Pengusaha dan UMKM Pangkalpinang Kenaikan Harga Plastik

Bayu Purnomo
3 Min Read

Kenaikan Harga Kemasan Plastik Menghimpit Pelaku UMKM di Pangkalpinang

Kenaikan harga kemasan plastik dalam beberapa pekan terakhir mulai dirasakan oleh para pedagang hingga pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Pangkalpinang. Lonjakan harga yang terjadi secara merata di tingkat distributor dan grosir memaksa pelaku usaha untuk mengambil langkah sulit di tengah tekanan biaya operasional.

Atik, pemilik toko plastik di Pasar Ratu Tunggal Pangkalpinang, mengungkapkan bahwa kenaikan harga sudah mulai terasa sejak beberapa minggu terakhir, terutama dalam satu hingga dua pekan terakhir. Ia menjelaskan bahwa plastik asoy, yang sebelumnya dijual dengan kisaran harga Rp8.000, kini naik menjadi Rp14.000.

Selain plastik asoy, harga cup plastik polos berbagai ukuran, mulai dari 12 oz hingga 22 oz, juga mengalami kenaikan rata-rata hingga Rp5.000 per renceng. Kondisi ini membuat para pedagang di tingkat bawah harus berhadapan dengan keluhan pelanggan.

“Pembeli sering komplain, tapi kami juga tidak bisa berbuat banyak. Harga dari distributor sudah tinggi. Kami hanya bisa mengedukasi pelanggan supaya saling memahami kondisi ini,” ujarnya.

Kondisi serupa juga terjadi di Pasar Air Itam Pangkalpinang. Ahan, pemilik toko bahan kue yang turut menjual kemasan plastik, menyebutkan bahwa kenaikan harga terjadi hampir di semua jenis produk. Ia menjelaskan bahwa plastik bening, kantong kresek, cup, mangkok plastik, semuanya mengalami kenaikan harga.

“Plastik asoy yang sebelumnya Rp8.000 sekarang sudah sekitar Rp13.000. Cup plastik yang biasanya Rp10.000 sekarang jadi Rp14.000,” jelasnya.

Menurut Ahan, kenaikan harga ini diduga dipicu oleh dampak konflik global yang sedang berlangsung, sehingga pasokan bahan baku plastik di tingkat pusat menjadi terbatas.

“Barang juga mulai menipis. Kami sebagai pedagang ikut kesulitan mencari stok,” ujarnya.

Dampak kenaikan harga ini tidak hanya dirasakan oleh pedagang grosir, tetapi juga oleh pelaku UMKM yang bergantung pada kemasan plastik untuk operasional usaha sehari-hari. Aghta (28), pedagang es jeruk di Pangkalpinang, mengaku mengalami kenaikan harga pada cup plastik yang biasa digunakan.

Untuk cup ukuran 18 oz, kenaikan mencapai Rp200 per cup atau sekitar Rp10.000 per renceng isi 50. “Masalahnya, kami di pedagang kecil ini sulit menjelaskan ke pembeli. Mereka tahunya harga minuman naik, padahal kami juga tertekan dari biaya kemasan,” ujarnya.

Ia menambahkan, tidak semua pelanggan dapat menerima kenaikan harga tersebut. Hal ini membuat pelaku usaha kecil berada dalam posisi dilematis antara mempertahankan harga atau menutup kenaikan biaya produksi.

“Kalau tidak dinaikkan, kami rugi. Tapi kalau dinaikkan, pembeli komplain. Apalagi masih harus pakai plastik asoy untuk bungkus cup, jadi ada dua biaya yang naik,” katanya.

Kenaikan harga kemasan plastik yang terjadi secara menyeluruh ini menjadi beban tambahan bagi pelaku UMKM di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil. Mereka berharap ada solusi atau stabilisasi harga di tingkat distributor agar usaha kecil tetap bisa bertahan.




Share This Article
Penulis yang terbiasa meliput isu-isu pemerintahan, ekonomi, hingga gaya hidup ringan. Ia gemar bersepeda sore dan merawat tanaman hias di rumah. Rutinitas sederhana itu membantunya menjaga fokus dan kreativitas. Motto: "Berpikir jernih menghasilkan tulisan yang kuat."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *