BTN Bantu UMKM Amugme-Kamoro Tingkatkan Usaha, YPMAK Pantau 8 Kios Binaan

Rafitman
5 Min Read

Kunjungan Tim Monev YPMAK ke UMKM Binaan di Kabupaten Mimika

Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amugme Kamoro (YPMAK) melakukan kunjungan ke sejumlah Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) binaan di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah. Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan bahwa usaha berjalan optimal, memantau penggunaan dana kemitraan, serta memberikan dukungan agar usaha masyarakat dapat berkelanjutan.

Beberapa kios kelontong yang dikunjungi antara lain:

  • Kios Amugin Mart di Jalan Kwamki Baru Mimika
  • Kios Mama Julia Mart di Jalan Mile 32 Distrik Kuala Kencana
  • Kios Kenemo Mandiri Jaya Mart di Jalan Kulwuli Kencana Mile 23, Distrik Kuala Kencana

Kunjungan tersebut dihadiri oleh Deputi Wakil Ketua Bidang Perencanaan Program, Billy Enerson Korwa, Kadiv Monev Program Ekonomi Monica Maramku, Kepala Divisi Perencanaan Program Ekonomi Oktovianus Jangkup, serta sejumlah staf divisi ekonomi dan awak media.

Progres Positif dari Program Pengembangan UMKM

Billy Enerson Korwa menjelaskan bahwa program pengembangan UMKM kios kelontong yang diinisiasi YPMAK bersama Bank BTN telah menunjukkan progres positif. Sebelumnya, program ini berjalan dengan Bank BRI, namun kini diperluas dengan menggandeng Bank BTN atas inisiatif Ketua Pengurus YPMK, Leonardus Tumuka.

Sebagai tahap awal, Bank BTN mendukung 20 pelaku usaha kios kelontong. Para pelaku UMKM sebelumnya telah mendapatkan pelatihan manajemen usaha, mulai dari pencatatan keuangan hingga penggunaan aplikasi modern seperti Qris yang dirancang adaptif dan mudah dioperasikan.

Menurut Billy, pendampingan menjadi kunci keberhasilan program. Tanpa pendampingan berkelanjutan, pelaku UMKM di Papua akan sulit berkembang secara optimal.

Rencana Pengembangan Usaha Lainnya

Selain kios kelontong, YPMAK juga menyiapkan pengembangan usaha lain seperti laundry, rumah sagu, produksi tepung sagu, cuci motor hingga usaha kopi. Program ini menyasar segmen mikro hingga makro, dengan mendorong pelaku usaha yang telah siap untuk naik kelas.

Sebelumnya, melalui kerja sama dengan Bank BRI, terdapat pelaku usaha yang memperoleh modal hingga Rp700 juta dan hingga kini masih rutin menyetor angsuran. Hal ini dinilai menjadi bukti bahwa masyarakat asli Papua di sekitar wilayah operasional tambang PT Freeport Indonesia mampu mengelola usaha skala besar jika didukung pendampingan yang tepat.

Keterlibatan Mitra Perguruan Tinggi

Program unggulan YPMAK ini juga melibatkan mitra perguruan tinggi, yakni Institut Jambatan Bulan, guna memberikan kajian akademis dan masukan ekonomi untuk penyempurnaan program ke depan.

YPMAK berharap seluruh rencana pengembangan usaha dapat terealisasi tahun ini dan memberi dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pengalaman Pemilik Kios

Pemilik Kios Amugin Mart, Yufinia Beanal, mengaku sebelum memperoleh bantuan kios, dirinya hanya berjualan kecil-kecilan. “Sebelumnya saya pernah ada kios kecil jualan kecil-kecilan sehingga dapat bantuan. Karena ada kerjasama dengan vendor selama satu tahun, jadi selama didampingi,” ujarnya.

Ia mengatakan, pendapatan kios mencapai Rp700 ribu hingga Rp1 juta per hari karena berada di lokasi strategis, dekat sekolah dan puskesmas. Keuntungan usaha disetor ke BTN dengan skema pembagian 80 persen untuk BTN dan 20 persen untuk pemilik kios.

Pemilik Kios Mama Julia Mart, Marike Magai, juga merasakan manfaat program tersebut. Ia menyebut pendapatan harian berkisar Rp300 ribu hingga Rp400 ribu dengan barang paling laku rokok dan minuman. “Sebelum dapat kios ini saya di rumah saja, buka kebun. Sekarang sudah buka kios, sudah bisa pakai QRIS. Awalnya bingung, tapi dikasih belajar jadi tahu. Dan harus belajar,” katanya.

Hal senada disampaikan Julita Omaleng, pemilik Kios Kenemo Mandiri Jaya Mart. Ia membuka kios pukul 06.00 hingga 21.00 WIT, Senin sampai Sabtu, sedangkan Minggu buka setelah ibadah. “Pendapatan sehari bisa Rp700 ribu sampai Rp800 ribu. Barang yang cepat habis minuman seperti Kuku Bima dan Jasjus. Sebelumnya saya tidak kerja, sekarang sudah punya kios saya senang,” ujarnya.

Julita berharap kiosnya dapat diperbesar ke depan. Ia mengaku hasil penjualan disimpan di bank dan sangat membantu perekonomian keluarganya.

Para pemilik kios pun menyampaikan terima kasih kepada YPMAK atas dukungan yang diberikan dan berharap usaha mereka terus berkembang di masa mendatang.

Share This Article
Reporter digital yang mencintai dunia jurnalisme sejak bangku sekolah. Ia aktif mengikuti perkembangan media baru dan belajar teknik storytelling modern. Hobinya antara lain menyunting foto, menonton film thriller, dan berjalan malam. Motto: "Setiap cerita punya sudut pandang yang menunggu ditemukan."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *