Penderitaan Usia Tua Aktor Diding Boneng, Asma dan Rumah Roboh

Amanda Almeirah
5 Min Read

Kehidupan Diding Boneng di Masa Tua yang Penuh Ujian

Aktor senior Zainal Abidin Zetta, atau lebih dikenal sebagai Diding Boneng, kini tengah menghadapi masa tua yang penuh tantangan. Seorang legenda dalam dunia komedi Indonesia, kini harus berjuang melawan berbagai cobaan hidup yang terus datang tanpa henti.

Rumah yang Ambruk, Menambah Deretan Masalah

Salah satu masalah terbaru yang dialami Diding Boneng adalah kehilangan tempat tinggal. Rumahnya yang terletak di kawasan Matraman Dalam, Jakarta Pusat, ambruk akibat kondisi bangunan yang sudah sangat tua. Rumah tersebut tidak roboh karena cuaca ekstrem seperti hujan atau angin kencang, melainkan karena struktur kayu dan pondasi yang sudah lapuk seiring waktu.

“Bangunan itu tiba-tiba rubuh setelah sebelumnya terdengar suara keropos pada bagian kayu dan pondasi,” kata Diding Boneng. Ia mengungkapkan bahwa usia rumahnya mencapai hampir 100 tahun, yang merupakan warisan dari orang tuanya. “Saya lahir atau melek, ya rumah ini sudah ada.”

Musibah ini menambah daftar cobaan hidup yang dialami sang aktor di usianya yang kini telah menginjak 75 tahun. Selain kehilangan tempat tinggal, Diding juga sedang berjuang melawan gangguan kesehatan, yaitu asma kronis yang dialaminya selama tiga tahun terakhir.

Asma yang Mengganggu Aktivitas Akting

Diding Boneng mengaku menderita penyakit asma kronis sejak tiga tahun lalu. Kondisi kesehatannya mulai memburuk setelah ia menyelesaikan proses syuting film layar lebar KKN di Desa Penari 2.

“Saya terakhir syuting tiga tahun yang lalu, film KKN di Desa Penari 2. Pulang dari syuting di Jogja itu, saya sakit sampai sekarang,” ujarnya.

Sejak saat itu, ia memilih untuk menepi sejenak dari dunia perfilman. Ia kini sangat selektif dalam menerima tawaran pekerjaan karena keterbatasan fisiknya. “Masih ada tawaran. Cuma saya tanya dulu perannya apa, adegannya gimana. Maaf ya, kalau berat gua nggak mau. Karena entar repot kru juga kalau gua sakit di lapangan,” katanya.

Tetap Berkesenian Meski Di Bawah Tekanan

Meskipun aktivitasnya di layar kaca berkurang drastis, semangat seni dalam diri Diding Boneng tidak pernah benar-benar padam. Untuk menyambung hidup, ia masih aktif di dunia teater dengan menjadi pelatih seni peran bagi para mahasiswa dari berbagai universitas.

“Kantor saya jalanan. Kalau teater, insyaallah rutin. Walaupun cuma duduk ngelatih, saya hampir setiap hari aktif. Saya masih suka melatih teater juga,” jelasnya.

Ia tetap berupaya produktif meski harus mengajar dalam kondisi duduk demi menjaga napas dan staminanya agar tetap stabil. “Saya akan ambil peran yang memang bisa saya lakukan. Kalau saya paksakan, nanti bakalan ngerepotin banyak orang,” ujar Diding Boneng.

Kini Hidup di Kantor RW

Setelah rumahnya ambruk, Diding Boneng kini sementara waktu diungsikan ke Kantor RW setempat, sementara rumahnya sedang dalam proses renovasi oleh pihak terkait dibantu oleh para tetangga yang peduli pada sosoknya.

Rumah yang dulunya menjadi tempat tinggalnya kini tampak rubuh. Area tengah dan belakang atau bagian dapur pun tak terlihat lagi atapnya, matahari langsung menyinari sampai lantai kediaman pemain film Warkop DKI itu.

Diding yang kini berusia 75 tahun itu hanya bisa tertunduk lesu saat beberapa warga dan awak media mendatangi rumahnya. Dengan menggunakan pakaian biru gelap, Diding dengan rambut putihnya itu duduk di depan rumahnya. Sesekali ia berbincang dengan warga sekitar yang datang ke kediamannya.

Sementara itu, beberapa pria sibuk keluar masuk ke kediaman Diding dengan membawa pasir, semen, dan beberapa material lain untuk membenarkan rumah yang sudah ambruk itu.

Harapan untuk Kebaikan yang Datang

Kini, sosok yang pernah melegenda di dunia komedi ini berharap ada kebaikan yang datang untuk memperbaiki nasib tempat tinggalnya. Meski hidupnya dihimpit berbagai tantangan, Diding Boneng tetap bertahan dan berusaha memberikan yang terbaik dalam hidupnya.

Kisah Diding Boneng adalah potret dedikasi seorang seniman sejati yang tetap bertahan di jalur seni, meski raga tak lagi sekuat dulu.

Share This Article
Penulis berita yang tekun mengeksplorasi cerita di balik fenomena yang terjadi di masyarakat. Ia suka berkunjung ke tempat baru, memotret suasana, serta berbincang dengan orang-orang dari berbagai latar. Hobinya adalah menulis cerpen dan bercocok tanam. Motto: "Tulisan terbaik lahir dari observasi yang jujur."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *