Pangdam XXI/Radin Inten Berdialog dengan Mahasiswa dan Media

Ratna Purnama
6 Min Read

Dialog Interaktif “Radin Inten Menyapa” di Bandar Lampung

Pangdam XXI/Radin Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, menggelar dialog interaktif bertajuk “Radin Inten Menyapa” dengan para mahasiswa dan jurnalis. Acara ini berlangsung di Aula Sudirman Makodam XXI/Radin Inten, Jalan Teuku Umar, Penengahan, Bandar Lampung, pada Rabu (10/12/2025). Kegiatan ini menjadi momen penting untuk memperkuat hubungan antara TNI, mahasiswa, dan media.

Tujuan dan Maksud Acara

Dialog ini tidak hanya sekadar ajang interaksi, tetapi juga sebagai wadah untuk memperkuat kebersamaan dan membangun ruang diskusi yang konstruktif serta produktif. Pangdam menekankan pentingnya membangun komunikasi yang sehat dan konstruktif antara Kodam XXI/Radin Inten dengan mahasiswa dan media sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah.

“Forum ini bukan sekadar ajang interaksi, tetapi juga wadah untuk memperkuat kebersamaan dan membangun ruang diskusi yang konstruktif serta produktif. Saya mengapresiasi peran mahasiswa sebagai generasi penerus yang kelak akan memegang estafet kepemimpinan bangsa,” ujar Pangdam.

Peran Mahasiswa dan Media

Kepada mahasiswa, Pangdam menekankan pentingnya sikap kritis dan kreatif namun tetap berpegang pada nilai-nilai persatuan dan kebangsaan. “Jadilah generasi yang kritis, namun tetap menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945. Kritik boleh tajam, tapi jangan sampai memecah belah persatuan,” tegasnya.

Sementara kepada insan pers, Pangdam menyampaikan penghargaan atas dedikasi mereka dalam menyampaikan informasi secara objektif dan menjaga transparansi publik. “Media adalah jembatan komunikasi antara pemerintah, mahasiswa, dan masyarakat. Kami siap menerima kritik konstruktif dari media sebagai upaya percepatan pembangunan di Provinsi Lampung,” kata Mayjen Kristomei.

Rencana Pengembangan Kodam XXI/Radin Inten

Dalam kesempatan tersebut, Pangdam juga mengungkapkan rencana pengembangan Kodam XXI/Radin Inten yang akan menambah tiga batalyon baru dan satuan tambahan di wilayah Lampung Timur, Tanggamus, dan Pesisir Barat. “Pengembangan ini merupakan bagian dari strategi pertahanan sekaligus mendukung iklim investasi dan pembangunan ekonomi daerah,” jelasnya.

Selain itu, ketika ditanya wartawan mengenai kesiapan TNI menghadapi potensi bencana alam menjelang libur Natal dan Tahun Baru, Pangdam menyatakan bahwa personel TNI telah siap siaga dan berkoordinasi dengan BNPB serta instansi terkait lainnya untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan. “Kami telah menyiapkan personel, peralatan, dan logistik untuk menghadapi potensi bencana. Koordinasi dengan BNPB dan instansi terkait terus kami lakukan untuk memastikan kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat,” jelas Mayjen Kristomei.

Isu Lingkungan dan Hutan Lindung

Pertanyaan lain yang muncul dalam dialog tersebut adalah mengenai penguatan tata kelola hutan lindung di Lampung. Pangdam menyatakan komitmennya untuk mendukung upaya pelestarian lingkungan dan penegakan hukum terhadap aktivitas ilegal yang merusak hutan.

Di akhir acara, Pangdam mengajak seluruh peserta untuk menjadikan kegiatan “Radin Inten Menyapa” sebagai ruang dialog terbuka dan saling menghargai. “Mari kita jadikan forum ini sebagai awal dari kolaborasi yang lebih erat antara TNI, mahasiswa, dan media untuk membangun Lampung yang lebih maju dan sejahtera,” pungkasnya.

Pentingnya Kolaborasi

Dialog “Radin Inten Menyapa” bukan hanya sekadar acara formal, melainkan sebuah momentum penting yang menggambarkan sinergi antara berbagai elemen masyarakat dalam membangun daerah. Kehadiran mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi menunjukkan antusiasme generasi muda dalam berkontribusi pada pembangunan dan menjaga stabilitas sosial.

Dalam dialog tersebut, Mayjen Kristomei juga menyinggung peran strategis media sebagai penghubung informasi yang objektif dan transparan. “Media tidak hanya berfungsi sebagai penyampai berita, tetapi juga sebagai mitra kritis yang membantu pemerintah dan masyarakat dalam mengawasi jalannya pembangunan,” ujarnya.

Pangdam menekankan bahwa komunikasi yang terbuka dan saling menghargai antara TNI, mahasiswa, dan media sangat penting untuk menciptakan iklim yang kondusif bagi pembangunan daerah. Ia mengajak semua pihak untuk terus menjaga semangat kolaborasi demi kemajuan Lampung.

Selain itu, rencana pengembangan Kodam XXI/Radin Inten dengan penambahan batalyon dan satuan baru di beberapa wilayah strategis di Lampung menjadi bukti komitmen TNI dalam menjaga keamanan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Hal ini juga diharapkan dapat membuka peluang investasi dan memperkuat pertahanan nasional.

Kesiapan TNI dalam menghadapi potensi bencana alam juga menjadi sorotan penting dalam dialog ini. Dengan koordinasi yang baik bersama BNPB dan instansi terkait, TNI siap memberikan respons cepat dan efektif untuk melindungi masyarakat dari risiko bencana, terutama menjelang musim liburan yang rawan.

Komitmen terhadap pelestarian lingkungan dan penegakan hukum terhadap aktivitas ilegal di hutan lindung juga menjadi bagian dari agenda dialog. Ini menunjukkan keseriusan Kodam XXI/Radin Inten dalam menjaga kelestarian alam dan mendukung pembangunan berkelanjutan.

Dialog ini diakhiri dengan ajakan untuk menjadikan “Radin Inten Menyapa” sebagai forum rutin yang dapat mempererat hubungan dan sinergi antara TNI, mahasiswa, dan media. Semangat kebersamaan yang tercipta diharapkan menjadi fondasi kuat untuk membangun Lampung yang lebih maju, aman, dan sejahtera.

Dengan durasi sekitar tiga jam, dialog ini tidak hanya memberikan ruang bagi pertukaran ide dan aspirasi, tetapi juga memperkuat rasa saling percaya dan komitmen bersama dalam menghadapi tantangan pembangunan daerah.

Kegiatan foto bersama dan ramah tamah di akhir acara menjadi simbol keakraban dan sinergi yang terjalin, menegaskan bahwa kolaborasi antara TNI, mahasiswa, dan media adalah kunci utama dalam membangun masa depan Lampung yang lebih baik.

Share This Article
Seorang reporter yang gemar meliput isu publik, transportasi, dan dinamika perkotaan. Ia memiliki kebiasaan membaca opini koran setiap pagi untuk memperluas perspektif. Hobi utamanya adalah jogging, fotografi, dan menikmati senja. Motto: "Kepekaan adalah modal utama seorang penulis."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *