Tramadol dan Exsimer: Apa Jenis Obatnya? KH Embay Mulya Syarif Minta BNN Banten Tindak Tegas Peredaranannya

Zaiful Aryanto
4 Min Read

Peringatan Serius Mengenai Penyalahgunaan Obat Keras di Banten

Tokoh masyarakat sekaligus tokoh pendiri Provinsi Banten, H Embay Mulya Syarif, menyampaikan peringatan serius terkait maraknya penyalahgunaan obat keras Tramadol dan Eksimer. Dalam pernyataannya, ia menyoroti bahwa obat-obatan ini kini diduga telah menyasar pelajar tingkat SMP, SMA, hingga mahasiswa di wilayah Banten.

Embay mengungkapkan bahwa dirinya menerima banyak informasi dari masyarakat tentang upaya sistematis yang dilakukan untuk merusak generasi muda melalui peredaran obat-obatan yang seharusnya hanya bisa dikonsumsi dengan resep dokter. Ia menegaskan bahwa anak-anak muda, pelajar, dan mahasiswa adalah harapan bangsa dan tidak boleh dihancurkan secara perlahan melalui penggunaan obat keras.

Menurutnya, masalah ini bukan sekadar kenakalan remaja, melainkan ancaman serius terhadap kualitas sumber daya manusia Banten. Penyalahgunaan Tramadol dan Eksimer berpotensi menimbulkan ketergantungan, gangguan kesehatan, serta merusak masa depan anak-anak muda.

Yang semakin memperparah situasi, kata Embay, adalah perubahan modus peredaran obat. Jika sebelumnya penjualan dilakukan dengan kamuflase toko kosmetik, kini jaringan tersebut diduga sudah menyebar ke kos-kosan, sehingga semakin sulit dilacak aparat penegak hukum. “Kalau sudah masuk ke kos-kosan, artinya ini jaringan yang terorganisasi dan sengaja mencari celah untuk menghindari pengawasan,” ujarnya.

Atas kondisi tersebut, Embay secara terbuka meminta Kepala BNN Provinsi Banten, Brigjen Pol Rohmat, untuk meningkatkan kewaspadaan dan menindak tegas serta membongkar sindikat peredaran obat keras tersebut. Ia menegaskan negara tidak boleh kalah oleh jaringan yang merusak generasi penerus bangsa. “Obat-obat itu jelas kategorinya obat keras dan harus menggunakan resep dokter. Jangan sampai anak-anak kita rusak karena pembiaran,” katanya.

Apa Itu Tramadol dan Eksimer?

Tramadol

Tramadol merupakan salah satu jenis obat yang cukup sering disalahgunakan. Bahkan, tak jarang juga yang mengalami kecanduan dari tramadol. Dikutip dari bnn.go.id, tramadol dapat digolongkan sebagai narkotika karena termasuk dalam kelas obat agonis opioid.

Obat ini biasanya diresepkan dokter sebagai analgesik atau pereda nyeri. Cara kerjanya adalah dengan mengubah respons otak dalam merasakan sakit. Tubuh manusia menghasilkan sejenis opioid yang disebut endorfin. Zat tersebut dihasilkan oleh otak, yang berikatan dengan reseptor atau bagian sel yang menerima zat tertentu. Reseptor tersebut kemudian mengurangi sinyal rasa sakit yang dikirim tubuh ke otak. Cara kerja obat tramadol bisa dibilang mirip seperti endorfin.

Efek samping dari penyalahgunaan tramadol sangat beragam, mulai dari mual, pusing, mengantuk, hingga depresi pernapasan yang berpotensi fatal. Tentunya, hal tersebut akan sangat sulit dilakukan oleh diri sendiri. Jadi, ada baiknya menghubungi dokter atau mendaftar bantuan program perawatan kecanduan (rehabilitasi) atau lembaga kesehatan lain yang dapat membantu proses pemulihan, agar aman dan tentunya berhasil.

Dampak buruk dari kecanduan tramadol antara lain:
– Ketergantungan fisik yang berbahaya
– Pecandu cenderung terus menerus mengonsumsi obat tersebut untuk menghilangkan rasa nyeri dan sakit yang diderita
– Efek samping seperti mual, muntah, sembelit, pusing, rasa kantuk, dan sakit kepala
– Kematian dan penurunan fungsi otak

Eksimer

Eksimer atau ECI (chloropromazine) adalah obat yang dikenal sebagai golongan antipsikotik fenotiazin. Obat ini bekerja untuk mengatasi gangguan mental dengan cara menghambat dopamine atau reseptor kimia pada otak. Dengan menghambat reseptor kimia ini, gangguan mental yang terjadi pada pasien dapat dikendalikan sesuai dengan jenis gejala yang dialami.

Eksimer juga dapat bekerja untuk membantu berbagai keluhan lain seperti cegukan kronis, mual, muntah, serta kondisi lain yang dapat dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter untuk dapat mendeskripsikan manfaatnya secara luas. Obat ini juga dapat memicu efek samping overdosis mulai dari cemas, tekanan darah rendah, kejang-kejang, koma, dan gangguan irama jantung.


Share This Article
Penulis yang dikenal dengan gaya bahasa lugas dan informatif. Ia aktif meliput berita cepat, tren daring, hingga liputan human interest. Hobi utamanya adalah bersepeda, menonton video edukatif, dan mencoba tempat kuliner baru. Motto: "Tulisan yang baik selalu lahir dari kejujuran."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *