Tantangan yang Dihadapi Industri Media Indonesia
Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Wahyu Dhyatmika, menyatakan bahwa industri media di Indonesia sedang menghadapi tantangan berat akibat dua fenomena besar dalam setahun terakhir. Kedua hal tersebut dikenal sebagai double squeeze, yang memengaruhi keberlangsungan bisnis dan kualitas konten jurnalistik.
Fenomena Pertama: Generative AI dan Zero Click
Fenomena pertama adalah maraknya penggunaan alat generative AI seperti ChatGPT, serta munculnya fitur AI Overview di mesin pencari. Fitur ini memicu fenomena zero click, di mana pengguna tidak perlu mengklik tautan berita karena ringkasan sudah tersedia langsung di halaman hasil pencarian. Akibatnya, banyak media mengalami penurunan signifikan dalam trafik organik, bahkan hingga lebih dari 50 persen.
Fenomena Kedua: Aktivitas Crawler AI
Fenomena kedua adalah meningkatnya aktivitas crawler AI yang mengakses situs media untuk merekam dan melatih model berbasis konten jurnalistik. Wahyu menjelaskan bahwa ada peningkatan jumlah bots yang masuk ke website media tanpa adanya kesepakatan lisensi. Hal ini menyebabkan penurunan trafik sekaligus penggunaan konten tanpa imbalan ekonomi yang adil.
Solusi yang Diterapkan oleh AMSI
Untuk menghadapi tantangan ini, AMSI telah melakukan beberapa upaya. Salah satunya adalah dengan membuat infrastruktur baru yang diadopsi dari OpenMind, sebuah infrastruktur open source dari Amerika Serikat. Infrastruktur ini dirancang untuk memantau akses crawler AI, mencatat aktivitasnya, dan membuka ruang negosiasi kompensasi.
Uji coba awal telah dilakukan pada tiga media anggota AMSI dan akan segera disosialisasikan lebih luas. Namun, berdasarkan review kecil terhadap sebagian anggotanya, AMSI menemukan bahwa pemahaman mengenai robot.txt masih sangat minim. Dari 500 anggota asosiasi, hanya kurang dari 5 persen yang sudah memasang robot.txt dan melakukan whitelist maupun blacklist untuk crawler yang masuk ke website.
Peran Regulasi dalam Melindungi Konten Jurnalistik
Di tingkat ekosistem, Wahyu menekankan pentingnya regulasi yang lebih kuat untuk melindungi konten jurnalistik. Ini bisa dilakukan melalui revisi Undang-undang Hak Cipta, penguatan publisher rights, maupun regulasi turunan lainnya. Regulasi ini dinilai krusial untuk memperkuat posisi tawar media dalam bernegosiasi dengan platform digital global.
Peningkatan Pemahaman Internal Perusahaan
Di sisi internal perusahaan, publisher didorong untuk lebih memahami aset data yang dimiliki, diferensiasi produk jurnalistik, serta kebutuhan audiens. Dengan pendekatan berbasis data dan pemanfaatan AI secara strategis untuk meningkatkan produktivitas redaksi dan inovasi bisnis, diharapkan lahir model bisnis baru yang lebih berkelanjutan.
Kolaborasi Lintas Sektor
Forum ini menegaskan bahwa tantangan AI tidak dapat dihadapi secara individual. Diperlukan langkah kolektif, kolaborasi lintas sektor, serta solidaritas industri agar media Indonesia tetap relevan, independen, dan berdaya saing di era transformasi digital.
Peran BBC Media Action dalam Penelitian AI
Country Director Indonesia and Pacific BBC Media Action, Rachel McGuinn, menjelaskan bahwa AI telah membawa perubahan signifikan bagi industri media, termasuk di Indonesia. Tim peneliti BBC Media Action mengembangkan panduan riset untuk memetakan secara lebih mendalam mengenai yang sebenarnya terjadi pada jurnalis Indonesia dalam menghadapi perkembangan AI, serta mempelajari dampak teknologi ini dalam memengaruhi praktik dan ekosistem kerja.
Proyek pengembangan panduan riset yang dinamakan Public Interest Media and Healthy Information Environments (PIMHIE) ini merupakan bagian dari program global yang juga dilaksanakan di Sierra Leone, Peru, dan Zambia.
Pentingnya Kolaborasi Global dan Lokal
Kebutuhan akan platform yang menjembatani riset global, keahlian di tingkat internasional, dan praktik media lokal kian mendesak. Oleh karena itu, Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) bekerja sama dengan BBC Media Action melalui proyek Public Interest Media and Healthy Information Environments (PIMHIE) berupaya menjawab kesenjangan tersebut dengan mendiseminasikan riset terkait AI yang relevan bagi ruang redaksi, sekaligus memfasilitasi dialog mengenai keberlanjutan bisnis media di era AI.
Dengan mempertemukan praktisi media, regulator, asosiasi industri, serta pemangku kepentingan di sektor teknologi, forum ini ditujukan untuk mendorong diskusi yang berbasis informasi, kolaborasi lintas sektor, dan pembelajaran bersama. Pertemuan ini juga menjadi momentum untuk mempererat jejaring dan solidaritas komunitas media Indonesia beserta para mitranya dalam menghadapi tantangan transformasi digital.