih dekat dengan garis lingkaran kutub, masih terdapat fase Civil Twilight (senja), di mana langit tampak sedikit membiru atau abu-abu redup di siang hari meski Matahari tidak muncul. Namun, di titik kutub yang tepat, kegelapan bisa menjadi total.
Question:
Bagaimana penduduk setempat beradaptasi dengan kegelapan yang lama?
Answer:
Penduduk di wilayah ini sering mengalami Seasonal Affective Disorder (SAD) atau gangguan suasana hati akibat kurangnya sinar matahari. Mereka mengatasinya dengan menggunakan lampu terapi cahaya khusus, mengonsumsi Vitamin D tambahan, dan mengadakan festival cahaya untuk menjaga kesehatan mental.
Penampakan Matahari dari Planet Tetangga Bumi, Apakah Sama?
Inti Bumi Berputar Terbalik, Apa Efeknya bagi Manusia?