Pertamina Jamin Pasokan LPG Tetap Lancar Meski SPBE Cimuning Terbakar

Bayu Purnomo
4 Min Read

Kebakaran di SPBE Cimuning, Pertamina Jamin Pasokan LPG Tetap Aman

Pertamina Regional Jawa Bagian Barat (JBB) memberikan respons terkait kebakaran yang terjadi di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi. Insiden tersebut terjadi pada Rabu (1/4/2026) sekitar pukul 21.00 WIB.

Area Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Regional JBB, Susanto August Satria, menjelaskan bahwa kebakaran terjadi di SPBE yang dikelola oleh mitra swasta sejak tahun 2009. SPBE ini berfungsi sebagai tempat pengisian LPG yang kemudian akan didistribusikan ke agen dan pangkalan.

“Jadi, SPBE ini adalah stasiun pengisian bulk elpiji, di sini itu tempat pengisiannya LPG, lalu nanti itu diangkut oleh mobil agen dan agen itu menyebarkan ke pangkalan-pangkalan,” jelas Susanto saat berada di lokasi kejadian, Kamis (2/4/2026).

Pasokan LPG Dipastikan Tidak Terpengaruh

Meski terjadi kebakaran, Susanto memastikan bahwa pasokan LPG ke masyarakat tetap aman dan tidak terganggu. Menurutnya, SPBE tersebut melayani tiga wilayah di Kabupaten Bekasi.

“Kami sampaikan bahwa dengan adanya insiden ini, pasokan LPG pada warga tidak terganggu terutama untuk wilayah yang menjadi coverage dari ini. SPBE ini itu masuknya ke kabupaten Bekasi, kurang lebih melayani tiga wilayah,” tambahnya.

Pertamina Memohon Maaf atas Kejadian

Susanto mewakili Pertamina Regional JBB menyampaikan permohonan maaf atas peristiwa kebakaran yang terjadi. Permohonan maaf ini disampaikan kepada para korban serta masyarakat luas.

“Pertamina Patra Niaga Regional Jawa bagian Barat menyampaikan mohon maaf atas insiden yang terjadi, insiden di SPBE yang merupakan mitra dari Pertamina, kami mohon maaf,” ujarnya.

Tanggung Jawab Pertamina atas Korban dan Kerusakan Rumah

Selain itu, Pertamina juga akan bertanggung jawab sepenuhnya terhadap perawatan para korban yang dirawat di rumah sakit. Selain itu, Pertamina juga akan menangani kerusakan sejumlah bangunan berupa rumah warga di sekitar lokasi kejadian.

Untuk merealisasikan tanggung jawab ini, Pertamina akan melakukan pendataan terlebih dahulu. “Sudah pasti perawatan korban itu Pertamina itu tanggung jawab, lalu untuk kerusakan rumah ini kan harus dilihat dulu, kami harus bekerja sama sama pemerintah setempat mungkin ada RT, RW, lurah, untuk mengirim identifikasi dan kami juga akan lihat kerusakannya seperti apa,” jelas Susanto.

12 Korban Luka Bakar Dirawat di Rumah Sakit

Seperti diketahui, kebakaran tersebut mengakibatkan sejumlah orang menjadi korban. Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Kusumo Wahyu Bintoro, menyampaikan bahwa hingga Kamis (2/4/2026) pukul 01.38 WIB, jumlah korban mencapai 12 orang.

“Korban masih dilakukan pendataan. Sementara ini data di kami ada 12 orang, dan itu sudah dibawa tersebar di beberapa Rumah Sakit (RS),” kata Kusumo di lokasi kejadian.

Ia menjelaskan bahwa para korban mengalami luka bakar akibat peristiwa tersebut. “Rata-rata mengalami luka bakar sekitar 60-70 persen untuk para korban,” tambahnya.

Korban Diarahkan Mengungsi ke Posko

Selanjutnya, para korban diarahkan untuk sementara waktu mengungsi ke posko. Kusumo menjelaskan bahwa pihaknya akan mencatat semua kerugian yang terjadi.

“Yang jelas ini kan ada posko, nanti dicatat oleh pihak relevan semua kerugian seperti apa, yang utama adalah keselamatan warga sekitar. Karena kami lihat banyak warga yg terdampak di sekitar,” ujarnya.


Share This Article
Penulis yang terbiasa meliput isu-isu pemerintahan, ekonomi, hingga gaya hidup ringan. Ia gemar bersepeda sore dan merawat tanaman hias di rumah. Rutinitas sederhana itu membantunya menjaga fokus dan kreativitas. Motto: "Berpikir jernih menghasilkan tulisan yang kuat."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *