Seminar Kesehatan di Sentra Medika Hospital Minut Fokus pada Stroke dan Serangan Jantung
Seminar kesehatan dengan tajuk “Siaga Stroke dan Jantung” digelar oleh Sentra Medika Hospital Minahasa Utara (Minut), Sulawesi Utara, pada Jumat (10/4/2026). Acara ini berlangsung di Auditorium Lantai 6 Sentra Medika Hospital Minut, yang terletak di Jalan Ir Soekarno, Desa Maumbi, Kecamatan Kalawat. Tujuan dari seminar ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pencegahan dan penanganan dini terhadap stroke dan serangan jantung.
Ns Yosa, perwakilan manajemen Sentra Medika Hospital Minut, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen rumah sakit dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Ia menekankan bahwa situasi darurat seperti stroke dan serangan jantung bisa terjadi di mana saja, baik di dekat fasilitas kesehatan maupun jauh dari tenaga medis. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk memiliki rasa kesiapsiagaan yang tinggi.
Narasumber Terkemuka Hadir dalam Seminar
Seminar ini menghadirkan dua narasumber ahli, yaitu dr Denny Ngantung Sp.S (K) yang merupakan spesialis neurologi konsultan, dan dr Andre Awaloei Sp.JP (K) yang merupakan spesialis jantung dan pembuluh darah konsultan. Mereka membagikan pengetahuan mendalam tentang penyebab, gejala, serta cara penanganan stroke dan serangan jantung.
Menurut dr Denny Ngantung, stroke menjadi penyebab kematian urutan ketiga setelah penyakit jantung dan kanker. Ia menyampaikan bahwa penyebab utama stroke di dunia adalah faktor-faktor seperti tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol, kadar lemak atau kolesterol yang tinggi, serta gula darah yang tidak stabil. Ia juga menjelaskan bahwa jika seseorang mengalami stroke hiper akut dan segera mendapatkan pengobatan dalam waktu kurang dari 4,5 jam, ada kemungkinan besar untuk pulih tanpa mengalami kecacatan permanen.
Gejala stroke, menurut dr Denny, dapat dikenali melalui singkatan FAST: Face (wajah turun), Arm (lengan melemah), Speech (bicara sulit), dan Time (segera hubungi layanan darurat). Ia menekankan pentingnya segera membawa pasien ke rumah sakit agar bisa dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan prosedur Code Stroke segera dilakukan.
Penanganan Serangan Jantung yang Cepat
Materi kedua disampaikan oleh dr Andre Awaloei, yang menjelaskan pentingnya Golden Time 90 menit dalam penanganan serangan jantung. Menurutnya, jika seseorang mengalami serangan jantung, waktu antara kontak pertama dengan petugas medis hingga pemasangan alat resusitasi harus dilakukan dalam waktu 90 menit. Setiap keterlambatan selama 30 menit, risiko kematian meningkat sebesar 7,5% dalam 30 hari.
dr Andre menjelaskan bahwa serangan jantung dapat dibayangkan seperti irigasi di sawah. Jika saluran air tersumbat, sawah akan layu dan mati. Begitu pula dengan jantung, pompa darah yang terus-menerus bekerja. Jika ada gangguan atau blokade, otot jantung akan melemah dan akhirnya mati. Oleh karena itu, penanganan yang cepat sangat penting untuk memperbaiki aliran darah dan menyelamatkan nyawa.
Pentingnya Edukasi dan Kesadaran Masyarakat
Dalam seminar ini, hadir para pemangku kepentingan seperti direktur rumah sakit, kepala Puskesmas, dinas kesehatan di Minut, tokoh masyarakat, dan tokoh agama. Semua peserta sepakat bahwa kesadaran masyarakat tentang stroke dan serangan jantung harus ditingkatkan. Hal ini bertujuan untuk menurunkan angka kematian dan kecacatan akibat kondisi tersebut.
Dengan adanya seminar ini, diharapkan masyarakat Minahasa Utara lebih waspada terhadap gejala-gejala yang muncul dan segera melakukan tindakan yang tepat. Kesadaran akan pentingnya waktu dalam penanganan darurat menjadi kunci untuk menyelamatkan nyawa dan mencegah kerugian yang lebih besar.