Suara Terdengar Paling Keras di Bumi Asal Indonesia

Hartono Hamid
5 Min Read

Perburuan Suara Paling Keras yang Pernah Direkam

Menentukan “suara paling keras yang pernah direkam” bukanlah hal yang mudah. Jawabannya bergantung pada bagaimana kita mendefinisikan suara dan jenis pengukuran yang dianggap sah: apakah berdasarkan laporan historis atau data dari instrumen ilmiah modern. Konser musik, kembang api, hingga sorakan di stadion bisa menghasilkan suara yang sangat keras — cukup untuk merusak pendengaran. Namun, peristiwa apa yang benar-benar mencatatkan suara paling keras sepanjang sejarah manusia?

Krakatau 1883: Kandidat Terkuat dalam Sejarah

Letusan Gunung Krakatau di Indonesia pada tahun 1883 sering dianggap sebagai suara paling keras yang pernah ada. Dampaknya luar biasa:

  • Ledakannya terdengar hingga 3.000 km jauhnya.
  • Barometer di seluruh dunia mencatat gelombang tekanannya.
  • Pada jarak 160 km, intensitas suaranya diperkirakan mencapai 170 desibel — cukup untuk menyebabkan kerusakan pendengaran permanen.
  • Pada jarak 64 km, beberapa pelaut melaporkan gendang telinga pecah akibat dentuman tersebut.

Sebagai perbandingan, suara vacuum cleaner memiliki intensitas 75 dB, gergaji mesin 110 dB, mesin jet 140 dB, dan ambang nyeri manusia sekitar 140 dB. Menurut penelitian modern, dentuman Krakatau diperkirakan mencapai 310 desibel. Pada tingkat ini, gelombang suara tidak lagi berperilaku sebagai suara biasa. Melebihi 194 desibel, suara berubah menjadi gelombang kejut — gelombang tekanan yang mampu bepergian lebih cepat daripada kecepatan suara. Tak heran gelombang kejut Krakatau mengelilingi Bumi tujuh kali.

Namun, para ilmuwan tetap berhati-hati. Michael Vorländer, profesor di RWTH Aachen University, menegaskan bahwa tidak ada pengukuran langsung di sumbernya:

“Asumsi mengenai propagasi suara bisa dibuat, tetapi ketidakpastiannya sangat besar,” ujarnya.

Tunguska 1908: Dentuman Meteor yang Tak Kalah Dahsyat

Kandidat lain adalah ledakan meteor Tunguska di Siberia pada tahun 1908. Ledakan ini meratakan pepohonan di area seluas ratusan kilometer persegi. Estimasi menunjukkan intensitasnya berada pada kisaran 300–315 desibel, sebanding dengan Krakatau. Namun seperti Krakatau, pengukurannya hanya berasal dari instrumen yang berada sangat jauh dari pusat ledakan.

Era Modern: Pemenangnya adalah Letusan Hunga Tonga (2022)

Jika pertanyaannya dibatasi pada era modern — saat dunia telah memiliki jaringan sensor global — maka jawabannya jauh lebih jelas. Menurut David Fee, profesor riset di University of Alaska Fairbanks: “Saya percaya suara ‘terkeras’ yang direkam adalah letusan Hunga Tonga pada Januari 2022.” Letusan bawah laut ini menghasilkan gelombang suara yang mengelilingi Bumi berkali-kali, dan terdengar oleh manusia sampai ribuan kilometer, termasuk di Alaska dan Eropa. Suaranya bahkan tercatat jelas oleh jaringan sensor modern (infrasound dan barometer).

Milton Garces, Direktur Infrasound Laboratory, Universitas Hawaii, sependapat: “Jika pertanyaannya adalah apa suara paling keras di era digital modern, tanpa ragu jawabannya adalah Tonga 2022.” Di stasiun terdekat, sekitar 68 km dari sumber, tekanan gelombang mencapai 1.800 pascal — angka yang luar biasa besar. Jika diubah secara kasar menjadi skala desibel pada jarak 1 meter, hasilnya sekitar 256 dB. Namun Garces menegaskan: “Mengubahnya ke desibel biasa adalah praktik yang buruk. Ini bukan gelombang suara normal.”

Dekat sumbernya, gelombang tersebut lebih mirip dorongan udara super cepat hasil ledakan besar — terlalu besar untuk masuk ke definisi desibel konvensional.

Suara Buatan Manusia: Lebih ‘Sunyi’ Meski Besar

Menariknya, gelombang tekanan terkuat yang pernah dibuat manusia justru tidak terdengar. Contohnya, eksperimen laboratorium menggunakan laser sinar-X yang menembakkan jet air mikroskopik hingga menghasilkan tekanan setara 270 dB — lebih besar dari suara roket Saturn V (203 dB). Namun, karena dilakukan dalam ruang hampa, gelombang tersebut tidak menghasilkan suara. Garces menjelaskan: “Tekanan dalam ruang hampa itu seperti tekanan di luar angkasa. Supernova bisa menghasilkan tekanan raksasa, tetapi itu bukan ‘suara’.”

Jadi, Apa Suara Terkeras yang Pernah Tercatat?

Jika melihat sejarah panjang Bumi, maka Krakatau 1883 dan Tunguska 1908 adalah dua peristiwa paling bising yang pernah dialami manusia. Namun dalam dunia ilmiah modern, dengan pengukuran sensor global yang presisi, Hunga Tonga 2022 memegang gelar suara paling keras yang benar-benar direkam. Seperti disimpulkan Garces: “Untuk gelombang mirip suara paling kuat yang tercatat di era modern, Tonga 2022 adalah juaranya.”

Share This Article
Penulis berita yang aktif menggali cerita dari sudut pandang humanis. Ia senang mengamati kebiasaan masyarakat dan perubahan kultur digital. Hobinya termasuk membuat catatan refleksi, menonton film, dan mengikuti kelas online. Motto: "Menulis adalah jembatan antara fakta dan empati."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *