Ahmad Munir Puji Dahlan Dahi di PWI Award 2026, Tokoh Penghubung Persatuan PWI

Rizal Hartanto
7 Min Read

Penghargaan PWI Awards untuk Dahlan Dahi

Dahlan Dahi, anggota Dewan Pers, mendapatkan penghargaan PWI Awards dari Persatuan Wartawan Indonesia atas jasa-jasanya dalam mempersatukan organisasi PWI yang sebelumnya terpecah. Penghargaan ini diberikan oleh Ketua Umum PWI Pusat Ahmad Munir di hadapan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar dan beberapa menteri lainnya di Kota Serang, Provinsi Banten.

Penghargaan tersebut disematkan sebagai apresiasi terhadap upaya Dahlan Dahi dalam menyelesaikan konflik dan dualisme kepemimpinan PWI. Selain Dahlan Dahi, dua jurnalis dari Tribun Network juga mendapat penghargaan:

  • Alfin Wahyu, Tribunnews Video, kategori media sosial
  • Rizki Armanda, Tribun Pekanbaru, kategori media online

Menurut Ahmad Munir, pemberian penghargaan kepada Dahlan Dahi adalah bentuk apresiasi atas perannya dalam mengakhiri dualisme kepengurusan PWI. Ia menyebutkan bahwa Dahlan Dahi berhasil merajut kembali perbedaan antara dua tokoh penting PWI, yaitu Hendry Chairuddin Bangun dan Zulmansyah Sekedang.

Perjalanan Karier Jurnalistik Dahlan Dahi

Dahlan Dahi lahir di Wanci, Kecamatan Wangi-Wangi, Wakatobi, Sulawesi Tenggara, pada tahun 1971. Naluri jurnalisnya mulai berkembang saat ia aktif di media kampus selama masa studinya di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan.

Karier profesionalnya dimulai pada Surat Kabar Harian Surya, pers daerah milik Kompas Gramedia, pada 1 Januari 1994. Awal era reformasi memungkinkan munculnya banyak perusahaan penerbitan pers. PT Indopersda Primamedia menerbitkan tabloid politik Bangkit, dan Dahlan menjadi koordinator peliputan bersama almarhum Uki M Kurdi dan tim lainnya.

Selama tugasnya meliput konflik Teluk dan penggulingan Presiden Irak Saddam Hussein pada tahun 2003, Dahlan memberikan laporan untuk koran-koran Persda seperti Surya, Banjarmasin Post, Metro Banjar, Sriwijaya Post, Serambi Indonesia, Pos Kupang, Bangka Pos, dan Metro Bandung. Ia juga meliput untuk stasiun televisi TV7.

Pada akhir 2003, setelah pulang dari tugas di Irak, Dahlan kemudian bergabung dengan Uki M Kurdi dalam mendirikan Surat Kabar Harian Tribun Timur (tribun-timur.com), yang terbit perdana pada 10 Februari 2004. Ia kemudian menjadi Editor in Chief Tribun Timur pada 1 Januari 2009.

Karier Dahlan terus melejit hingga menjadi General Manager Tribunnews, Director of Digital Tribunnews.com, dan Vice President of Entertainment News Kompas Gramedia. Pada 1 Juli 2019, ia menjabat Chief Digital Officer KG Media, membawahi unit media berbasis digital di KG Media seperti Kompas.com, Kompas.TV, Kontan.co.id, Tribunnews.com, dan Grid Network.

Puncaknya, pada 1 November 2020, Dahlan menjabat Chief Executive Officer (CEO) Tribun Network. Di bawah kepemimpinannya, Tribun Network berkembang pesat menjadi media online yang mengelola 70 website dan 21 surat kabar harian, serta memiliki kantor di 42 kota tersebar di 37 provinsi.

Menyelesaikan Dualisme Pengurus PWI

Dahlan terpilih menjadi anggota Dewan Pers 2025-2028 melalui konstituen Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI). Penetapan ini berdasarkan hasil berita acara laporan kerja Badan Pekerja Pemilihan Anggota (BPPA) Dewan Pers yang disampaikan kepada Dewan Pers.

Setelah terpilih, beberapa wartawan senior berharap padanya untuk menyelesaikan konflik PWI. Dahlan langsung mencoba menghubungi Hendry Ch Bangun, yang sudah lama dikenalnya. Kubu lainnya adalah Ketua Dewan Kehormatan (DK) PWI Pusat, Sasongko Tedjo, dan pengurus PWI hasil Kongres Bandung Zulmansyah Sekedang.

Dahlan melakukan lobi-lobi secara intensif dan bahkan bekerja hingga larut malam untuk mencari solusi konflik. Setelah dilantik menjadi anggota Dewan Pers, ia memformalkan pertemuan dan bertindak sebagai mediator. Akhirnya, dua kubu sepakat mengakhiri perpecahan dan menyatukan langkah melalui sebuah Kongres Persatuan PWI yang akan digelar paling lambat 30 Agustus 2025 di Jakarta.

Kongres pun dilaksanakan. Pendek cerita, Hendry maju kontestasi kembali melawan Ahmad Munir. Ujungnya, Munir terpilih menjadi ketua umum PWI 2025-2030, dan selanjutnya dilakukan konsolidasi yang menampung semua pihak.

Kilas Balik Konflik PWI 2024-2025

  1. Awal Mula Konflik: Dana Bantuan BUMN (Awal 2024)
  2. Konflik dipicu oleh isu cashback dan komisi yang melibatkan dana bantuan dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN)/Forum Komunikasi Humasa BUMN yang diperuntukkan bagi pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW).
  3. Persoalan ini menimbulkan kekisruhan internal antara Ketua Umum PWI (Hendry Ch Bangun) dkk dan Dewan Kehormatan PWI Tedjo Sasongko dkk.

  4. Sanksi Dewan Kehormatan (April 2024)

  5. Dewan Kehormatan PWI menjatuhkan sanksi peringatan keras kepada Hendry Ch Bangun atas persoalan dana tersebut.
  6. Sebaliknya, kubu Hendry memecat Tedjo sebagai Dewan Kehormatan PWI.

  7. Ketegangan Berlanjut dan Rapat Pleno (Juni – Juli 2024)

  8. Konflik sempat mereda setelah Rapat Pleno Diperluas PWI pada akhir Juni 2024 yang menyepakati penerimaan pengunduran diri beberapa pengurus harian.
  9. Upaya gugat menggugat ke jalur hukum dengan melapor kepada polisi juga dilakukan.

  10. Intervensi Dewan Pers dan Gugatan (Oktober – November 2024)

  11. Akibat kekisruhan, Dewan Pers mengambil langkah tegas pada September/Oktober 2024, termasuk tidak memperbolehkan PWI menggelar UKW dan menggembok sementara sekretariat PWI.
  12. Hendry Bangun merespons dengan mengajukan gugatan perdata terhadap Dewan Pers dan sejumlah pihak lainnya pada November 2024.

  13. Rekonsiliasi dan Islah (Mei 2025)

  14. Dua tokoh sentral dalam konflik, Hendry Ch Bangun dan Zulmansyah Sekedang, akhirnya sepakat untuk islah (damai).
  15. Kesepakatan ini dimediasi oleh Dewan Pers Dahlan Dahi dan berfokus pada penyatuan kembali PWI.

  16. Menuju Kongres Persatuan (Agustus 2025)

  17. Sebagai bentuk akhir dari dualisme, disepakati penyelenggaraan “Kongres Persatuan” PWI yang dijadwalkan pada akhir Agustus 2025 di Cikarang.
  18. Kongres ini bertujuan untuk menyatukan pengurus, menuntaskan laporan pidana/perdata antaranggota, dan memilih pengurus baru.

  19. Akhmad Munir Terpilih (30 Agustus 2025)

  20. Direktur Utama LKBN ANTARA, Akhmad Munir, terpilih sebagai Ketua Umum PWI Pusat untuk periode 2025-2030, pada Kongres Persatuan PWI sekaligus menandai berakhirnya era dualisme.
  21. PWI menyelenggarakan Hari Pers Nasional 2026 di Kota Serang, Banten, Senin 9 November 2026.

Share This Article
Penulis berita dengan ketertarikan pada human interest dan kisah inspiratif. Ia senang berbincang dengan masyarakat untuk memahami realitas kehidupan. Ketika tidak menulis, ia menikmati hobi memasak dan mendengar podcast. Motto: "Menulis adalah cara merawat empati."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *