Kisah Tim SAR yang Temukan Penumpang Kapal Jatuh di Laut Karimun Setelah 4 Hari Pencarian

Bayu Purnomo
3 Min Read

Tim SAR Gabungan Berhasil Menemukan Jenazah Suwandi alias Ationg

Pencarian terhadap Suwandi alias Ationg, seorang penumpang SB Karunia Jaya yang jatuh ke laut di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), akhirnya membuahkan hasil setelah berlangsung selama 4 hari. Jenazah korban ditemukan pada Minggu (8/3) sekira pukul 10.55 WIB, atau tepat 4 hari setelah kejadian tersebut terjadi.

Jenazah ditemukan mengapung di perairan belakang Pulau Merak, masih di wilayah Kabupaten Karimun. Lokasi penemuan ini berada sekitar 4,5 nautical mile dari lokasi kejadian awal. Koordinat penemuan jenazah adalah 0°59.316’ Lintang Utara dan 103°21.703’ Bujur Timur.

Ationg dilaporkan jatuh ke laut saat speedboat yang ia tumpangi melintasi perairan Coastal Area, Kabupaten Karimun. Kejadian tersebut terjadi pada Kamis (5/3/2026) sekira pukul 00.15 WIB. Saat itu, korban sedang berada di dek atas kapal bersama delapan rekannya. Kapal SB Karunia Jaya diketahui lepas tali dari Pulau Parit, Kabupaten Karimun, sehingga menyebabkan korban terpeleset dan jatuh ke laut.

Operasi Pencarian Dilakukan dengan Dua Tim

Setelah menerima laporan adanya kecelakaan yang melibatkan satu orang jatuh ke laut, tim SAR gabungan segera bertindak. Mereka berasal dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Tanjungpinang, Pos SAR Tanjung Balai Karimun, serta pihak kapal SB Karunia Jaya. Operasi SAR dimulai pada hari keempat, yaitu pukul 07.30 WIB.

Dalam pelaksanaannya, tim SAR dibagi menjadi dua kelompok. Tim pertama melakukan penyisiran sepanjang pesisir Coastal Area Tanjung Balai Karimun, sementara tim kedua mencari di sekitar perairan Pulau Parit. Setelah beberapa jam pencarian, akhirnya jenazah Ationg ditemukan di belakang Pulau Merak.

Jenazah selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muhammad Sani untuk proses pemulasaran. Proses ini dilakukan dengan penuh kesedihan oleh keluarga korban.

Kesedihan Keluarga di RSUD Muhammad Sani

Di ruang jenazah RSUD Muhammad Sani, Kabupaten Karimun, suasana hening terasa. Banyak anggota keluarga korban berada di ruang tunggu, sementara sebagian lainnya berada di halaman luar rumah sakit. Beberapa dari mereka terlihat menggunakan masker sembari menunggu proses pemulasaran selesai.

Para kerabat enggan memberikan komentar terkait apa yang menimpa Ationg. Mereka masih diliputi rasa duka setelah mengetahui bahwa jenazah korban telah ditemukan setelah 4 hari pencarian.

Salah satu kerabat korban mengatakan bahwa ia baru saja tiba di RSUD setelah menerima informasi bahwa jenazah sudah ditemukan. “Tadi korban sampai RSUD sekira pukul 11-an gitu,” ujarnya.

Selain itu, terdengar nada dering dari salah satu anggota keluarga yang terus berbunyi. Mereka terdengar berbicara dalam bahasa Tionghoa, yang menunjukkan bahwa sebagian besar keluarga korban memiliki latar belakang etnis Tionghoa.

Peristiwa Terjadi Saat Kapal Melintasi Perairan Coastal Area

Kejadian terjadi ketika SB Karunia Jaya, yang dicarter dari Pulau Buru menuju pusat kota Kabupaten Karimun, melintasi perairan Coastal Area. Korban ditemukan dalam kondisi mengapung di perairan belakang Pulau Merak sekira pukul 10.55 WIB. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Tanjungpinang, Fazzli, menjelaskan bahwa jenazah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.


Share This Article
Penulis yang terbiasa meliput isu-isu pemerintahan, ekonomi, hingga gaya hidup ringan. Ia gemar bersepeda sore dan merawat tanaman hias di rumah. Rutinitas sederhana itu membantunya menjaga fokus dan kreativitas. Motto: "Berpikir jernih menghasilkan tulisan yang kuat."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *