Sejarah yang Tak Terlupakan di Palagan Sidobunder
Di tengah kota Kebumen, tepatnya di Desa Sidobunder, terdapat tugu yang berdiri kokoh sebagai pengingat akan perjuangan para tentara pelajar dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Tugu ini menjadi saksi bisu dari peristiwa penting yang dikenal dengan nama Palagan Sidobunder, sebuah pertempuran yang terjadi pada 31 Desember 1948.
Herman Yosep Fernandez, seorang pria kelahiran Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), adalah salah satu tokoh penting dalam sejarah perjuangan ini. Ia bersama sejumlah tentara pelajar lainnya berjuang melawan pasukan Belanda yang ingin menguasai Kota Yogyakarta, ibu kota negara saat itu. Meskipun namanya tidak sepopuler pahlawan-pahlawan lain yang sering disebut dalam buku sejarah, perjuangan Herman tetap menjadi bagian penting dalam sejarah kemerdekaan Indonesia.
Pada Jumat (6/2/2026), Grace Siahaan Njo, salah satu saudara dari Herman Yosep Fernandez, bersama tim dari Jakarta melakukan silaturahmi dengan perangkat desa dan sesepuh pelaku sejarah di Desa Sidobunder. Acara ini bertajuk “Napak Tilas Perjuangan Herman Yoseph Fernandez Cahaya Dari Timur Untuk Indonesia” dan digelar di Balai Desa Sidobunder.
Grace menyampaikan bahwa Herman merupakan anak keempat dari 12 bersaudara. Ia juga menjelaskan bahwa ibunya adalah anak kedelapan dari keluarga besar tersebut. Menurutnya, perjuangan Herman harus terus dikenang, baik oleh masyarakat Flores Timur maupun oleh bangsa dan negara secara keseluruhan.
Ia menambahkan bahwa dengan mengangkat Herman sebagai pahlawan nasional, wilayah Sidobunder di Kabupaten Kebumen juga akan mendapatkan tempat dalam catatan sejarah kemerdekaan Indonesia. Palagan Sidobunder, kata Grace, adalah salah satu catatan penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan.
Napak tilas ini, menurut Grace, bukan hanya sekadar mengenang sosok Herman, tetapi juga menjadi ruang refleksi tentang perjalanan hidup pemuda asal Flores yang merantau ke tanah Jawa. Dengan cita-citanya menjadi seorang guru, akhirnya Herman justru terlibat dalam perjuangan kemerdekaan. Ia mengatakan bahwa cita-cita Herman tidak hilang, melainkan berubah wujud. Meski tidak sempat mengajar di kelas, ia mengajar melalui kehidupannya dan akhirnya melalui pengorbanan tertinggi di medan perjuangan.
Melalui napak tilas ini, Grace berharap dukungan terhadap Herman Yoseph Fernandez sebagai calon pahlawan nasional tidak hanya datang dari Flores Timur, tetapi juga dari Sidobunder, Kabupaten Kebumen, yang merupakan tempat perjuangan Herman bersama tentara pelajar.
Grace mengungkapkan rasa haru saat pertama kali menginjakkan kaki di Sidobunder, tempat pamannya dulu berjuang. Ia merasa ada kekuatan dan dukungan yang diberikan oleh sesepuh pelaku sejarah di Desa tersebut.
Penasehat tim pengusul, Letjen (Purn) Kiki Syahnakri, menjelaskan bahwa Palagan Sidobunder memiliki nilai strategis dalam sejarah kemerdekaan RI. Sayangnya, masih banyak orang yang belum mengetahuinya. Melalui pengusulan Herman Yoseph Fernandez, diharapkan sejarah Palagan Sidobunder dapat lebih dikenal masyarakat luas.
Ketua Tunas Patria Putera Puteri Tentara Pelajar Kabupaten Kebumen, Bambang Priyambodo, mengatakan bahwa Herman Yosep Fernandez adalah bagian dari tentara pelajar yang berjuang bersama ayahnya zaman dulu. Pengusulan sebagai calon pahlawan nasional merupakan kesempatan yang baik bagi masyarakat Flores untuk mengangkat putra daerah menjadi pahlawan nasional.
Kepala Desa Sidobunder, Sarno, menyampaikan bahwa Pemdes dan masyarakat sangat mendukung usulan Herman Yoseph Fernandez menjadi pahlawan nasional. Ia berharap Presiden Prabowo Subianto dapat menyetujui usulan tersebut karena perjuangan Herman di Desa Sidobunder waktu itu luar biasa.