Pelatih Mantan Proliga yang Rekomendasikan Megawati Kembali Bawa Tim ke Final Liga Voli Korea

Nurlela Rasyid
4 Min Read

Perjalanan GS Caltex Seoul KIXX ke Final Liga Voli Korea 2025-2026



Liga Voli Korea 2025-2026 menunjukkan perubahan besar setelah salah satu klub papan atas, Daejeon JungKwanJang Red Sparks, kembali ke final setelah musim lalu mengalami kesulitan. Pada musim ini, sejumlah klub besar berjuang untuk mencapai babak akhir kompetisi, dan salah satunya adalah GS Caltex Seoul KIXX.



GS Caltex berhasil mencapai final Liga Voli Korea setelah mengalahkan Suwon Hyundai E&C Hillstate dalam pertandingan playoff. Dalam pertandingan yang digelar di Jangchung Gymnasium, Seoul, pada Sabtu (28/3/2026), GS Caltex menang dengan skor 3-0 (25-23, 25-23, 25-19). Performa luar biasa dari opposite andalan mereka, Gyselle Silva, menjadi kunci kemenangan. Silva mencatatkan 32 poin dalam pertandingan tersebut.

Perjuangan Hyundai Hillstate pun berakhir setelah sebelumnya kalah di kandang dengan skor 1-3 (21-25, 25-21, 23-25, 16-25). GS Caltex berhasil menyingkirkan dua klub papan atas yang selama ini mendominasi Liga Voli Korea. Di babak semi playoff yang hanya satu kali tanding, klub ibukota ini lebih dulu menyingkirkan sang juara bertahan, Incheon Heungkuk Life Pink Spiders.

Sejarah dan Perjalanan GS Caltex

GS Caltex sendiri merupakan salah satu klub bersejarah di Korea. Sebelum era V-League, mereka pernah mencatat rekor 9 gelar beruntun di liga. Namun, musim lalu reputasi besar mereka tercoreng karena hampir menjadi juru kunci. Mereka hanya menang 12 kali dari 36 kali pertandingan.

Sejak saat itu, GS Caltex tidak pernah lagi mencapai final, hingga musim 2020-2021 yang mana hasilnya adalah juara. Kini, klub ini kembali ke final setelah melalui proses yang cukup sulit.

Komentar Pelatih Lee Young-taek

Lee Young-taek, pelatih GS Caltex, sangat bahagia dengan pencapaian ini. Ia menyebut bahwa performa Silva tidak perlu diragukan lagi, tetapi para pemain juga tampil luar biasa. “Para pemain tampil dengan sangat baik dan konsentrasi yang mereka tunjukkan membantu kami untuk bertanding dengan baik,” ujarnya.

Lee Young-taek mungkin sudah tidak asing bagi penggemar voli Tanah Air karena pernah melatih di Proliga. Pada musim 2023, ia membesut Palembang Bank Sumsel Babel, meskipun sayangnya tidak sampai ke babak final four.

Hubungan dengan Pemain Indonesia

Pengalaman Lee di Indonesia membuatnya banyak menerima pertanyaan soal pebola volinya ketika kuota khusus pemain Asia pertama kali diterapkan di Liga Voli Korea pada 2023. Salah satu pemain yang direkomendasikannya adalah Megawati Hangestri Pertiwi.

Mega, yang berposisi sebagai opposite, menjadi alternatif pertama jika IBK Altos gagal mendapatkan Pornpun Guedpard, setter sekaligus kapten timnas Thailand yang paling diperebutkan. Meskipun demikian, IBK akhirnya memilih Guedpard setelah mendapatkan urutan memilih pertama dalam undian. Adapun Mega direkrut oleh Daejeon JungKwanJang Red Sparks di urutan ketiga.

Performa Megawati di Liga Voli Korea

“Sesuai ekspektasi, dia (Mega) tampil baik pada musim pertama, tetapi lebih hebat lagi pada musim kedua,” kata Lee, yang juga pernah melatih Red Sparks. Lee harus dua kali melihat klubnya diungguli oleh Mega dan Red Sparks, yakni saat menjadi asisten pelatih IBK Altos pada 2023-2024 dan ketika menjadi nahkoda GS Caltex pada 2025-2026.

Kini, Lee selangkah lagi akan merasakan manisnya gelar Liga Voli Korea ketika Red Sparks jadi juru kunci karena kehilangan setengah pemain kuncinya.

Final yang Menanti

Di final Liga Voli Korea yang berlangsung hingga lima leg mulai 1 April mendatang, GS Caltex akan menghadapi Gimcheon Korea Expressway Hi-Pass. “Kami mengalahkan mereka pada putaran keenam setelah selalu kalah.”

“Tim kami sedang dalam momentum yang bagus, jadi kami harus bersiap untuk mengakhirinya dengan baik,” tandas Lee lagi.

Share This Article
Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *