Hasil Komdis PSSI Dinanti, Tendangan Kungfu Fadly Alberto Jadi Sorotan Bhayangkara vs Dewa United U20

Rizal Hartanto
3 Min Read

Kekacauan di Lapangan Sepak Bola: Aksi Tendangan Kungfu yang Membuat Heboh

Kejadian tidak terduga terjadi dalam pertandingan sepak bola antara Bhayangkara FC U-20 melawan Dewa United U-20 di Stadion Citarum, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (19/4/2026). Aksi tak terpuji dari salah satu pemain Bhayangkara FC U-20, Fadly Alberto Hengga, membuat heboh dunia media sosial dan mengundang berbagai reaksi dari publik.

Fadly Alberto, yang sebelumnya dikenal sebagai jebolan timnas U-17 Indonesia era Nova Arianto, telah membuktikan kemampuannya dengan mencetak gol penting untuk Indonesia dalam Piala Dunia U-17 2025. Keberhasilannya itu menjadikannya sebagai idola baru bagi masyarakat Indonesia. Namun, aksi yang dilakukannya dalam pertandingan tersebut justru menjadi momen paling buruk dalam kariernya.

Peristiwa Terjadi di Pinggir Lapangan

Pertandingan yang berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan Dewa United U-20 berjalan cukup ketat. Setelah pertandingan usai, situasi memanas saat adu argumen terjadi antara pemain kedua klub. Dari arah lain, Fadly Alberto tiba-tiba berlari ke arah pemain Dewa United U-20 dan langsung melakukan tendangan kungfu yang mengenai bagian belakang kepala lawan.

Pemain Dewa United U-20 terjatuh kesakitan dan langsung diberikan pertolongan. Salah satu rekan setimnya juga berlari mengejar Fadly Alberto. Keributan semakin memanas hingga akhirnya identitas pelaku diketahui. Pemain yang melakukan tendangan kungfu tersebut adalah Fadly Alberto, sosok yang digadang-gadang akan menjadi bintang timnas Indonesia.

Reaksi Publik dan Kemungkinan Sanksi

Aksi Fadly Alberto ini langsung mendapat perhatian luas dari netizen. Banyak yang tidak menyangka bahwa pemain yang pernah menjadi idola bisa bertindak demikian. Fadly Alberto langsung menutup semua komentarnya di media sosial, sementara pihak PSSI dan Bhayangkara FC belum memberikan respons resmi.

Komdis PSSI Jateng pernah mengeluarkan hukuman serupa bagi pelaku tendangan kungfu di laga sepak bola. Contohnya adalah kasus yang menimpa Kiper PSIR, Raihan Al Fariq, yang melakukan tendangan kungfu ke arah dada kepada pemain Persikaba Blora, Rizal Dimas Agesta dalam Liga 4 Jawa Tengah, Januari 2026 lalu.

Potensi Hukuman Berat

Fadly Alberto kini hanya tinggal menunggu sanksi dari Komdis PSSI. Hukuman terberat yang bisa diberikan adalah larangan beraktivitas bermain sepak bola seumur hidup di Indonesia. Hal ini tentu akan sangat merugikan karier pemain berusia 18 tahun tersebut.

Fadly Alberto, yang berasal dari Timika, Papua, belum memberikan tanggapannya atas kejadian tersebut. Pihak PSSI dan Bhayangkara FC juga belum memberikan jawaban resmi mengenai tindakan yang akan diambil.

Kehadiran Gambar dalam Artikel




Keseluruhan kejadian ini menjadi peringatan bagi seluruh pemain sepak bola, baik di level junior maupun senior, untuk menjaga sikap dan perilaku di lapangan. Sepak bola bukan hanya tentang kemenangan, tetapi juga tentang sportivitas dan penghargaan terhadap lawan.

Share This Article
Penulis berita dengan ketertarikan pada human interest dan kisah inspiratif. Ia senang berbincang dengan masyarakat untuk memahami realitas kehidupan. Ketika tidak menulis, ia menikmati hobi memasak dan mendengar podcast. Motto: "Menulis adalah cara merawat empati."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *