Inul Sindir Kelakuan Pejabat Saat Banjir Sumatera

Hendra Susanto
4 Min Read

Inul Daratista Kritik Pencitraan Pejabat Saat Bencana Banjir

Inul Daratista, penyanyi yang dikenal dengan lagu-lagunya yang penuh energi, kini menunjukkan sisi lain dari dirinya. Ia tidak hanya menjadi sosok yang menyenangkan di panggung, tetapi juga seorang warga negara yang peduli terhadap nasib rakyat Indonesia. Dalam peristiwa bencana banjir yang melanda Aceh, Sumatera Barat (Sumbar), dan Sumatera Utara, Inul turut merasakan duka yang mendalam.

Namun, di balik kepedulian tersebut, Inul juga menunjukkan kemarahan terhadap perilaku para pejabat dan politisi yang dinilainya lebih fokus pada pencitraan daripada tindakan nyata. Ia menilai bahwa bencana ini tidak hanya disebabkan oleh kondisi alam, tetapi juga oleh kebijakan pemerintah yang kurang memadai.

Perasaan Inul Saat Melihat Bencana

Inul mengungkapkan perasaannya melalui media sosialnya. Ia membagikan ulang video pidato Gubernur Aceh yang menjelaskan kondisi darurat di wilayahnya. Namun, ia tidak hanya berhenti pada simpati. Ia justru merasa marah melihat bagaimana para pejabat dan politisi malah memanfaatkan kesempatan ini untuk memperlihatkan diri mereka di depan kamera.

“Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya untuk keluarga kita di Aceh dan bagian Sumatera yang lain,” tulis Inul dalam unggahannya. Ia juga menyampaikan rasa prihatin atas banyaknya bencana yang terjadi. Tapi, nada tulisan Inul berubah ketika ia mulai menyentuh topik tentang respons pejabat dan politisi.

“Ini bukan waktu untuk pencitraan! Preeetttlah!!!” tulis Inul dengan nada keras. Ia menyindir oknum-oknum yang tidak memberikan bantuan nyata, tetapi justru lebih aktif dalam dokumentasi foto dan video.

Masalah Sosial dan Korupsi

Inul juga menyoroti akar masalah yang sering kali membuat penanganan bencana di Indonesia menjadi tidak efektif. Menurutnya, kesenjangan sosial dan budaya korupsi yang mendarah daging membuat rakyat kecil selalu menjadi korban.

Ia menilai bahwa kemajuan negara hanya akan tercapai jika para pemangku kekuasaan berhenti memperkaya diri sendiri. “Sampai 1000 tahun enggak akan bisa maju. Kemunduran yang terjadi, pada korupsi memperkaya diri. Yang kaya makin kaya, yang miskin sampai ke matek-matekan,” ujarnya.

Kondisi Wilayah Setelah Bencana

Bencana banjir dan longsor yang melanda Sumatera sejak akhir November 2025 telah melumpuhkan sebagian besar wilayah. Akses jalan nasional yang putus total menyebabkan distribusi logistik tersendat. Oleh karena itu, aksi cepat tanggap sangat dibutuhkan, bukan sekadar kunjungan seremonial.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, mengungkapkan bahwa kondisi wilayahnya kini mulai berangsur pulih setelah bencana. Dia merinci total kerugian yang ditaksir mencapai lebih dari Rp 1,2 triliun. Luas lahan pertanian yang rusak mencapai sekitar 13 ribu hektare, sementara rumah warga yang terdampak lebih dari 30 ribu unit.

Jumlah warga yang mengungsi disebut lebih dari 130 ribu orang. Hingga sore, tercatat 151 warga meninggal dunia dan 118 lainnya masih hilang. Pencarian akan terus dilakukan dan kemungkinan angka kematian bertambah.

Data Korban Bencana

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan jumlah korban meninggal akibat bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera bertambah menjadi 604 orang. Data ini diupdate dari situs Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Bencana (Pusdatin BNPB), Senin (1/12/2025).

Di Aceh, tercatat 156 orang meninggal dunia, 181 orang hilang, dan 1.800 orang terluka. Di Sumatera Barat, korban meninggal sebanyak 165 orang, korban hilang 114 orang, dan 112 orang terluka. Sementara di Sumatera Utara, jumlah korban mencapai 283 jiwa, 169 orang hilang, dan 613 orang terluka.

Data Pusdatin BNPB juga menunjukkan bahwa setidaknya sebanyak 3.500 rumah rusak berat, 4.100 rumah rusak sedang, dan 20.500 rumah rusak ringan. Jembatan rudak 271 unit hingga 282 fasilitas pendidikan rusak.


Share This Article
Reporter online yang antusias menjelajahi isu terkini dengan pendekatan analitis. Ia suka membaca buku motivasi, mendengarkan musik akustik, dan membuat catatan ide. Menurutnya, menulis adalah proses belajar yang tak berakhir. Motto: "Setiap paragraf harus mengandung nilai."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *