Anak Panah Menembus Dada, Pria 40 Tahun Meninggal di Rumah Sakit, Polisi Tangkap Penjual

Zaiful Aryanto
4 Min Read

Bentrokan Warga di Makassar Berujung Kematian

Pada Jumat (30/1/2026), terjadi bentrokan antara dua kelompok warga di Kecamatan Tallo, Makassar, Sulawesi Selatan. Peristiwa ini menimbulkan korban jiwa setelah satu warga berusia sekitar 40 tahun terkena anak panah di bagian dada. Meski sempat dibawa ke rumah sakit, nyawanya tidak tertolong dan akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Peristiwa ini merupakan salah satu dari sekian banyak perang warga yang terjadi di Kota Makassar. Sebelumnya, kasus serupa juga pernah terjadi di wilayah Utara Kota Makassar pada November 2025. Saat itu, bentrokan antarwarga melibatkan kelompok Kampung Sapiria dan Borta, yang berujung pada pembakaran tujuh rumah.

Sejarah Tawuran di Indonesia

Tawuran, yang berasal dari istilah “tarung ngawur”, pertama kali dipopulerkan oleh Majalah Hai pada era 90-an. Awalnya, tawuran hanya melibatkan pelajar SMA dan SMP di Ibu Kota Jakarta dengan menggunakan tangan kosong. Namun, seiring waktu, senjata seperti sabuk, kayu, besi, gir sepeda motor, parang, dan benda-benda berbahaya lainnya mulai digunakan.

Dari semula hanya tawuran pelajar, kini tawuran telah berkembang menjadi perang warga yang terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia. Di Kota Makassar, perang warga menjadi fenomena yang sering terjadi, terutama di daerah-daerah yang memiliki potensi konflik antarwarga.

Peristiwa Terbaru di Kecamatan Tallo

Bentrokan terbaru terjadi di Jalan Inspeksi Kanal Al Markaz, Kecamatan Tallo, Makassar. Dua kelompok warga saling serang menggunakan batu dan anak panah yang dilemparkan dengan busur. Akibatnya, satu warga terluka parah dan meninggal dunia setelah dilarikan ke rumah sakit.

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Devi Sujana, mengonfirmasi adanya peristiwa tersebut. Menurutnya, korban meninggal akibat luka tusukan anak panah di dada. Jenazah korban sudah dibawa ke rumah duka, dan pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi para pelaku.

Polisi dari Polrestabes Makassar dan Polsek Tallo masih berada di lokasi kejadian untuk memastikan proses penyelidikan berjalan lancar. AKBP Devi Sujana juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan mempercayakan penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian.

Anak Panah sebagai Senjata dalam Perang Warga

Anak panah dan ketapel sering digunakan sebagai senjata dalam bentrokan warga di Sulawesi Selatan. Hal ini ternyata dimanfaatkan oleh sejumlah warga untuk menjalankan bisnis. Salah satunya adalah SN (38), seorang tukang kayu di Kota Makassar, yang diduga memproduksi dan memperdagangkan panah busur melalui media sosial.

SN ditangkap di rumahnya di Kecamatan Manggala, Kota Makassar, pada Sabtu (10/5/2025). Penangkapan dilakukan setelah masyarakat melaporkan maraknya perang kelompok di wilayah tersebut. Dari hasil penggeledahan, polisi menemukan 13 buah busur serta ketapel yang digunakan untuk membuat anak panah.

Menurut Ipda Dendi Eriyan dari Ditreskrimum Polda Sulsel, SN tidak hanya memproduksi alat-alat tersebut, tetapi juga menjualnya secara langsung maupun melalui media sosial Facebook. Harganya bervariatif, dengan paket 13 mata panah dan ketapel dijual seharga Rp 50.000.

Ancaman dari Senjata yang Digunakan

Selain untuk keperluan perang warga, anak panah busur juga sering digunakan dalam kejahatan jalanan. SN memproduksi alat-alat berbahaya ini dengan menggunakan alat seperti gerinda, paku, dan palu. Bahkan, ia juga menerima pesanan dari para pelaku kejahatan yang ingin menggunakan senjata tajam tersebut.

Dengan adanya kejadian ini, pihak kepolisian berkomitmen untuk mengungkap pelaku-pelaku yang terlibat dalam perang warga. Mereka juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kondusivitas dan tidak melakukan tindakan anarkis.


Share This Article
Penulis yang dikenal dengan gaya bahasa lugas dan informatif. Ia aktif meliput berita cepat, tren daring, hingga liputan human interest. Hobi utamanya adalah bersepeda, menonton video edukatif, dan mencoba tempat kuliner baru. Motto: "Tulisan yang baik selalu lahir dari kejujuran."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *