Sambut 2026: Sinergi Lintas Instansi Kuatkan Perlindungan Masyarakat NTT

Hendra Susanto
4 Min Read

SERAMBI 2026: Kolaborasi Lintas Lembaga untuk Melindungi Masyarakat dan Menjaga Stabilitas Ekonomi

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali melanjutkan kegiatan SERAMBI 2026, sebuah rangkaian program yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perlindungan konsumen, literasi keuangan, serta penguatan stabilitas ekonomi. Kegiatan ini mengambil tema “SERAMBI 2026: Sinergi Lintas Lembaga untuk Pelindungan Masyarakat dan Stabilitas Negeri”.

Kegiatan tersebut diselenggarakan di halaman parkir Hypermart Bundaran Tirosa, Kota Kupang, pada Rabu (4/3/2026), dan dihadiri sebanyak 100 peserta. Peserta terdiri dari mahasiswa dari berbagai universitas di Kota Kupang, perwakilan instansi, serta calon pekerja migran asal NTT.

Pemaparan Berbagai Lembaga Terkait

Kegiatan ini melibatkan sejumlah lembaga, antara lain Bank Indonesia (BI) NTT, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTT, Kejaksaan Tinggi NTT, Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) NTT, serta Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan NTT. Setiap lembaga menyampaikan materi yang relevan dengan tugas dan tanggung jawabnya.

Deputi Kepala Perwakilan BI NTT, Didiet Aditya B. P., menyampaikan informasi mengenai pelaksanaan SERAMBI 2026, perkembangan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), serta pentingnya pelindungan konsumen di era pembayaran digital. Ia menekankan kepada masyarakat untuk lebih waspada terhadap penipuan digital dan memeriksa kebenaran informasi yang diterima sebelum mengambil keputusan.

Bank Indonesia juga mengajak masyarakat untuk menjalani kampanye “Kalau Ragu, Stop Dulu” sebagai bentuk kewaspadaan terhadap modus penipuan yang semakin canggih.

Pentingnya Literasi Keuangan dan Pengawasan Pinjaman Online

Asisten Direktur Pengawasan PPUJK Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK NTT, Polantoro, menekankan pentingnya peningkatan literasi keuangan masyarakat. Ia menjelaskan bahwa layanan pinjaman daring yang telah berizin dan diawasi OJK dikenal dengan istilah pindar, sedangkan istilah pinjol umumnya merujuk pada pinjaman yang tidak berizin dan berpotensi merugikan masyarakat.

Polantoro menyarankan masyarakat untuk lebih selektif dalam menggunakan layanan pinjaman online dan memastikan bahwa layanan tersebut memiliki izin resmi dari OJK.

Edukasi tentang Tindak Pidana Uang Palsu

Dari sisi penegakan hukum, Kepala Seksi Eksekusi, Upaya Hukum Luar Biasa dan Eksaminasi Pidana Militer Kejaksaan Tinggi NTT, Harianto, memberikan edukasi mengenai tindak pidana uang palsu serta dampaknya terhadap perekonomian. Ia menjelaskan langkah pencegahan dan mekanisme pelaporan apabila menemukan indikasi peredaran uang palsu.

Edukasi untuk Calon Pekerja Migran

Pengantar Kerja Ahli Madya BP3MI NTT, Muhammad Geo Amang, memaparkan informasi terkait persyaratan dan mekanisme menjadi calon pekerja migran Indonesia secara resmi. Edukasi ini diberikan sebagai upaya mencegah masyarakat terjerat Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Dari sisi pengawasan lalu lintas pangan, Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan NTT, Simon Soli, menekankan pentingnya kesadaran masyarakat untuk mengonsumsi bahan pangan yang legal dan berizin. Ia menjelaskan risiko penyakit atau hama yang dapat dibawa oleh komoditas pangan yang tidak melalui proses pengawasan karantina.

Balai Karantina berkomitmen memastikan setiap produk yang berada dalam pengawasan karantina memenuhi standar kesehatan dan higienitas.

Tujuan dan Harapan dari Kegiatan SERAMBI 2026

Melalui kegiatan ini, Bank Indonesia berharap kolaborasi lintas lembaga dapat menjadi momentum penting untuk memperkuat pelindungan masyarakat sekaligus menjaga stabilitas ekonomi. Diskusi tersebut juga menegaskan pentingnya literasi keuangan dalam mendukung percepatan transformasi digital sistem pembayaran, pelindungan pekerja migran, serta penguatan pengawasan lalu lintas komoditas pangan demi memenuhi kebutuhan masyarakat secara komprehensif.


Share This Article
Reporter online yang antusias menjelajahi isu terkini dengan pendekatan analitis. Ia suka membaca buku motivasi, mendengarkan musik akustik, dan membuat catatan ide. Menurutnya, menulis adalah proses belajar yang tak berakhir. Motto: "Setiap paragraf harus mengandung nilai."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *