Contoh Soal TAM Profesional dan Jawaban untuk Persiapan PPG Fiqih 2025
Berikut ini adalah contoh soal TAM profesional atau Soal Tes Akhir Modul Profesional PPG Fiqih 2025. Tentu saja, contoh soal Tes Akhir Modul Profesional PPG Fiqih ini sudah dilengkapi dengan jawabannya untuk bahan belajar di rumah. Melalui Latihan Soal Tes Akhir Modul Profesional PPG Fiqih, calon guru dapat mengevaluasi pemahaman mereka terhadap kurikulum, strategi pembelajaran, dan materi Fiqih. Dengan berlatih Latihan Soal Tes Akhir Modul Profesional PPG Fiqih, peserta dapat mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan dalam penguasaan materi. Latihan ini juga membantu mempersiapkan diri menghadapi asesmen akhir secara optimal.
Karena salah satu tahapan penting dalam Pembelajaran Mandiri di PPG Kemenag 2025 batch 3 adalah mengerjakan Tes Akhir Modul Profesional. Durasi mengerjakan Tes Akhir Modul adalah 75 menit dengan jumlah soal sebanyak 50 butir. Selain itu, bapak/ibu guru Fiqih bisa mengerjakan Tes Akhir Modul sebanyak tiga kali. Namun, hanya nilai tertinggi yang akan diambil. Oleh karena itu, Bapak/ibu guru mapel Fiqih perlu berlatih soal Tes Akhir Modul Profesional agar terbiasa mengerjakan soal-soal yang kemungkinan akan muncul.
Yuk jawab contoh Soal Tes Akhir Modul Profesional PPG Fiqih berikut:
- Seorang pria berencana untuk menikah lagi dan menjalani poligami, tetapi istrinya menolak dengan alasan ingin menjaga keharmonisan keluarga dan kesejahteraan anak-anak mereka. Dalam konteks masyarakat modern yang menekankan keadilan, hak perempuan, dan kesejahteraan keluarga, bagaimana pendekatan yang seharusnya diambil untuk menyikapi isu poligami ini sesuai dengan nilai-nilai Islam dan realitas sosial saat ini ….
A. Menjalankan poligami tanpa perlu izin istri pertama karena secara syariat seorang pria diperbolehkan menikah lebih dari satu.
B. Memastikan kesiapan finansial dan emosional sebelum berpoligami, serta mendapatkan izin dari istri pertama sebagai bentuk penghormatan terhadap haknya.
C. Menjalankan poligami secara diam-diam agar tidak menimbulkan konflik dalam rumah tangga dan tetap menjalankan tanggung jawab sebagai suami.
D. Menolak poligami secara mutlak karena tidak sesuai dengan prinsip kesetaraan gender dalam masyarakat modern.
E. Mengutamakan konsultasi dengan ulama dan psikolog keluarga untuk mempertimbangkan dampak poligami terhadap istri, anak-anak, dan kesejahteraan keluarga.
Kunci Jawaban: E
- Dalam era modern, pernikahan mut’ah atau nikah sementara masih menjadi perdebatan di kalangan umat Islam. Beberapa kelompok menganggapnya sebagai praktik yang pernah diperbolehkan pada masa Rasulullah. Sementara mayoritas ulama menganggapnya tidak sah dan bertentangan dengan prinsip pernikahan dalam Islam. Dalam konteks sosial dan hukum Islam saat ini, bagaimana pendekatan yang tepat dalam memahami dan menyikapi fenomena nikah mut’ah ….
A. Mengizinkan nikah mut’ah sebagai solusi bagi mereka yang belum siap menikah secara permanen tetapi ingin menghindari zina.
B. Melarang nikah mut’ah karena bertentangan dengan tujuan utama pernikahan dalam Islam, yaitu membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah.
C. Mengadaptasi konsep nikah mut’ah dengan menyesuaikannya dengan hukum negara dan prinsip pernikahan yang berlaku di masyarakat.
D. Menerapkan nikah mut’ah dalam kondisi tertentu, seperti situasi perang atau darurat, sebagaimana pernah terjadi pada masa awal Islam.
E. Menyerahkan keputusan tentang nikah mut’ah kepada individu masing-masing, karena hukum pernikahan bisa berbeda berdasarkan budaya dan kondisi sosial.
Kunci Jawaban: B
- Sistem perbankan modern, hampir semua transaksi keuangan di bank konvensional melibatkan bunga (riba). Namun, ada perbedaan pandangan mengenai hukum bunga bank dalam Islam, terutama terkait dengan kemudahan transaksi dan kebutuhan ekonomi umat. Bagaimana sikap yang seharusnya diambil seorang Muslim dalam menyikapi bunga bank konvensional berdasarkan prinsip ekonomi Islam…
A. Menghindari segala bentuk bunga bank karena riba diharamkan secara mutlak dalam Al-Qur’an dan Hadis.
B. Menggunakan layanan bank konvensional tanpa rasa khawatir, karena bunga bank berbeda dengan riba yang disebut dalam Al-Qur’an.
C. Memanfaatkan bank syariah sebagai alternatif agar transaksi keuangan tetap sesuai dengan prinsip Islam.
D. Menggunakan bank konvensional hanya untuk kebutuhan tertentu, seperti menyimpan uang, tetapi menghindari transaksi berbasis bunga.
E. Mengabaikan hukum riba dalam perbankan modern karena sistem ekonomi global sulit dihindari dan semua orang membutuhkannya.
Kunci Jawaban: C
- Dalam perbankan konvensional, nasabah sering dikenakan berbagai biaya (fee) untuk layanan tertentu, seperti administrasi rekening, transfer antarbank, dan biaya kartu kredit. Beberapa pihak menganggap fee ini berbeda dengan riba, sementara yang lain mengkhawatirkan kesesuaiannya dengan prinsip syariah. Dalam konteks ekonomi Islam, bagaimana sebaiknya seorang Muslim menyikapi keberadaan fee dalam perbankan konvensional ….
A. menolak semua jenis fee dalam perbankan konvensional karena berpotensi termasuk riba yang dilarang dalam Islam.
B. menerima fee sebagai bentuk kompensasi atas jasa yang diberikan bank, selama tidak terkait dengan pinjaman berbunga
C. menggunakan layanan bank syariah yang menerapkan fee berbasis akad Islami agar lebih sesuai dengan prinsip syariah.
D. menghindari perbankan konvensional sepenuhnya karena fee dan bunga sulit dibedakan dalam praktiknya.
E. menganggap fee sebagai hal yang wajar dalam sistem keuangan modern dan tidak perlu dipermasalahkan dalam konteks syariah.
Kunci Jawaban: B
- Dalam konteks pendidikan nilai di era modern, pengajaran fikih kontemporer memerlukan pendekatan yang lebih relevan dengan tantangan sosial, teknologi, dan budaya saat ini. Seorang pendidik ingin mengajarkan nilai-nilai fikih kepada siswa agar mereka dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam masalah ekonomi, sosial, dan hukum. Bagaimana pendekatan yang paling tepat untuk mengintegrasikan pendidikan nilai dalam fikih kontemporer agar lebih efektif di kalangan generasi muda?
A. Mengajarkan fikih dengan fokus pada hukum-hukum klasik tanpa mempertimbangkan perkembangan sosial dan teknologi masa kini.
B. Menerapkan metode pengajaran yang hanya berfokus pada pelajaran teori tanpa memberi ruang untuk diskusi tentang permasalahan kontemporer.
C. Menggunakan pendekatan berbasis kasus (case study) yang relevan dengan isu sosial dan teknologi saat ini, serta mengajak siswa berdiskusi tentang solusi fikih untuk tantangan kontemporer.
D. Mengajarkan fikih melalui pendekatan yang terlalu konservatif, menghindari topik-topik yang dianggap kontroversial dalam masyarakat modern.
E. Menyediakan materi fikih yang bersifat normatif dan tidak memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengkritisi atau mengembangkan pemahaman mereka tentang hukum Islam.
Kunci Jawaban: C
- Seorang petani memiliki sebidang tanah yang ia sewakan kepada orang lain untuk ditanami padi. Hasil panen dari tanah tersebut mencapai 10 ton gabah dalam satu musim. Berdasarkan prinsip zakat dalam Islam, bagaimana ketentuan zakat atas hasil panen dari tanah yang disewakan ….
A. pemilik tanah wajib membayar zakat 10% dari hasil panen karena tanah miliknya menghasilkan keuntungan.
B. penyewa tanah wajib membayar zakat 5% atau 10% tergantung pada cara pengairan yang digunakan.
C. baik pemilik tanah maupun penyewa tanah harus membayar zakat masing-masing 5 persen
D. tidak ada kewajiban zakat atas hasil panen dari tanah sewaan karena kepemilikannya tetap pada pemilik tanah.
E. pemilik dan penyewa dapat berbagi pembayaran zakat sesuai kesepakatan karena keduanya mendapatkan manfaat dari hasil panen.
Kunci Jawaban: B
[…]
Tips dan Strategi untuk Menghadapi Soal-soal PPG Fiqih
Untuk mempersiapkan diri menghadapi tes PPG Fiqih, berikut beberapa tips dan strategi yang dapat Anda terapkan:
- Latihan Berkala: Lakukan latihan soal secara berkala agar Anda terbiasa dengan berbagai jenis soal.
- Pahami Konsep Dasar: Pastikan Anda memahami konsep dasar fiqih, seperti hukum, prinsip ekonomi Islam, dan nilai-nilai moderasi beragama.
- Diskusikan dengan Teman: Diskusikan soal-soal yang sulit dengan teman sejawat untuk memperdalam pemahaman.
- Perhatikan Waktu: Latih diri untuk mengerjakan soal dalam waktu yang terbatas agar terbiasa dengan durasi ujian.
- Konsultasi dengan Ahli: Jika ada soal yang tidak jelas, konsultasikan dengan guru atau ahli fiqih untuk mendapatkan penjelasan yang lebih lengkap.
Dengan persiapan yang matang dan latihan yang cukup, Anda akan lebih percaya diri dalam menghadapi ujian PPG Fiqih. Jangan lupa untuk selalu memperhatikan prinsip-prinsip Islam dalam setiap langkah yang Anda ambil, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam proses belajar.