Reza Arap Menghadapi Kehilangan yang Mendalam
Reza Arap, seorang musisi dan kreator konten ternama, mengalami duka yang sangat dalam setelah kepergian kekasihnya, Lula Lahfah. Ia mengantarkan jenazah Lula ke TPU Rawa Terate dengan penuh rasa sedih dan kesedihan. Dalam prosesi pemakaman tersebut, ia memilih untuk tidak banyak bicara dan hanya meminta doa dari masyarakat agar dirinya serta keluarga Lula diberi kekuatan.
Pada hari pemakaman, Reza Arap berusaha menunjukkan keteguhan di depan pusara sang kekasih. Meskipun terlihat sedih, ia mencoba untuk tetap kuat dan memberi dukungan kepada orang tua Lula yang sangat terpukul atas kepergian putri mereka. Ia bahkan sempat mengucapkan lirih “I don’t wanna cry” di depan makam Lula, menunjukkan perasaan yang sulit ia ungkapkan secara terbuka.
Lula Lahfah meninggal mendadak pada 23 Januari 2026 di apartemennya, meninggalkan duka yang mendalam bagi Reza Arap dan seluruh keluarga serta kerabatnya. Kepergian Lula terjadi begitu cepat, sehingga Reza masih kesulitan menerima kenyataan bahwa kekasihnya sudah tiada.
Setelah prosesi pemakaman di TPU Rawa Terate, Cakung, Jakarta Timur, Reza Arap memilih untuk tidak banyak berbicara. Ia terus menundukkan kepala dan berusaha menahan emosinya sepanjang proses. Ia juga terlihat menguatkan orang tua Lula yang sangat bersedih, sementara dirinya sendiri masih berusaha menerima kenyataan pahit ini.
Saat semua sudah usai, Reza Arap berjalan menuju mobilnya yang diparkir di depan area pemakaman. Selama berjalan sekitar 200 meter, ia sering menundukkan kepalanya. Ia menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak dan meminta doa agar dirinya tetap kuat. Ia juga meminta semua orang untuk mendoakan Lula.
“Pokoknya doanya bukan buat saya… buat… buat ke keluarga. Saya belum bisa bicara banyak,” ucapnya. Reza Arap masih belum percaya bahwa Lula telah pergi untuk selamanya. Kepergian Lula begitu cepat hingga ia merasa sulit memahami rencana Tuhan.
Reza Arap Berusaha Menahan Tangis
Pada saat pemakaman jenazah Lula Lahfah, Reza Arap berusaha tegar di depan pusara kekasihnya itu di TPU Rawa Ternate, Sabtu (24/1/2026) menjelang siang. Setelah Lula dimakamkan, Reza Arap terlihat sendirian jongkok di depan pusara sang kekasih. Ia berusaha tersenyum sembari mengusap nisan Lula.
Sesekali ia juga memainkan bunga-bunga yang sudah ditabur oleh kerabat dan keluarga Lula sebelumnya. Suaranya bergetar, ia mengucap tak akan menangis di depan pusara Lula. Reza juga seperti memaksakan bibirnya untuk tersenyum saat bicara di depan makam Lula.
“I don’t wanna cry,” ucap Reza Arap lirih di TPU Rawa Terate, Cakung, Jakarta Timur, Sabtu (24/1/2026). Setelahnya Reza mencium nisan Lula dan langsung pergi menuju rekan-rekannya sembari menahan kesedihan dan duka atas kepergian Lula.
Tatapan Kosong dan Kesedihan yang Mendalam
Sebelumnya, suasana haru sangat terasa dan terlihat dari para keluarga dan kerabat yang hadir dalam proses pemakaman. Reza Arap, terlihat sangat terpukul. Setelah jenazah Lula dimakamkan, Reza hanya terduduk lemas di dekat makam kekasihnya itu. Matanya sembab, dan beberapa kali ia menggelengkan kepala seolah tak percaya wanita yang dicintainya sudah pergi untuk selamanya.
Sesekali juga ia mengusap wajahnya, dan coba ditenangkan oleh rekan-rekannya. Meski tak ada air mata, terlihat jelas raut wajah sedih Reza.
Selebgram dan penyanyi Lula Lahfah meninggal dunia pada hari Jumat (23/1/2026). Ia ditemukan tidak bernyawa di kamar apartemennya di Apartemen Essence Dharmawangsa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, oleh petugas keamanan pada pukul 18.44 WIB. Sebelum meninggal dunia, Lula sempat menjalani perawatan di rumah sakit karena beberapa penyakit.