Setelah Dibentak Ammar Zoni, Kamelia Menyerah dan Berhenti Minta Dinikahi

Hartono Hamid
4 Min Read

Kamelia dan Ammar Zoni: Hubungan yang Diuji oleh Kasus Hukum

Kamelia, seorang dokter gigi, mengungkapkan bahwa dirinya dan aktor Ammar Zoni pernah memiliki rencana untuk melangkah ke jenjang pernikahan. Namun, rencana tersebut harus ditunda karena Ammar sedang menjalani proses hukum terkait dugaan peredaran narkoba. Meskipun selama ini Kamelia aktif dalam mendampingi Ammar, ia menegaskan bahwa tidak ada tuntutan balasan berupa pernikahan.

Rencana Pernikahan yang Tertunda

Menurut Kamelia, hubungan antara dirinya dan Ammar sebenarnya sudah menuju ke arah pernikahan. Namun, situasi hukum yang dihadapi Ammar memaksa mereka untuk menunda pembicaraan tentang masa depan hubungan.

“Kalau soal hati kan emang sebelum ada masalah gini, jujur emang kita sudah punya komitmen ke arah sana,” ujar Kamelia, dikutip dari YouTube Insertlive.

Ia menambahkan bahwa fokus utama saat ini adalah menghadapi persidangan. “Cuman kan setelah ada kasus ini kita jadi lebih mengutamakan permasalahan di persidangan dulu gitu,” katanya.

Peran Kamelia dalam Proses Hukum

Selama proses hukum berlangsung, Kamelia tetap aktif mendampingi Ammar. Meski begitu, ia menegaskan bahwa tidak ada harapan atau tuntutan untuk menikahi Ammar. Menurutnya, segala keputusan akan bergantung pada situasi setelah perkara hukum selesai.

“Balik lagi aku selalu bilang, aku tuh tidak ngoyo untuk mentang-mentang aku yang ngurusi Bang Ammar, aku harus ‘Bang Amar harus nikahin gue’. Enggak gitu,” ucap Kamelia.

Ia juga percaya bahwa jodoh sepenuhnya berada dalam ketentuan Tuhan. “Jalanin aja sesuai skenario Allah. Balik lagi jodoh, maut, rezeki itu kan di tangan Allah gitu ya,” tambahnya.

Insiden Bentakan di Sidang

Peristiwa lain yang menjadi sorotan publik terjadi saat sidang kasus narkoba Ammar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Dalam persidangan lanjutan tersebut, saksi yang diharapkan dapat meringankan posisi Ammar justru tidak hadir. Ketidakhadiran saksi itu membuat suasana tegang, dan Ammar sempat meluapkan kekesalannya kepada Kamelia setelah persidangan berakhir.

Bentakan tersebut sempat membuat Kamelia merasa kecewa hingga menangis. Menurut penuturan Kamelia, Ammar mengira dirinya bertanggung jawab atas absennya saksi tersebut.

“Bang Ammar kan tahunya nih aku yang dari awal ngurusin dia. Jadi ketika waktu itu saksi enggak datang, dipikirnya, ‘Kok kamu bisa sih sampai saksi enggak datang’ gitu loh,” tutur Kamelia, dikutip dari YouTube TRANS TV Official.

Penjelasan Kamelia Mengenai Saksi

Kamelia kemudian menjelaskan bahwa urusan saksi sebenarnya berada di bawah tanggung jawab tim penasihat hukum. “Terus aku bilang, ‘Loh kan itu udah urusan PH (penasihat hukum), bukan urusan aku gitu’. Aku cuman ya kalau orang mau jadi saksi itu ngehubunginnya ke aku. Karena mereka pasti ngelihatnya ke orang terdekatnya dong. Nah, baru habis itu aku lempar ke PH,” ujar Kamelia.

“Dari situ, aku udah enggak tahu lagi gimana,” sambungnya. Ia juga mengakui tidak mendampingi saksi terakhir pada hari persidangan tersebut.

“Karena waktu itu aku emang enggak ngedampingin saksi terakhir ini, gitu,” selorohnya.

Persepsi Publik yang Berbeda

Kamelia menilai situasi yang terjadi sebenarnya bukanlah bentakan seperti yang dipersepsikan publik. Menurutnya, Ammar hanya berusaha menjelaskan sesuatu saat dirinya hendak pulang lebih dulu.

“Jadi sebenarnya itu bukan nada tinggi. Dia kayak pengin ngejelasin, aku enggak marah loh. Aku tuh cuma (bilang), ‘Yang, aku pulang’. Makanya Ammar bilang gitu. Nanti dulu pulangnya, maksudnya. Karena biasanya kan aku suka nungguin dia sampai selesai baru pergi ke mobil gitu,” kenang Kamelia.

Share This Article
Penulis berita yang aktif menggali cerita dari sudut pandang humanis. Ia senang mengamati kebiasaan masyarakat dan perubahan kultur digital. Hobinya termasuk membuat catatan refleksi, menonton film, dan mengikuti kelas online. Motto: "Menulis adalah jembatan antara fakta dan empati."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *