Farhan Gunawan, Pilot Jatuh di Pangkep, Putra Malili Anak Karyawan PT Vale

Zaiful Aryanto
7 Min Read

Tim SAR Gabungan Berupaya Mencari Serpihan Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung

Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian serpihan pesawat ATR 42-500 yang dilaporkan hilang kontak sejak hari Sabtu (17/1/2026) sekitar pukul 13.17 Wita siang. Jejak pesawat milik Indonesia Air Transport mulai terpetakan pada Minggu (18/1/2025), dan tim SAR gabungan telah menemukan serpihan puing pesawat berisi 10 orang itu di sejumlah titik lereng Gunung Bulusaraung, perbatasan Kabupaten Pangkep-Maros, Sulawesi Selatan.

Lereng curam, vegetasi lebat, serta kabut tebal menjadi tantangan utama bagi personel di lapangan. Diantara 8 orang awak kapal yang terdata, ada nama Co-Pilot Farhan Gunawan. Ia adalah alumnus SMA Islam Athirah Makassar dan putra kelahiran Malili, Kabupaten Luwu Timur. Kampung halamannya itu berada di ujung Sulawesi Selatan. Dari lokasi penemuan puing pesawat, jaraknya berkisar 11 jam jika ditempuh lewat perjalanan darat. Farhan dikabarkan merupakan anak dari karyawan PT Vale, perusahaan nikel di Sorowako, Luwu Timur.

Head of Corporate Communications PT Vale Indonesia Tbk, Vanda Kusumaningrum membenarkan kabar tersebut. “Benar, Co-Pilot Farhan Gunawan, anak dari Karyawan PT Vale Capten Gunawan,” jelasnya saat dikonfirmasi, Minggu (18/1/2025) sekitar pukul 13.23 Wita siang. Kata dia, perusahaan ikut menyampaikan duka dan keprihatinan yang mendalam atas insiden penerbangan pesawat ATR 42-500. Perusahaan menyadari, ini berdampak langsung pada keluarga dari karyawan PT Vale. “Dalam situasi yang penuh ketidakpastian dan keprihatinan ini, perhatian dan doa kami sepenuhnya tertuju kepada seluruh penumpang, awak pesawat, serta keluarga dan orang-orang terkasih yang terdampak,” bebernya.

Vanda menambahkan, perusahaan telah membangun komunikasi dengan pihak keluarga. Ia menambahkan, PT Vale menempatkan keselamatan, kemanusiaan, dan kepedulian sebagai nilai utama. “Kami telah menjalin komunikasi langsung dengan karyawan yang bersangkutan dan memastikan dukungan yang diperlukan diberikan kepada karyawan dan keluarganya, dengan tetap menghormati privasi serta ruang bagi keluarga untuk melalui masa yang sangat sulit ini,” ungkapnya.

Sedikitnya 393 orang tim gabungan serentak bergerak menyusuri kawasan Bulusaraung mencari korban pesawat ATR 42-500 yang jatuh. Tim ini terdiri dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, SAR, Mapala, PMI, relawan, hingga warga Desa Tompo Bulu. Tim ini dibagi empat regu atau SRU, dua tim mencari di puncak, dua tim lagi mencari lewat kaki gunung. Rinciannya SRU 1 sebanyak 94 orang, mencari melalu jalur Senggerang, SRU 2 sebanyak 93 orang dan SRU 3 sebanyak 100 orang naik ke puncak Bulusaraung. Sementara SRU 4 sebanyak 106 orang, mencari melalui jalur Bulu Paria.

Nama-nama mereka tercatat jelas di papan tulis kecil berukuran 1 meter persegi, disimpan di teras kantor Desa Tompo Bulu. Papan tulis ini memang selalu merekam nama-nama orang yang mendaki ke gunung dengan ketinggian 1.353 Mdpl. Namun tak seperti biasanya yang hanya mencatat beberapa nama pecinta alam, kali ini papan tulis itu “kewalahan” menampung nama-nama orang yang muncak. “Semua orang yang naik atau masuk kawasan wajib tercatat di sini,” ujar Andi Sultan, tim Basarnas ditemui di lokasi.

Sambil menunggu proses evakuasi dari puncak gunung, tim gabungan saat ini sedang beristirahat. Sebagian menunaikan ibadah Salat di Masjid Desa Tompo Bulu, tepat di depan kantor desa. Sementara itu jurnalis dari berbagai media lokal dan nasional sibuk melaporkan di sekitar posko. Agak sulit untuk melaporkan dari lokasi posko sebab akses internet yang kurang. Wartawan termasuk relawan hanya menggunakan akses wifi berbayar yang dibeli seharga Rp5 hingga Rp10 ribu.

Dalam operasi berskala nasional ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar turut berperan aktif sebagai bagian dari Tim SAR gabungan. Sejak hari pertama, BPBD Makassar terlibat dalam pendirian dan pengelolaan Posko Pencarian. Selain itu, BPBD juga melakukan pemetaan lokasi temuan serta koordinasi lintas instansi. Pada Minggu (18/1/2026) pukul 07.46 WITA, tim SAR gabungan menemukan serpihan awal pesawat berdasarkan laporan Posko Pencarian. “Lokasinya berada di koordinat 04°55’48” LS dan 119°44’52” BT,” kata Kepala BPBD Makassar Muh Fadli Tahar.

Selang beberapa menit kemudian, tepat pukul 07.49 WITA, bagian badan pesawat berukuran besar ditemukan dalam kondisi bagian atas badan terbuka. Tak lama berselang, pada pukul 07.52 WITA, tim kembali menemukan bagian ekor pesawat di sisi selatan lereng bawah Gunung Bulusaraung. Menindaklanjuti temuan tersebut, Search and Rescue Unit (SRU) 3 bergerak menuju Pos 2 untuk memperluas area pencarian sekaligus mengamankan lokasi. Sekitar pukul 08.02 WITA, SRU Aju melaporkan adanya serpihan besar lainnya yang terpantau melalui pemantauan udara menggunakan helikopter Caracal milik TNI Angkatan Udara.

Namun, kondisi medan yang curam dan tertutup kabut tebal membuat proses evakuasi harus dilakukan dengan peralatan khusus mountaineering dan climbing. Sebagai bagian dari upaya menjangkau lokasi utama, pada pukul 08.22 WITA enam personel Pasgat melaksanakan air landed di area puncak Gunung Bulusaraung. Sekitar pukul 08.35 WITA, tim dilaporkan telah berada di area badan dan ekor pesawat. Fadli mencatat, hingga pukul 09.16 WITA, personel yang berada di puncak gunung terdiri dari unsur Pasgat. Kemudian Basarnas, BPBD Kota Makassar, relawan Bosowa, TRC Tonasa, serta unsur Kehutanan.

Di tengah keterbatasan medan, tim lapangan juga mengajukan permintaan tambahan peralatan berupa tali dan carabiner untuk menunjang proses evakuasi. Kondisi cuaca menjadi kendala utama dalam operasi ini. Hujan disertai kabut tebal menyelimuti puncak Gunung Bulusaraung dengan jarak pandang terbatas sekitar 5 hingga 10 meter. Meski demikian, seluruh unsur SAR tetap melanjutkan operasi dengan mengutamakan keselamatan personel.

Hingga pukul 10.23 WITA, tim SAR gabungan kembali menemukan serpihan tambahan di sekitar lokasi pencarian. Temuan tersebut meliputi sejumlah pakaian serta potongan pesawat berukuran lebih besar di sisi utara titik koordinat utama. “Proses pencarian dan evakuasi masih terus berlangsung,” kata Fadli. Fadli memastikan BPBD Makassar akan terus memberikan dukungan penuh terhadap operasi SAR nasional. Ia menegaskan seluruh informasi kepada publik disampaikan secara akurat dan terkoordinasi melalui Posko Pencarian resmi.




Share This Article
Penulis yang dikenal dengan gaya bahasa lugas dan informatif. Ia aktif meliput berita cepat, tren daring, hingga liputan human interest. Hobi utamanya adalah bersepeda, menonton video edukatif, dan mencoba tempat kuliner baru. Motto: "Tulisan yang baik selalu lahir dari kejujuran."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *