Pro dan Kontra Menjemur Bayi, Ini Pendapat IDAI

Hartono Hamid
5 Min Read

Manfaat dan Bahaya Menjemur Bayi Baru Lahir

Menjemur bayi baru lahir sering kali dianggap sebagai salah satu cara untuk mendukung pertumbuhan tulang dan giginya. Selain itu, menjemur bayi juga dilakukan agar menghindari kondisi sakit kuning. Namun, banyak orangtua yang mempertanyakan apakah proses ini benar-benar diperlukan atau justru berisiko.

Menurut penjelasan dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dulu menjemur bayi secara rutin sangat penting karena paparan sinar matahari bisa membantu tubuh dalam membentuk vitamin D. Vitamin D sendiri sangat penting untuk pembentukan tulang, daya tahan tubuh, hingga perkembangan otak bayi.

Namun, seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan, kini ada beberapa faktor yang memengaruhi efektivitas proses ini. Misalnya, waktu dan durasi berjemur, cuaca, lokasi, warna kulit, serta area kulit yang terpapar sinar matahari. Karena itu, efektivitas praktik menjemur bayi pun kini sulit dipastikan.

Selain itu, kulit bayi masih sangat tipis dan sensitif. Paparan sinar matahari berlebih dapat merusak kulit dan meningkatkan risiko kanker kulit di masa depan. Oleh karena itu, IDAI merekomendasikan agar orangtua memberikan vitamin D secara rutin pada bayi dengan dosis sebagai berikut:

  • Untuk bayi (usia <12 bulan): 400 IU per hari (berlaku untuk semua bayi dengan ASI eksklusif atau ASI sebagian)
  • Untuk anak dan remaja (>1 tahun): 600 IU per hari

Penggunaan Tabir Surya pada Bayi

IDAI juga memberikan tips tentang penggunaan tabir surya atau sunscreen pada bayi. Berikut adalah rekomendasi mereka:

  • Untuk bayi <6 bulan: oleskan tabir surya hanya pada area kecil, misalnya wajah, jika pakaian pelindung dan tempat peneduh tidak tersedia.
  • Untuk bayi >6 bulan: oleskan tabir surya ke seluruh area tubuh yang terpapar, namun hindari area mata.
  • Jika tabir surya mengiritasi kulit, ganti produk dengan kandungan titanium dioxide atau zinc oxide.
  • Bila terjadi ruam setelah penggunaan tabir surya, konsultasikan ke dokter.

Cara Menjemur Bayi dengan Aman

Jika menjemur bayi di tengah panas terik, maka kulit bayi berisiko terbakar karena kulitnya masih sangat sensitif. Contoh menjemur bayi yang baik adalah di bawah teras atau di bawah pohon sehingga sinar matahari tidak langsung mengenai tubuh bayi. Yang dibutuhkan adalah sinar UVnya, bukan panasnya matahari.

Jadi, jika cuaca berawan, mendung, dan tidak ada panas, namun selama masih ada sinar matahari, Mama masih bisa menjemur bayi dan mendapatkan paparan sinar UV. Sinar UV bisa membantu bayi mendapatkan vitamin D yang baik untuk pertumbuhan tulang dan gigi bayi.

Usia dan Risiko Menjemur Bayi

Dr. Miza Afrizal menegaskan bahwa bayi di bawah usia 6 bulan tidak disarankan untuk dijemur di bawah matahari langsung. Hal ini karena kulitnya sangat tipis dan melanin pada kulitnya belum terbentuk. Melanin adalah bagian dari kulit yang fungsinya untuk memberikan warna kulit, mata, dan rambut. Melanin juga berfungsi untuk melindungi kulit dari paparan sinar UV yang berbahaya.

Mengutip dari akun Instagram milik dr. Miza Afrizal (@mizaafrizal), menjemur bayi di bawah 6 bulan di bawah sinar matahari langsung bisa menyebabkan kulit bayi terbakar, kulit menjadi kemerahan, dan menggelap. Bayi baru boleh dijemur di bawah sinar matahari ketika berusia lebih dari 6 bulan. Di usia itu, melanin pada kulitnya sudah terbentuk.

Perubahan Cara Merawat Anak

Cara menjaga dan merawat anak zaman dulu dan sekarang tentu bisa berubah seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan zaman, Ma. Namun ada satu hal yang tidak berubah, yaitu semangat agar si Kecil selalu mendapatkan yang terbaik, sehat, dan tidak mudah sakit.

Itu penjelasan tentang soal boleh atau tidaknya menjemur bayi menurut IDAI. Ingat, cara menjaga anak zaman dulu dan sekarang memang bisa saja berubah. Namun semangat kita tetap sama, yakni agar anak selalu mendapatkan yang terbaik di masanya.

Tips Tambahan Saat Musim Hujan

Pada musim hujan, menjemur bayi bisa menjadi tantangan. Namun, jika cuaca cerah meskipun sedikit, Mama tetap bisa menjemur bayi. Pastikan bayi berada di tempat yang teduh dan tidak terkena sinar matahari langsung.

Waktu Terbaik untuk Menjemur Bayi

Waktu terbaik untuk menjemur bayi biasanya antara pukul 08.00 hingga 10.00 pagi. Pada waktu tersebut, sinar matahari masih lembut dan tidak terlalu terik. Hindari menjemur bayi saat matahari terik di siang hari.

Bahaya Menjemur Bayi Terlalu Lama

Menjemur bayi terlalu lama ternyata berbahaya. Risikonya termasuk kulit terbakar, dehidrasi, dan penurunan suhu tubuh. Pastikan bayi tidak terlalu lama terpapar sinar matahari dan selalu gunakan perlindungan seperti pakaian dan topi.

Share This Article
Penulis berita yang aktif menggali cerita dari sudut pandang humanis. Ia senang mengamati kebiasaan masyarakat dan perubahan kultur digital. Hobinya termasuk membuat catatan refleksi, menonton film, dan mengikuti kelas online. Motto: "Menulis adalah jembatan antara fakta dan empati."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *