Rano Karno Buka Jakarta Youth Film Festival 2026, Jakarta Kota Kita

Rizal Hartanto
4 Min Read

Jakarta Youth Film Festival 2026 Resmi Dibuka

Jakarta Youth Film Festival (J-Youth Film Fest) 2026 resmi dibuka oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Iwan Setiawan. Acara pembukaan digelar di Djakarta Theater XXI, Jakarta Pusat, pada Selasa (3/2/2026), bertema “Jakarta Kota Kita”. Acara ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Jakarta Kreatif Festival (JKF) 2026 dan Jakarta Economic Forum (JEF) 2026.

Tujuan dan Visi JYFF

Festival ini menjadi wadah bagi pelajar dan mahasiswa Jabodetabek untuk berproses dalam ekosistem perfilman. Selain itu, JYFF juga menjadi ruang kreatif bagi generasi muda untuk mengekspresikan bakat mereka dalam bidang film. Kerja sama dengan Ruang Sinema Jakarta menjadikan festival ini sebagai salah satu ajang penting dalam pengembangan ekonomi kreatif di Jakarta.

Rano Karno menyampaikan bahwa JYFF merupakan langkah strategis dalam memperkuat subsektor perfilman dan konten audiovisual di Jakarta. Ia optimistis bahwa dalam dua tahun ke depan, festival ini akan berkembang menjadi ajang film anak muda berskala internasional.

Program Pendanaan dan Kompetisi Film

BI DKI meluncurkan dua program utama dalam JYFF 2026, yaitu:

  • Jakarta Film Fund
  • Program pendanaan produksi film pendek dengan sesi mentoring bagi pelajar di wilayah Jabodetabek.
  • Tiga ide cerita terpilih akan diproduksi dan ditayangkan secara perdana pada gelaran Jakarta Film Week 2026.
  • Hadiah hingga Rp75 juta rupiah.
  • Syarat:

    • Program didedikasikan untuk pelajar SMA/SMK/MA/sederajat aktif di Jabodetabek.
    • Hanya menerima proposal ide cerita film pendek fiksi berdurasi maksimal 15 menit.
    • Cerita wajib menyisipkan pesan/adegan terkait peran Bank Indonesia seperti Cinta, bangga, dan paham rupiah, bijak berbelanja, sistem pembayaran non-tunai, pelindungan konsumen, dan ekonomi hijau.
    • Latar cerita wajib mengambil lokasi di Jakarta.
    • Pendaftaran: 3 Februari – 3 April 2026.
  • Kompetisi Film Siswa dan Mahasiswa

  • Kompetisi film pendek fiksi untuk siswa SMA/SMK/SMK/MA/sederajat dan mahasiswa aktif di Jabodetabek.
  • Lima film pendek terbaik akan terpilih menjadi pemenang untuk masing-masing kategori dan berkesempatan tayang di J-Youth Film Fest pada bulan Juli 2026.
  • Hadiah hingga Rp300 juta rupiah.
  • Syarat:
    • Film pendek fiksi produksi tahun 2024-2026.
    • Berdurasi maksimal 15 menit, tanpa batasan genre film.
    • Diutamakan film dengan pesan / adegan terkait peran Bank Indonesia seperti Cinta, bangga, dan paham rupiah, bijak berbelanja, sistem pembayaran non-tunai, pelindungan konsumen, dan ekonomi hijau.
    • Diutamakan film dengan latar cerita di Jakarta.
    • Pendaftaran: 3 Februari – 25 April 2026.

Penekanan pada Budaya dan Ekonomi Kreatif

Rano Karno menegaskan bahwa film memiliki kekuatan besar dalam membangun kesadaran, membentuk karakter, serta memperkuat identitas bangsa. Ia berharap lahir karya-karya film yang merepresentasikan Jakarta dengan segala keberagaman dan dinamika yang dimilikinya.

Selain itu, ia menyoroti potensi besar Indonesia dalam film-film pendek karya generasi muda, mulai dari kuliner, tekstil, hingga kebudayaan daerah. Menurutnya, film pendek bukanlah karya murah, melainkan karya seni yang harus diselesaikan dengan konsep yang kuat.

Peran Bank Indonesia

Iwan Setiawan menyatakan bahwa JYFF merupakan bagian dari rangkaian Jakarta Creative Festival yang akan berlangsung hingga awal Juli 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu program unggulan BI DKI Jakarta yang memberikan dampak efek pengganda besar terhadap sektor lain, seperti kuliner, transportasi, perhotelan, hingga rumah produksi.

Iwan menegaskan bahwa JYFF adalah ide orisinal dari Wakil Gubernur DKI Jakarta dan dijalankan dengan komitmen penuh untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Jakarta. Melalui film, tidak hanya industri kreatif yang dibangun, tetapi juga lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi.

Kolaborasi Lintas Sektor

Pemprov DKI Jakarta terus mendorong kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan Bank Indonesia yang memiliki jaringan perwakilan di seluruh Indonesia. Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi kekuatan besar dalam membangun basis data visual kekayaan budaya Nusantara melalui film, sekaligus memperkuat promosi Indonesia di tingkat internasional.


Share This Article
Penulis berita dengan ketertarikan pada human interest dan kisah inspiratif. Ia senang berbincang dengan masyarakat untuk memahami realitas kehidupan. Ketika tidak menulis, ia menikmati hobi memasak dan mendengar podcast. Motto: "Menulis adalah cara merawat empati."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *