Pramono Anung Percaya Bank Jakarta Siap Go Public, Ini Strateginya

Eka Syaputra
4 Min Read

Gubernur DKI Optimis Bank Jakarta Siap IPO Tahun Depan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menunjukkan keyakinan yang tinggi bahwa Bank Jakarta memiliki peluang besar untuk melangkah ke pasar modal melalui penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) pada tahun depan. Keyakinan ini muncul setelah berbagai pembenahan internal yang terus dilakukan oleh manajemen bank.

Menurut Pramono, penguatan budaya kerja, peningkatan profesionalisme sumber daya manusia, serta kesiapan fundamental perusahaan menjadi fondasi penting dalam proses menuju perusahaan terbuka. Ia menyampaikan hal tersebut saat menghadiri rapat kerja Bank Jakarta yang berlangsung di Hotel Pullman, Podomoro City, Jakarta Barat.

Pembangunan Corporate Culture yang Kuat

Pramono menegaskan bahwa pembangunan corporate culture yang kuat merupakan elemen krusial dalam transformasi Bank Jakarta. Budaya kerja, kata dia, tidak bisa dibentuk secara instan, melainkan harus ditanamkan sejak awal dan diterapkan secara konsisten di seluruh lini organisasi.

Ia menilai, corporate culture yang solid akan menjadi penentu arah pengembangan perusahaan ke depan, sekaligus memengaruhi kualitas kinerja dan daya saing Bank Jakarta. Terlebih, sebagai calon emiten, bank dituntut untuk menjunjung tinggi prinsip keterbukaan dan akuntabilitas di mata publik serta investor.

“Untuk menjadi bank IPO, corporate culture itu harus betul-betul dibentuk dan menjadi bagian inheren dari perusahaan,” ujar Pramono dalam keterangannya, Minggu (25/1/2026).

Pentingnya Teamwork yang Efektif

Selain budaya kerja, Pramono menekankan pentingnya membangun teamwork yang efektif dengan mengedepankan pola kerja work smart. Ia menilai, sektor perbankan menuntut ketepatan, efisiensi, dan kecermatan dalam pengambilan keputusan.

“Saya menyarankan karena ini dunia perbankan, tidak perlu terlalu work hard, tetapi harus work smart,” jelas dia. Ia menambahkan, teamwork yang cerdas, disiplin, dan ditopang budaya organisasi yang kuat akan mendorong perubahan cara kerja Bank Jakarta sehingga proses pengambilan keputusan dapat berlangsung lebih transparan.

“Kalau transparansi sudah terbentuk, ruang untuk sengketa, intrik, dan kepentingan personal akan hilang dengan sendirinya,” ujarnya.

Peningkatan Profesionalisme dan Debirokratisasi

Pramono juga meminta manajemen Bank Jakarta mengedepankan profesionalisme melalui peningkatan efisiensi dan pemangkasan birokrasi. Dia menilai, birokrasi yang berlebihan tidak boleh tumbuh dalam entitas bisnis karena berpotensi menurunkan daya saing dan kepercayaan publik.

“Kalau orang datang ke Bank Jakarta lalu melihat birokrasinya panjang, perusahaan tidak akan dianggap menjanjikan,” tegasnya. Pramono menekankan bahwa kepercayaan atau trust merupakan kunci utama dalam dunia usaha.

Ia berharap Bank Jakarta mampu memperluas basis nasabah dan tidak hanya bergantung pada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. “Kalau trust sudah terbangun, nasabah utamanya bukan lagi hanya Pemprov DKI, tetapi publik,” jelas dia.

Tiga Inisiatif Strategis 2026

Direktur Utama Bank Jakarta Agus Haryoto Widodo menyatakan kesiapan manajemen untuk menindaklanjuti arahan Gubernur Jakarta dalam memperkuat corporate culture sekaligus mematangkan persiapan IPO. Agus mengungkapkan, Bank Jakarta telah menyiapkan tiga inisiatif strategis yang akan dijalankan sepanjang 2026 untuk memperkuat fundamental perusahaan dan meningkatkan kepercayaan investor.

1. Infrastruktur Teknologi Informasi

Inisiatif pertama adalah pembangunan infrastruktur teknologi informasi yang lebih andal melalui pengembangan dua data center modern, perbaikan sistem inti perbankan, serta penguatan keamanan siber yang ditargetkan rampung pada September 2026.

2. Aplikasi Mobile Banking Generasi Baru

Inisiatif kedua mencakup pengembangan aplikasi mobile banking generasi baru yang dirancang lebih aman, cepat, dan efisien sesuai kebutuhan masyarakat Jakarta. Aplikasi tersebut ditargetkan meluncur pada Juni 2026 setelah memenuhi seluruh ketentuan regulator.

3. Kartu Kredit Bank Jakarta

Adapun inisiatif ketiga difokuskan pada penguatan portofolio produk melalui persiapan peluncuran Kartu Kredit Bank Jakarta yang diharapkan menjadi sumber pendapatan baru sekaligus melengkapi ekosistem transaksi nasabah.


Share This Article
Penulis berita yang fokus pada isu politik ringan dan peristiwa harian. Ia menikmati waktu luang dengan menggambar, membaca artikel opini, dan mendengarkan musik indie. Menurutnya, tulisan yang baik adalah hasil dari pikiran tenang. Motto: "Objektivitas adalah harga mati."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *