Forum Evaluasi Penanganan Stunting di Kabupaten Alor
Kegiatan evaluasi penanganan stunting di Kabupaten Alor yang digelar oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Alor bersama Puskesmas dan Lintas Sektor menjadi fokus utama dalam rapat yang berlangsung pada Kamis, 4 Desember 2025. Acara ini diselenggarakan di Aula Kopdit Citra Hidup Kalabahi dan dibuka oleh Asisten I Setda Alor, Ridwan Nampira.
Dalam acara tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Alor, dr. Farida Aryani, serta Pejabat yang mewakili Kepala Badan Keluarga Berencana Kabupaten Alor memaparkan materi terkait intervensi spesifik untuk menangani stunting. Sesi tanya jawab yang berlangsung setelah pemaparan materi menarik perhatian peserta, termasuk Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Alor, Ny. Lidya Winaryo.
Peran Penting Bapelitbang dalam Penanganan Stunting
Lidya mengawali pembicaraannya dengan menanyakan keberadaan instansi atau lembaga Bapelitbang dalam kegiatan tersebut. Pertanyaan ini menunjukkan bahwa ia sangat memahami pentingnya peran Bapelitbang sebagai motor penggerak dalam upaya penangganan masalah stunting. Sayangnya, tidak ada perwakilan dari lembaga tersebut dalam forum tersebut.
Selain itu, Lidya menyampaikan informasi yang diterimanya tentang penghapusan anggaran bagi kader posyandu di wilayah Kelurahan. Menurutnya, hal ini merupakan kebijakan yang tidak masuk akal. “Dinas Kesehatan membuat program penurunan stunting. Dinas PMD dan instansi lainnya juga membuat kegiatan serupa, dan posyandu menjadi tempat pelaksanaan penyuluhan, pengukuran, serta berbagai intervensi. Tetapi jika anggaran di Kelurahan tidak disediakan, bagaimana mungkin mereka jalankan tugas secara maksimal?” tegas Ibu Lidya dengan nada retoris.
Kader Posyandu sebagai Ujung Tombak
Menurut Lidya, kader posyandu adalah ujung tombak dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Ia menekankan bahwa tanpa dukungan yang memadai, seluruh program stunting yang dibahas hari ini tidak akan efektif. “Saya mohon perhatian serius dari pihak terkait agar insentif bagi kader posyandu di Kelurahan dapat diakomodir kembali,” tambahnya.
Ibu Lidya juga menyampaikan bahwa dirinya telah turun langsung ke 18 Kecamatan sejak bulan Maret hingga November. Ia mengaktifkan posyandu-posyandu dan memberikan pelayanan serta penyuluhan kepada ibu hamil, balita, dan calon pengantin.
Apresiasi terhadap Camat dan Kepala Desa
Atas apa yang disampaikan Ibu Lidya, Kepala Dinas Kesehatan menyampaikan terima kasih atas masukan yang bernas dan akan menjadi perhatian. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para Camat dan Kepala Desa yang telah mengalokasikan anggaran insentif bagi para kader. Insentif ini menjadi bentuk penghargaan dan dukungan nyata kepada para kader di desa.

Kesimpulan
Dalam kesempatan tersebut, Ibu Lidya menegaskan bahwa garda terdepan dalam pelayanan di lapangan adalah kader posyandu. Mereka hadir setiap bulan untuk melakukan penambangan, penyuluhan, pencatatan tumbuh kembang, serta mendampingi keluarga-keluarga kita. Dengan adanya dukungan yang memadai, harapan besar bisa tercapai untuk generasi Alor yang lebih sehat.