Keributan di Depan Rumah Wali Kota Prabumulih
Keributan yang terjadi di depan kediaman Wali Kota Prabumulih, H Arlan, menimbulkan kegaduhan di kalangan warga. Insiden ini diduga melibatkan masyarakat dengan pegawai serta ajudan walikota, bahkan disebut terdengar letusan senjata api.
Peristiwa tersebut bermula dari sebuah tabrakan mobil yang berujung pada dugaan pemukulan. Pihak keluarga korban kemudian mendatangi rumah wali kota dan mengklaim bahwa mereka mengalami pengeroyokan. Kasus ini telah dilaporkan ke Polres Prabumulih dan masih dalam penyelidikan. Namun hingga saat ini belum ada klarifikasi resmi dari pihak wali kota.
Peristiwa Awal yang Mengakibatkan Keributan
Menurut informasi yang berhasil dihimpun, peristiwa tersebut terjadi di depan kediaman pribadi Walikota Prabumulih H Arlan di Jalan Lingkar Timur, tepatnya tak jauh dari Yard milik H Arlan. Dalam peristiwa itu, beberapa kali terdengar letusan senjata api yang diduga digunakan untuk membubarkan perkelahian tersebut.
Peristiwa bermula ketika pada Senin (2/3/2026) sekitar pukul 20.00 WIB. Sebuah mobil Honda Brio merah yang ditumpangi oleh Abi Rahmad Rizky ditabrak dari belakang oleh mobil Pajero hitam. Diduga mobil Pajero tersebut ditumpangi oleh pegawai dan ajudan H Arlan di kawasan Simpang Tiga Bakaran.
Setelah mengetahui informasi tersebut, Abi bersama Innaka langsung menuju lokasi kejadian. Ketika tiba di lokasi, tiga pria turun dari mobil Pajero dan membentak Abi dan Innaka. Terjadi dugaan pemukulan dan adu jotos di lokasi tersebut, lalu tiga pria dari mobil Pajero kabur.
Kedatangan Keluarga Korban ke Rumah Wali Kota
Abi yang mengetahui bahwa salah satu pelaku merupakan pegawai H Arlan kemudian melaporkan peristiwa pemukulan itu ke ayahnya, Adi Susanto. Bersama sang ayah dan warga, mereka mendatangi kediaman pribadi Walikota Prabumulih H Arlan di Jalan Lingkar Timur.
Dalam laporan yang diberikan kepada Polres Prabumulih, Innaka menyampaikan bahwa ketika tiba di lokasi, Adi Susanto diperintahkan masuk, sedangkan dirinya dan Abi serta yang lainnya diperintahkan menunggu di luar pagar. Setelah Adi Susanto masuk, beberapa pria keluar dari rumah H Arlan dan langsung melakukan pemukulan secara bersama-sama.
Adi Susanto kepada wartawan mengaku datang ke lokasi dengan niat menengahi dan meredam situasi. Namun, justru mendapat perlakuan tidak menyenangkan.
Penjelasan dari Adi Susanto
Adi Susanto menegaskan bahwa persoalan ini bukan semata soal harga diri, melainkan luka batin sebagai orang tua dari Abi yang diduga menjadi korban penganiayaan oknum pegawai sang walikota.
“Ini soal harga diri, rasa sakit sebagai orang tua ketika anak-anak diperlakukan seperti itu apalagi kejadian di depan mata. Saya yakin di lingkungan rumah Cak Arlan pasti ada CCTV, mari kita buka rekaman CCTV-nya. Harapan saya, kejadian ini diproses sesuai hukum yang berlaku dan seadil-adilnya,” ujarnya.
Atas peristiwa tersebut, Adi Susanto telah melaporkan kejadian ini ke Subdenpom dan Polres Prabumulih untuk diproses lebih lanjut.
Tanggapan dari Pihak Pegawai
Sementara itu, dari pihak pegawai H Arlan, informasi yang didapat menyebutkan bahwa mereka juga melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Prabumulih Timur. Namun sayang, Kapolsek Prabumulih Timur Iptu Ulta tidak memberikan jawaban saat dikonfirmasi via telepon WhatsApp.
Sementara itu, Kapolres Prabumulih AKBP Bobby Kusumawardhana SH SIk MSi melalui Kasat Reskrim AKP Jon Kenedi SH MSi membenarkan adanya kejadian tersebut. Namun, ia mengatakan bahwa belum membaca laporan (LP).
“Saya belum baca LP-nya, kanit Pidum lagi cek TKP (Tempat kejadian perkara-red) lagi,” ujar Kasat Reskrim kepada Tribun Sumsel.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak Walikota Prabumulih terkait dugaan keterlibatan pegawai maupun oknum aparat dalam insiden tersebut.