Bukber Bersama Gen Z, AHY: Jakarta Butuh Ruang Kreatif Muda

Eka Syaputra
4 Min Read



JAKARTA – Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan bahwa modernisasi kota harus tetap berakar pada identitas dan karakter lokal. Pernyataan ini disampaikan AHY setelah mendengar langsung aspirasi generasi muda, khususnya generasi Z, dalam acara Ngobrol Santai Bareng Mas AHY yang diadakan di wilayah Cipayung, Jakarta Timur, pada Kamis (5/3).

Acara tersebut dihadiri oleh generasi muda dari berbagai komunitas di Jakarta. Dalam kesempatan itu, AHY menyampaikan pentingnya pembangunan yang lebih inklusif di berbagai sektor. Menurutnya, meskipun kota bisa menjadi global, ia tetap harus memiliki akar yang kuat pada karakteristik dan keunikan lokal.

“Bolehlah kotanya global, tetapi tetap harus punya akar yang kuat pada karakteristik dan keunikan lokal. Jadi global, tapi tetap kuat pada identitas Indonesia maupun daerah kita,” ujar AHY.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan ini menekankan bahwa pembangunan yang inklusif membutuhkan dukungan serius dari seluruh level pemerintahan, mulai dari pemerintah pusat hingga pemerintah daerah. Ia juga mengapresiasi tingginya daya kritis dan keberanian generasi muda dalam menyuarakan aspirasi mereka.

“Ke depan anak-anak muda kita adalah generasi yang kritis dan berani menyuarakan aspirasi. Itu penting bagi para pengambil keputusan, termasuk kami yang diberi amanah mengawal pembangunan infrastruktur,” kata AHY.

Selain itu, AHY menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur ke depan tidak boleh hanya berfokus pada proyek fisik seperti jalan dan jembatan. Menurutnya, pembangunan harus menyentuh sektor pendidikan, kesehatan hingga ruang kreatif bagi generasi muda.

“Selain infrastruktur dasar seperti jalan dan jembatan, kami juga harus memperhatikan sektor pendidikan agar semakin baik, termasuk fasilitas kesehatan yang harus semakin mudah diakses seluruh masyarakat,” jelasnya.

AHY menilai bahwa kota modern tidak hanya ditandai dengan pembangunan fisik, tetapi juga hadirnya ruang bagi anak muda untuk berkembang dan berkreasi. Oleh karena itu, pemerintah perlu menghadirkan lebih banyak sentra kreatif yang memberi ruang luas bagi generasi muda, terutama di Jakarta, untuk mengekspresikan gagasan dan karya mereka.

“Kami berharap ke depan hadir sentra-sentra kreatif yang memberikan ruang lega bagi generasi muda Indonesia, khususnya di Jakarta, untuk terus berkreasi dan mengekspresikan karya-karyanya. Ini adalah ciri kota modern dan kota maju,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Demokrat DKI Jakarta Mujiyono menilai gagasan pembangunan yang melibatkan generasi muda sejalan dengan kebutuhan Jakarta sebagai kota global. Ruang kreatif dan infrastruktur sosial menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem kota yang ramah bagi anak muda.

“Jakarta membutuhkan lebih banyak ruang kreatif dan fasilitas publik yang mendukung aktivitas generasi muda,” ucap Mujiyono.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjadi kunci agar pembangunan yang dirancang benar-benar berdampak bagi masyarakat, terutama generasi muda yang akan menjadi motor pembangunan di masa depan.

Acara Ngobrol Santai Bareng Mas AHY ini diinisiasi oleh Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Demokrat, Andika Wisnuadji Putra Soebroto. Adapun, Andika dikenal sebagai salah satu anggota dewan termuda yang saat ini menjadi representatif suara generasi muda, khususnya di wilayah Jakarta Timur.

Menurut Andika, acara Ngobrol Santai AHY dengan Gen Z itu menjadi ruang dialog terbuka antara pemimpin nasional dengan generasi muda, sehingga aspirasi anak muda dapat tersampaikan secara langsung.

“Generasi muda hari ini membutuhkan ruang dialog yang terbuka dengan para pemimpin. Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan komunikasi yang lebih dekat, santai, tetapi tetap substansial,” kata Andika.

Share This Article
Penulis berita yang fokus pada isu politik ringan dan peristiwa harian. Ia menikmati waktu luang dengan menggambar, membaca artikel opini, dan mendengarkan musik indie. Menurutnya, tulisan yang baik adalah hasil dari pikiran tenang. Motto: "Objektivitas adalah harga mati."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *