Inisiatif Malaka Project: Penggalangan Dana Rp 10,3 Miliar dalam 24 Jam
Ferry Irwandi menjadi sorotan setelah berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp 10,3 miliar dalam waktu hanya 24 jam untuk membantu korban bencana alam yang melanda Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Donasi ini dilakukan melalui inisiatif Malaka Project, sebuah platform edukasi digital yang berfokus pada isu sosial, politik, ekonomi, hingga filsafat.
Penggalangan dana ini melibatkan lebih dari 87 ribu partisipan. Dalam waktu singkat, jumlah donasi jauh melampaui target awal sebesar Rp 1 miliar. Ferry Irwandi, yang merupakan kreator konten dan aktivis sosial, mengungkapkan bahwa dana yang terkumpul akan dialokasikan secara prioritas ke wilayah Aceh Tamiang yang paling terdampak banjir dan longsor.
Peran Malaka Project dalam Bantuan Bencana
Malaka Project, yang didirikan oleh sembilan orang, termasuk Ferry Irwandi, tidak hanya fokus pada edukasi tetapi juga pada aksi kemanusiaan. Platform ini memiliki visi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang isu-isu penting melalui pendekatan logis dan data. Selain itu, Malaka Project juga bekerja sama dengan organisasi seperti Kitabisa.com untuk memastikan distribusi bantuan bisa dilakukan secara cepat dan efektif.
“Kita, tim relawan dan tim Kitabisa.com usahakan secepatnya saudara-saudara di Tamiang dapat segera kita jangkau,” ujar Ferry Irwandi melalui akun Instagram @irwandiferry. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh donatur yang telah berkontribusi dalam aksi kemanusiaan ini.
Daerah yang Terkena Dampak Bencana
Selain Aceh Tamiang, beberapa daerah lain yang menjadi sasaran penyaluran bantuan antara lain Tapanuli, Aceh Utara, Aceh Tengah, Sibolga, Kabupaten Agam, dan Palembayan. Meski target sudah ditetapkan, tantangan utama adalah transportasi. Ferry Irwandi menegaskan bahwa pihaknya sedang berupaya memastikan semua bantuan bisa sampai ke tangan yang membutuhkan.
Profil Ferry Irwandi
Ferry Irwandi lahir di Jambi pada 16 Desember 1991. Ia dikenal sebagai kreator konten dan aktivis sosial yang sering membahas topik-topik berat dengan cara yang relevan bagi anak muda. Ia lulus dari Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) dan pernah bekerja sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di Kementerian Keuangan selama sekitar 10 tahun.
Setelah mengundurkan diri pada 2022, Ferry mulai aktif di YouTube sejak 2010 dengan membuat konten edukasi, termasuk politik, keuangan, filsafat stoikisme, dan isu sosial. Ia juga menyelesaikan gelar Magister di Universitas Central Queensland, Australia.
Pada 2023, Ferry bersama sejumlah konten kreator seperti Jerome Polin dan Coki Pardede merilis Malaka Project di Djakarta Theater. Sebagai CEO, ia memimpin platform tersebut yang bertujuan meningkatkan kualitas berpikir masyarakat, khususnya generasi muda.
Filsafat Stoikisme dan Kritik Sosial
Ferry dikenal vokal terhadap isu sosial, seperti bahaya judi online (judol), kebijakan pemerintah yang kontroversial, hingga etika pejabat publik. Ia juga sering membongkar modus penipuan berkedok trading atau investasi bodong, serta mengkritik influencer lain yang mempromosikan situs judi.
Selain itu, Ferry menjadi salah satu tokoh yang mempopulerkan ajaran Stoikisme di kalangan anak muda Indonesia. Stoikisme adalah filsafat kuno yang mengajarkan pengendalian diri dan ketenangan batin untuk mencapai kebahagiaan dengan hidup selaras dengan alam dan akal.