Uji Coba Car Free Day Palembang Diduga Sebabkan Kemacetan Parah

Zaiful Aryanto
4 Min Read

Uji Coba Car Free Day di Palembang Menuai Pro dan Kontra

Uji coba Car Free Day (CFD) yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang pada Minggu (12/4/2026) pagi, menimbulkan berbagai respons dari masyarakat. Beberapa warga menyambut positif kegiatan ini, sementara sebagian lainnya mengeluhkan adanya kemacetan terutama di titik vital kota.

Rencananya, CFD dan Car Free Night (CFN) akan menjadi agenda rutin Pemkot Palembang. Tujuannya adalah untuk menghidupkan suasana kota serta memberikan ruang bagi masyarakat untuk berolahraga, berekreasi, dan menikmati hiburan.

Rute dan Waktu Pelaksanaan CFD

Uji coba CFD hari ini dimulai pukul 05.30–09.00 WIB dan digelar di beberapa titik penting seperti Jalan Jenderal Sudirman (Pulau Pasar Cinde), Jembatan Ampera, hingga Jalan Mayjen Ryacudu (Simpang 4 Flyover Jakabaring). Namun, banyak warga yang merasa kesulitan karena jalur tersebut merupakan jalur utama yang sering digunakan untuk perjalanan kerja dan aktivitas sehari-hari.

Beberapa keluhan disampaikan oleh warga yang merasa terganggu akibat penutupan jalan selama CFD. Misalnya, Dudi, seorang warga yang biasa melintasi Jembatan Ampera dari Seberang Ilir menuju Seberang Ulu, mengeluhkan bahwa aktivitas kerjanya terhambat. Ia meminta agar lokasi CFD dipindahkan ke tempat yang tidak mengganggu kebutuhan masyarakat.

“Kita sudah berputar-putar mau lewat di Jalan Jenderal Sudirman ini. Harusnya dicarikan saja lokasi lain yang tidak menghambat kami beraktivitas untuk mencari nafkah,” ujarnya.

Zarkasi juga mengeluhkan kebijakan ini. Ia bersama istri ingin menuju Pasar Induk, tetapi harus kembali ke rumah karena Jembatan Ampera ditutup. Ia mengatakan bahwa ia berharap hanya sebagian jalan yang ditutup, bukan seluruhnya.

Respons Media Sosial

Keluhan warga juga muncul di media sosial. Banyak warga yang mengeluhkan kemacetan akibat penutupan Jembatan Ampera. Seperti yang disampaikan oleh akun Palembang.update, imbas dari CFD membuat segala arah macet setelah Jembatan Ampera ditutup.

“CFD sudah ada tempatnya di Kambang Iwak, mengapa masih ke tempat lain? Kalau kurang luas, kan, bisa saja memperluas sedikit di daerah tersebut. Apalagi kalau Jembatan Ampera sudah ditutup pasti kacau meski Palembang ada jembatan lain. Tapi Jembatan Ampera itu titik vital Kota Palembang,” tulis Suyudi.

Penjelasan dari Pemkot Palembang

Asisten II Pemkot Palembang yang juga Plt. Kadis Pariwisata, Isnaini Madani, menjelaskan bahwa CFD dan CFN akan menjadi agenda rutin. Kegiatan ini dirancang untuk menghadirkan aktivitas publik yang sehat dan produktif, sekaligus mendorong pertumbuhan sektor seni dan kuliner lokal.

“Kegiatan ini dirancang untuk menghadirkan aktivitas publik yang sehat dan produktif, sekaligus mendorong pertumbuhan sektor seni dan kuliner lokal,” ujar Isnaini.

Menurutnya, CFD akan dilaksanakan setiap hari Minggu, mulai pukul 05.30 hingga 09.00 WIB. Rute CFD mencakup sepanjang Jalan Sudirman, melintasi Jembatan Ampera hingga Simpang Flyover Jakabaring. Sejumlah titik ikonik akan menjadi pusat kegiatan, di antaranya Pulau Taman di depan Pasar Cinde, Bundaran Air Mancur Masjid Agung, serta kawasan Jembatan Ampera.

Pelaksanaan Uji Coba dan Launching

Jadwal pelaksanaan uji coba CFD adalah Minggu, 12 April 2026, dan peluncuran (launching) pada Minggu, 19 April 2026. Sementara itu, untuk CFN Atmo, uji coba dilakukan Sabtu malam Minggu, 11 April 2026, dan peluncuran pada Sabtu malam Minggu, 18 April 2026.

Di lokasi CFD sendiri, terlihat sejumlah warga, baik bersama keluarga maupun instansi terkait, memanfaatkannya untuk berolahraga seperti lari ataupun bersepeda. Untuk menyukseskan pelaksanaan CFD, petugas dari Satlantas Polrestabes Palembang, Dishub, dan Satpol PP Palembang melakukan rekayasa jalan agar aktivitas masyarakat tetap berjalan lancar.


Share This Article
Penulis yang dikenal dengan gaya bahasa lugas dan informatif. Ia aktif meliput berita cepat, tren daring, hingga liputan human interest. Hobi utamanya adalah bersepeda, menonton video edukatif, dan mencoba tempat kuliner baru. Motto: "Tulisan yang baik selalu lahir dari kejujuran."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *