Kecelakaan maut di Tanjungpinang tewaskan pengendara, sisa kendaraan masih terlihat

Hartono Hamid
4 Min Read

Lokasi Kecelakaan Maut di Tanjungpinang Masih Terlihat Serpihan Kendaraan

Di jalan Gatot Subroto, KM 5, Kelurahan Kampung Bulang, Kecamatan Tanjungpinang Timur, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), masih terdapat serpihan kendaraan bermotor yang ditemukan pada Jumat (6/3/2026). Lokasi ini menjadi tempat kecelakaan maut yang menewaskan seorang pengendara motor Yamaha Jupiter Z.

Seorang pengendara motor Yamaha Jupiter Z warna hitam tanpa nomor polisi, M. Bintan Alkhafid, dilaporkan tewas di lokasi kejadian. Kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 03.45 WIB. Ia terlibat lakalantas dengan satu unit mobil Toyota Agya hitam dengan nomor polisi BP 1870 TO.

Jalan Gatot Subroto adalah jalur utama yang menghubungkan Kota Tanjungpinang hingga Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri. Lokasi kecelakaan maut ini menjadi perhatian khusus karena sering terjadi kecelakaan lalu lintas.

Gambar dan Tanda di Tempat Kejadian Perkara

Wartawan Ronnye Lodo Laleng yang melaporkan langsung dari lokasi kejadian mengungkap bahwa tampak sejumlah pecahan kaca berukuran kecil berhamburan di badan jalan. Bagian motor yang berserakan di jalan itu umumnya berbahan plastik berwarna hitam.

Di atas aspal, terdapat coretan dan gambar menggunakan pilok warna putih. Satu pola berbentuk bulat, di tengahnya terlihat bekas darah yang sudah kering. Gambar lainnya menyerupai dua badan manusia yang berdekatan. Gambar-gambar ini menunjukkan titik korban terjatuh saat kecelakaan terjadi.

Kondisi Jalan yang Rawan Kecelakaan

Lokasi kecelakaan maut di Tanjungpinang ini dikenal sebagai jalur rawan kecelakaan. Sebelumnya, kecelakaan juga terjadi di area yang sama pada Minggu (8/2/2026). Pengendara sepeda motor, Arjuna, mengungkapkan bahwa jalan yang sempit menjadi penyebab utama kerap kali terjadinya kecelakaan.

“Ukuran jalan terlalu kecil. Hanya satu jalur dan dua lajur saja. Salah belok sedikit saja bisa celaka kita,” katanya. Pengendara yang melintas umumnya dalam kecepatan tinggi. Ditambah lagi, beberapa lampu jalan di sepanjang jalan Gatot Subroto sudah rusak atau tidak berfungsi lagi.

Komentar dari Warga Setempat

Seorang warga Tanjungpinang, Suharyo, menyampaikan bahwa jalan Gatot Subroto memang menjadi langganan kecelakaan setiap tahun. “Sudah banyak kejadian. Jalan Ahmad Yani Tanjungpinang juga sering tabrakan,” ujarnya. Rata-rata kecelakaan melibatkan pengendara sepeda motor dengan mobil.

“Pohon waspada. Hati-hati saat mengendarai kendaraan,” pesan Suharyo.

Kronologi Kecelakaan Maut

Kapolresta Tanjungpinang, Kombes. Pol. Indra Ranu Dikarta, S.I.K., M.Si melalui Kanit Gakkum Polresta Tanjungpinang, Ipda Wery Wilson Marbun mengungkap kronologi kecelakaan maut di Tanjungpinang.

“Satu orang meninggal dunia di lokasi kecelakaan,” kata Wery, Jumat (6/3/2026). Awalnya, sepeda motor Yamaha Jupiter Z warna hitam tanpa nopol yang dikendarai M. Bintan melaju dari arah Apill Bundaran Batu 6 menuju ke Hotel Garden. Saat tiba di TKP, tiba-tiba datang dari arah berlawanan mobil Toyota Agya yang dikendarai Spn. Karena kondisi malam, kedua kendaraan tersebut pun terlibat bertabrakan.

Pengendara sepeda motor terjatuh ke badan jalan. “Korban M. Bintan sempat dilarikan ke RSUD Raja Ahmad Tabib Provinsi Kepri di Tanjungpinang dalam kondisi tak sadarkan diri,” akunya. Korban mengalami luka serius di kepala dan beberapa anggota tubuh lainnya. Sementara kedua kendaraan juga alami kerusakan berat. Bagian depan mobil ringsek begitu juga dengan sepeda motor.

“Kerugian materil akibat kerusakan kendaraan diperkirakan mencapai Rp.30 juta,” kata dia. Kesimpulan sementara, pengemudi mobil Toyota Agya keluar jalur hingga menabrak sepeda motor. Kasus ini tengah ditangani oleh Satlantas Polresta Tanjungpinang.


Share This Article
Penulis berita yang aktif menggali cerita dari sudut pandang humanis. Ia senang mengamati kebiasaan masyarakat dan perubahan kultur digital. Hobinya termasuk membuat catatan refleksi, menonton film, dan mengikuti kelas online. Motto: "Menulis adalah jembatan antara fakta dan empati."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *