Pencarian Pendaki Gunung Slamet Dihentikan, Tim SAR Tetap Pantau

Bayu Purnomo
4 Min Read

Pendaki Magelang Masih Hilang di Gunung Slamet

Di tengah lebatnya hutan yang mengelilingi Gunung Slamet, seorang pendaki asal Magelang bernama Syafiq Ridhan Ali Razan (18 tahun) masih belum ditemukan. Operasi pencarian yang dilakukan selama sembilan hari akhirnya dihentikan karena berbagai kendala seperti cuaca buruk, vegetasi yang lebat, dan area pencarian yang sangat luas.

Syafiq hilang saat melakukan pendakian bersama temannya, Himawan Haidar Bahran, pada malam Sabtu (27/12/2025). Sementara itu, Himawan berhasil ditemukan dalam kondisi selamat. Staf Operasi Kantor SAR Semarang, Handika Hengki, menjelaskan bahwa operasi pencarian terhadap Syafiq dihentikan pada Rabu (7/1), meskipun tim tetap melakukan pemantauan.

Rencana Pendakian yang Berubah

Syafiq dan Himawan memulai perjalanan dari Pos Dipajaya, Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang. Mereka awalnya merencanakan pendakian tektok, yaitu pendakian yang dilakukan pulang-pergi dalam satu hari tanpa menginap. Rencananya, mereka akan kembali ke Pos Dipajaya pada sore Minggu (28/12).

Namun, rencana tersebut berubah. Mereka baru tiba di puncak Gunung Slamet, yang memiliki ketinggian 3.432 meter di atas permukaan laut (mdpl), pada sore hari. Akibatnya, mereka harus bermalam di puncak. Setelah bermalam, mereka turun dari puncak pada Senin (29/12/2025).

Kejadian yang Tidak Terduga

Himawan mengalami cedera kaki saat menuruni gunung. Melihat kondisi itu, Syafiq memutuskan untuk meminta bantuan evakuasi. Namun, Syafiq tidak kembali hingga malam hari. Akhirnya, Himawan memutuskan untuk kembali naik ke Pos 9 Gunung Slamet, yang memiliki ketinggian sekitar 3.183 mdpl. Dari pos ini, pendaki hanya berjarak sekitar 300-600 meter menuju puncak.

Himawan bertahan di Pos 9 sampai Selasa (30/12) pagi, saat ditemukan oleh relawan di basecamp Dipajaya. Menurut Handika, dua pendaki ini hanya membawa peralatan dan logistik yang terbatas karena rencana pendakian tektok. Hal ini membuat mereka kurang siap menghadapi situasi darurat.

Perpanjangan Operasi dan Tantangan

Sebelum operasi pencarian dihentikan, tim pencarian sempat memperpanjang masa operasi selama dua hari. Awalnya, operasi direncanakan berlangsung selama tujuh hari, tetapi ditambah menjadi sembilan hari. Dalam proses pencarian, sebanyak 120 personel SAR gabungan, termasuk TNI-Polri, terlibat. Ratusan orang ini dibagi menjadi lima tim yang disebar ke berbagai titik potensi hilangnya korban.

Handika menyebut, setengah dari lingkar Gunung Slamet telah disisir. Area yang disisir mencakup Pos 5 ke atas, Pos 5 sampai Pos 4, Pos 4 sampai Pos 2, dan Pos 2 ke Pos 1. Meskipun demikian, selama proses pencarian, tim tidak menemukan jejak apapun dari Syafiq. Bahkan, tidak ada tanda-tanda barang milik korban yang tertinggal.

Tantangan Cuaca dan Vegetasi

Selama operasi pencarian, tim SAR menghadapi beberapa tantangan. Salah satunya adalah cuaca yang sering berubah-ubah. Di area puncak, sempat terjadi hujan badai yang mengganggu proses pencarian. Selain itu, vegetasi yang lebat juga menjadi penghalang bagi tim pencari.

Meskipun operasi SAR telah dihentikan, Handika menyatakan bahwa jika ada kelompok relawan yang ingin membantu proses pencarian, mereka tetap diperbolehkan. Jika diperlukan, Basarnas juga bisa diberangkatkan untuk penanganan khusus.

Penutup Operasi dan Kemungkinan Pembukaan Kembali

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, Muhammad Chomsul, menyatakan bahwa operasi pencarian Syafiq telah ditutup. Namun, operasi dapat dibuka kembali jika ada informasi baru yang valid.

Share This Article
Penulis yang terbiasa meliput isu-isu pemerintahan, ekonomi, hingga gaya hidup ringan. Ia gemar bersepeda sore dan merawat tanaman hias di rumah. Rutinitas sederhana itu membantunya menjaga fokus dan kreativitas. Motto: "Berpikir jernih menghasilkan tulisan yang kuat."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *