Peristiwa Penangkapan dan Pemukulan Aktivis KNPB di Jayapura
Peringatan Ulang Tahun The United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) ke-11 di lapangan BTN Matoa, Sentani, Kabupaten Jayapura, Sabtu (6/12/2025) berujung pada penangkapan enam aktivis Komisi Nasional Papua Barat (KNPB). Selain itu, tujuh aktivis lainnya mengalami pemukulan dari oknum aparat polisi. Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran terhadap hak asasi manusia dan kemerdekaan berpendapat di wilayah Papua.
Identitas Aktivis yang Ditangkap
Berikut adalah nama-nama aktivis KNPB yang ditangkap oleh aparat kepolisian:
- Yanius Wuyndam
- Nando Pase
- Melky Pase
- Agus Deal
- Demanus Deal
- Nesta Enambere
KNPB adalah sebuah organisasi politik dan gerakan akar rumput di Papua yang berfokus pada advokasi hak penentuan nasib sendiri bagi rakyat Papua Barat. Organisasi ini juga menyebarkan informasi terkait isu-isu hak asasi manusia dan demokrasi.
Korban Pemukulan
Selain penangkapan, tujuh aktivis KNPB lainnya mendapatkan tindakan pemukulan dari aparat polisi. Berikut adalah daftar korban:
- Fengky Kogoya, kena pukul di bibir hingga pecah berdarah
- Dortius Tengket, kena pukul di bibir hingga pecah berdarah
- Lukas Deal, kena pukul di bagian kepala belakang
- Thyna Lokon, kena pukul di bagian kepala belakang hingga berlumuran darah
- Rambo Wenda, kena pukul di bagian kepala dan tangan hingga mengalami luka-luka
- Erson T Kalaka, kena pukulan di lengan
- Elky Matuan, kena pukul di lengan
Kronologi Kejadian
Menurut laporan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 08.20 – 09.53 WIT. Sejumlah anggota KNPB dan masyarakat dari berbagai sektor berkumpul di lapangan BTN Matoa untuk mengikuti perayaan Ulang Tahun ULMWP ke-11. Dalam perayaan tersebut, KNPB juga membagikan selebaran aksi damai memperingati hari HAM Sedunia pada 10 Desember 2025.
Pukul 10.56 WP, aparat kepolisian datang dan mencoba melakukan negosiasi. Namun, polisi kemudian menerjunkan personel secara membabi buta terhadap aktivis KNPB. Enam anggota KNPB dipukul saat Ketua Umum KNPB Sentani Sadracks Lagoan hendak bernegosiasi dengan aparat kepolisian.
Pukul 11.03 WIT, semua aktivis dan rakyat dipukul dan dilakukan penangkapan. “Aparat langsung memukul menggunakan karet mati dan bambu,” kata Sadracks Lagoan. Pukul 11.21 WIT, aparat kepolisian membawa 6 anggota KNPB, dan 1 motor diangkut ke Polres Jayapura. Sampai saat ini, sebagian kepolisian masih mengepung Jalan Matoa Sentani.
Penangkapan Oleh Polres Jayapura
Kasat Reskrim Polres Jayapura AKP Alamsyah Ali mengaku melakukan penangkapan terhadap enam orang. Menurutnya, saat ini mereka masih diperiksa di Polres Jayapura. Namun, Alamsyah menolak memberikan informasi lebih lanjut soal pemukulan aparat kepada anggota KNPB di BTN Matoa. “Nanti dua jam lagi setelah penyidikan, saya baru bisa beri keterangan,” ujarnya.
Profil KNPB
Komisi Nasional Papua Barat (KNPB) adalah sebuah organisasi politik dan gerakan akar rumput di Papua yang berfokus pada advokasi hak penentuan nasib sendiri bagi rakyat Papua Barat. KNPB adalah gerakan pro-kemerdekaan yang beroperasi terutama di wilayah Papua dan Papua Barat. Organisasi ini bukan partai politik resmi, melainkan jaringan aktivis dan kelompok masyarakat.
Tujuan KNPB antara lain:
- Mendorong referendum sebagai cara sah untuk menentukan masa depan politik Papua.
- Mengampanyekan isu-isu hak asasi manusia, demokrasi, dan penentuan nasib sendiri.
- Melakukan demonstrasi damai, kampanye publik, dan penyebaran informasi terkait isu politik dan HAM di Papua.
KNPB menegaskan bahwa perjuangannya dilakukan secara non-kekerasan, meskipun pemerintah Indonesia sering menganggap aktivitas KNPB sebagai separatis. Dalam perspektif pemerintah Indonesia, KNPB dianggap sebagai organisasi ilegal yang mendukung pemisahan diri dari NKRI. Aparat sering membubarkan aksi KNPB dan menahan anggotanya karena dianggap melanggar hukum terkait keutuhan negara.
Profil ULMWP
The United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) adalah organisasi payung yang menyatukan berbagai kelompok pro-kemerdekaan Papua Barat untuk memperjuangkan hak penentuan nasib sendiri di tingkat internasional. Organisasi ini berfokus pada diplomasi internasional, advokasi HAM, dan kampanye politik untuk kemerdekaan Papua Barat.
ULMWP dibentuk pada Desember 2014 dalam sebuah pertemuan di Vanuatu. Tujuannya adalah menyatukan suara berbagai faksi gerakan Papua merdeka, yang sebelumnya berjalan sendiri-sendiri.