Tamu Lari Saat Preman Brutal Serang Pemilik Acara, Minta Uang Rp 500 Ribu

Hartono Hamid
3 Min Read

Peristiwa Mencekam di Acara Pernikahan di Purwakarta

Sebuah peristiwa mencekam terjadi saat acara pernikahan di Kampung Cikumpay PTPN, Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta. Seorang tuan rumah hajatan tewas setelah dikeroyok oleh sekelompok pria yang diduga meminta uang jatah untuk kebutuhan minuman keras. Peristiwa ini berlangsung pada Sabtu (4/4/2026) dan menimbulkan kekacauan besar di tengah tamu undangan.

Awal Kejadian

Menurut keterangan Asep Wahyu, adik korban, sekelompok pria sekitar 10 orang datang ke lokasi acara dan meminta uang kepada keluarga. Awalnya, uang diberikan, namun permintaan tambahan terus datang. Salah satu permintaan tersebut adalah Rp 500 ribu. Situasi mulai memburuk ketika penolakan dari korban, Dadang (58), memicu emosi para pelaku.

  • Asep mengatakan bahwa ia tidak mengenal para pelaku karena tinggal di Karawang, sementara sang kakak tinggal di Purwakarta.
  • Ia menyebutkan bahwa jumlah pelaku cukup banyak dan membuat situasi di lokasi menjadi tidak terkendali.
  • Menurut informasi yang ia dapatkan, ada tiga orang yang menyerang kakaknya, sedangkan delapan orang lainnya menyerang dirinya sendiri.

Kericuhan dan Pemukulan Brutal

Permintaan uang tersebut diduga merupakan “jatah” yang biasa diminta dalam acara tertentu, termasuk untuk membeli minuman keras. Namun, penolakan Dadang justru memicu amukan para pelaku. Bukannya meninggalkan lokasi, mereka malah membuat keributan yang dengan cepat memicu kepanikan di tengah tamu undangan.

  • Suasana bahagia pernikahan seketika berubah menjadi mencekam.
  • Korban yang sedang sibuk mengurus jalannya acara tiba-tiba menjadi sasaran amukan.
  • Ia dianiaya secara brutal menggunakan benda keras hingga tak sadarkan diri di lokasi kejadian.

Reaksi Tamu Undangan dan Keluarga

Di tengah kekacauan itu, jeritan histeris keluarga dan tamu undangan pecah. Sementara sejumlah warga berusaha memberikan pertolongan seadanya, yang lainnya berlarian menyelamatkan diri.

  • Dalam beberapa rekaman video yang beredar, terlihat suasana kacau dengan warga berlarian.
  • Korban tampak tergeletak tak berdaya di tengah kerumunan.
  • Istri korban, J, bahkan pingsan saat melihat kondisi suaminya.

Penanganan Oleh Polisi

Kasi Humas Polres Purwakarta, AKP Enjang Sukandi, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menyebut keributan berujung pada aksi kekerasan terhadap korban.

  • Diduga ada sekelompok orang membuat keributan di acara hajatan yang kemudian berujung pada pemukulan hingga korban tidak sadarkan diri.
  • Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan belahan bambu yang diduga digunakan untuk menganiaya korban, terutama pada bagian kepala.
  • Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong.

Proses Pemeriksaan dan Penyelidikan

Hingga Sabtu (4/4/2026) malam sekitar pukul 20.35 WIB, jenazah korban masih berada di RSUD Bayu Asih Purwakarta untuk proses visum guna memastikan penyebab pasti kematian.

  • Polisi kini telah mengamankan sejumlah terduga pelaku dan masih melakukan pemeriksaan intensif.
  • “Pelaku sudah diamankan dan kami masih melakukan pendalaman,” kata Enjang.


Share This Article
Penulis berita yang aktif menggali cerita dari sudut pandang humanis. Ia senang mengamati kebiasaan masyarakat dan perubahan kultur digital. Hobinya termasuk membuat catatan refleksi, menonton film, dan mengikuti kelas online. Motto: "Menulis adalah jembatan antara fakta dan empati."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *