JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa seluruh proses negosiasi dalam kesepakatan Implementation of the Agreement toward New Golden Age antara Amerika Serikat dan Indonesia telah selesai. Pernyataan ini disampaikan oleh Airlangga setelah pertemuan bilateral antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang berlangsung sekitar 30 menit, pada Jumat (20/2/2026).
Menjawab pertanyaan awak media mengenai kemungkinan adanya negosiasi terakhir dalam pertemuan tersebut, Airlangga memastikan bahwa semua pembahasan utama telah selesai. Ia menyampaikan bahwa ada hal lain yang akan dibawa, disiapkan, dan akan diumumkan lebih dahulu oleh pihak Gedung Putih.
“Semuanya sudah rampung. Ada hal lain yang akan dibawa, disiapkan, dan ini kita menunggu diumumkan oleh White House duluan. Kita sudah tahu apa artinya tambahan dari yang tadi sudah saya sebutkan,” ujarnya.
Saat ditanya lebih lanjut apakah akan ada tambahan yang diumumkan, Airlangga membenarkan adanya perluasan cakupan kerja sama. “Jadi ada tambahan sektor,” katanya singkat.
Meski belum merinci sektor tambahan tersebut, Airlangga menegaskan bahwa pemerintah Indonesia telah mengetahui substansi penambahan itu dan tinggal menunggu pengumuman resmi dari pihak Gedung Putih.
Kesepakatan strategis yang diteken kedua kepala negara ini mencakup kerja sama perdagangan, investasi, energi, hingga sektor strategis lainnya dalam kerangka kemitraan menuju “New Golden Age Alliance” antara Indonesia dan Amerika Serikat.
Untuk diketahui, Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat telah meresmikan kerja sama ekonomi yang tertuang dalam Agreement of Reciprocal Trade (ART) yang diteken Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump. Kesepakatan tersebut mencakup paket komprehensif berisi 11 nota kesepahaman (MoU) senilai US$38,4 miliar atau Rp650 triliun, pembentukan dewan ekonomi permanen, penurunan tarif ribuan pos produk, hingga komitmen pembelian energi dan pesawat.
Penandatanganan dokumen utama bertajuk Implementation of the Agreement toward New Golden Age US–Indonesia Alliance dilakukan di Washington DC, menandai babak baru hubungan ekonomi dua negara yang selama ini ditopang oleh perdagangan, investasi, dan kerja sama strategis Indo-Pasifik.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyebut perjanjian ini sebagai tonggak bersejarah dalam kemitraan RI–AS. Kedua kepala negara, ujarnya, menyampaikan kepuasan atas langkah cepat dan berkelanjutan yang ditempuh kedua pemerintahan.
“Perjanjian ini akan memperkuat keamanan ekonomi, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta secara berkelanjutan berkontribusi terhadap kemakmuran global,” kata Teddy.
Lebih jauh, Prabowo dan Trump menginstruksikan jajaran menteri untuk segera menurunkan kesepakatan tersebut ke dalam kebijakan teknis dan regulasi pendukung agar implementasinya berdampak nyata terhadap perekonomian.
Berikut daftar 11 MoU antara Indonesia dan AS di berbagai bidang:
- Memorandum of Agreement tentang Critical Mineral, ditandatangani oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani dan President & CEO Freeport-McMoRan Kathleen Quirk dan President Director PT Freeport Indonesia Tony Wenas;
- MoU Oilfield Recovery antara Pertamina dan Haliburton, ditandatangani oleh CEO Pertamina Simon Mantiri dan President Director Haliburton Ankush Balla;
- MoU di bidang Agrikultur (Jagung) antara PT. Cargill Indonesia, PT Arena Agro Andalan dan Cargill Inc, ditandatangani oleh Managing Director Amcham mewakili Fanny Hosea PT Sorini Agro Asia Corporindo (Cargill Indonesia) Donna Priadi dan Director International Government Relations (China & APAC) at Cargill Elizabeth Struse;
- MoU tentang Cotton antara Busana Apparel Group dan U.S. National Cotton Council, ditandatangani oleh Chief Marketing Officer Busana Apparell Manish Virmani serta Senior Government Relations Director for National Cotton Council Jeff Kuckkuck;
- MoU tentang Cotton antara Daehan Global dan U.S. National Cotton Council, ditandatangani oleh CEO of Daehan Global Boo Hyung Lee dan Senior Government Relations Director for National Cotton Council Jeff Kuckkuck;
- MoU tentang Shredded Worn Clothing antara Asosiasi Garment dan Textile Indonesia, PT Pan Brothers dan Ravel, ditandatangani oleh CEO PT PAN Brothers Ludijanto Setijo dan CEO Ravel Zahlen Titcomb;
- MoU tentang Furnitur antara ASMINDO (Indonesian Furniture Industry & Handicraft Association) dan Bingaman and Son Lumber, Inc, ditandatangani oleh CEO Vivere Group (ASMINDO) Dedy Rochimat dan Director of Exports Jeremy Roupp;
- MoU tentang Semikonduktor antara Galang Bumi Industri dan Essence, ditandatangani oleh President Director Ahmad Maaruf Maulana dan President Director Chester Coleman;
- MoU tentang Semikonduktor antara Galang Bumi Industri (GBI) dan Tynergy Technology Group, ditandatangani oleh Director GBI Kadafi Yahya Muhamad dan President Direkturr Yan Purba;
- Transnational Free Trade Zone Friendship antara Galang Bumi Industri dan Solanna Group LLC, ditandatangani oleh Director Tjaw Hioeng dan Presiden Solana Gorup David Fordon;
- MoU tentang Furnitur/Wood Product antara Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan (HIMKI) dan American Hardwood Export Council, ditandatangani oleh Head of Promotion and Marketring for Americas Rudy Hartono dan American Hardwood Export Council Michael Snow.