Sistem Parkir Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang Terapkan Skema Hybrid
Sejak 1 November lalu, sistem parkir di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang telah menerapkan skema hybrid. Hal ini dilakukan untuk mengakomodasi pengguna jasa yang masih belum memiliki kartu uang elektronik.
Dengan sistem hybrid, terdapat satu pintu yang bisa digunakan untuk pembayaran tunai maupun non tunai. Keputusan ini diambil karena masih banyak pengguna jasa bandara yang belum memiliki kartu uang elektronik, sehingga dikhawatirkan akan kesulitan dalam masuk maupun keluar area parkir jika pembayaran sepenuhnya dialihkan ke sistem non tunai.
Kepala Sentral Komunikasi Lanud Sri Mulyono Herlambang Palembang, Andi Rishas Permana Djalil menjelaskan bahwa sosialisasi terus dilakukan secara masif kepada masyarakat. Tujuannya adalah untuk memberikan informasi bahwa Bandara SMB II kini telah menerapkan parkir non tunai.
Bandara juga bekerja sama dengan asosiasi jasa perjalanan agar dapat menyampaikan aturan baru tersebut kepada bus atau kendaraan travel. Dengan demikian, sosialisasi bisa lebih menyeluruh dan mencapai berbagai kalangan.
Andi menekankan bahwa meskipun proses migrasi ke sistem cashless membutuhkan sedikit kesabaran, ia berharap warga Sumsel dapat beralih ke full cashless dalam waktu dekat.
Pembayaran Non Tunai Menggunakan Empat Kartu Uang Elektronik
Pembayaran non tunai hanya dapat dilakukan menggunakan empat jenis kartu uang elektronik dari bank yang telah bekerja sama. Kartu-kartu tersebut antara lain:
- e money dari Bank Mandiri
- Brizzi dari BRI
- BSB Cash dari Bank Sumsel Babel (BSB)
- Flazz dari Bank BCA
Tidak semua kartu bank atau dompet digital dapat digunakan karena sistem parkir hanya mendukung empat jenis kartu uang elektronik tersebut. Pihak bandara merencanakan penambahan slot untuk Bank BNI, namun membutuhkan waktu minimal 4 hingga 6 bulan karena perlu perubahan pada sistem prosesor dan penambahan chip serta reader.
Cara Penggunaan Kartu Uang Elektronik
Andi menjelaskan cara penggunaan kartu uang elektronik. Saat masuk, pengguna cukup menempelkan kartu selama sekitar lima detik. Tunggu sampai ada respon dari mesin pembaca. Banyak pengguna jasa bandara sering tidak sabar dan hanya menempelkan kartu selama satu detik, sehingga menyebabkan gagal dan antrean semakin panjang.
Selain itu, pastikan saldo kartu uang elektronik cukup agar tidak ada kendala saat melakukan pembayaran. Jika semua langkah sudah dilakukan, maka sistem parkir akan langsung terbuka dan pengguna dapat masuk.
Saat keluar, pengguna tinggal menempelkan kartu uang elektronik. Sistem akan memotong saldo sesuai jenis kendaraan dan lamanya parkir. Tarif parkir berbeda-beda tergantung jenis kendaraan dan diterapkan secara progresif atau kelipatan jam.
Sistem Contraflow untuk Mengurai Kemacetan
Untuk mengatasi kemacetan akibat rombongan pengantar jamaah umroh, pihak bandara menerapkan sistem contraflow. Sistem ini diberlakukan untuk mengurai kemacetan baik di pintu masuk maupun pintu keluar area parkir.
Penerapan sistem contraflow bersifat situasional, sesuai kondisi di lapangan. Contohnya, ketika terjadi antrean panjang di pintu masuk, sebagian kendaraan akan dialihkan masuk melalui pintu keluar agar laju kendaraan lebih lancar. Sebaliknya, jika antrean panjang terjadi di pintu keluar, sebagian pengguna jasa akan dialihkan keluar melalui pintu masuk.
Andi menjelaskan bahwa sistem ini efektif diterapkan selama tiga pekan terakhir. Saat kondisi seperti ini terjadi, pembayaran parkir akan dilakukan manual oleh petugas. Yang terpenting adalah kelancaran arus kendaraan.
Pentingnya Menyiapkan Kartu Uang Elektronik
Andi mengingatkan pengguna jasa bandara untuk selalu membawa kartu uang elektronik agar parkir berjalan lancar dan mudah. Jika menggunakan kartu uang elektronik, proses parkir hanya membutuhkan waktu 7 detik. Namun, jika menggunakan pembayaran tunai, prosesnya memakan waktu dua kali lipat, yaitu 14 detik.
Jika semua pengguna jasa bandara memiliki kartu uang elektronik, proses parkir akan lebih cepat dan mudah. Seperti di pintu tol, cukup menempelkan kartu dan beres tanpa antre lama.