Setelah kasus di rumah Minten, pria Situbondo ditangkap buat racik petasan dari belerang, warga laporkan intel

Lani Kaylila
3 Min Read

Kasus Petasan di Situbondo dan Ponorogo: Penangkapan Warga yang Meracik Bahan Peledak

Baru-baru ini, kasus warga yang meracik petasan kembali menjadi perhatian masyarakat setelah seorang pria berinisial S (59) ditangkap di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Kejadian ini terjadi pada Senin (2/3/2026), ketika tim Samapta Polres Situbondo menemukan tersangka sedang merakit mercon di rumahnya.

Kasat Samapta Ipda Rahman menjelaskan bahwa informasi awal berasal dari intel Polres Situbondo. Saat tim melakukan patroli, ada warga yang melapor dan menunjukkan lokasi rumah tersangka. Setelah diperiksa, ternyata S sedang merakit mercon.

Setelah barang bukti dikumpulkan dan dinyatakan lengkap, tim Samapta menghubungi Satreskrim Polres Situbondo untuk menindaklanjuti kasus tersebut ke ranah hukum. “Lumayan barang buktinya dan sudah banyak yang dibuat,” ujar Ipda Rahman.

Barang Bukti yang Diamankan

Kapolres Situbondo AKBP Bayu Anuar Assidie menyatakan bahwa tersangka telah ditahan di Mapolres Situbondo. Barang bukti yang diamankan antara lain:

  • Bubuk mercon seberat 5,1 kg
  • 152 selongsong mercon berwarna
  • 200 selongsong putih
  • 9 buah mercon jenis blanggur
  • Satu ikat sumbu
  • Belerang dan alat pembuat selongsong

Berdasarkan sifat bahan yang sangat tidak stabil dan mudah meledak, sebagian besar bubuk mercon tersebut langsung dimusnahkan oleh Unit Gegana Brimob. Tersangka kini terancam dijerat dengan Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951, dengan ancaman hukuman penjara hingga 20 tahun atau seumur hidup.

Ledakan Petasan di Rumah Minten

Sementara itu, update terbaru mengenai ledakan petasan di rumah Minten, di Dusun Cuwet, Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, juga menjadi sorotan. Ledakan itu menewaskan anak Minten yang masih duduk di bangku SMP.

Tim Gegana Brimob Polda Jatim diterjunkan ke lokasi lagi pada Senin (2/3/2026). Mereka melakukan investigasi selama dua jam dan menemukan unsur belerang dalam bahan petasan yang digunakan.

Komandan Detasemen (Danden) Gegana Satbrimob Polda Jawa Timur, Kompol Dyan Vicky Sandi, menjelaskan bahwa bahan peledak yang digunakan adalah low explosive atau black powder. Low explosive memiliki daya ledak rendah dibandingkan bahan peledak militer atau komersial. Black powder sendiri merupakan campuran kalium nitrat (saltpeter), arang, dan belerang.

Kompol Sandi menegaskan bahwa meskipun jenis bahan peledak tidak menentukan bahaya, jumlah yang besar dapat membahayakan nyawa manusia karena tekanan tinggi. “Secara fisika seperti itu,” tegasnya.

Investigasi Lanjutan

Menurut Kompol Sandi, dugaan sementara menyebutkan bahwa ledakan di rumah Minten mungkin disebabkan oleh percikan api. Namun, hasil investigasi akan dilengkapi oleh penyidik Polres. Tim Gegana Brimob Polda Jatim juga menemukan selongsong, bungkus belerang, dan potas.

Berat racikan petasan diperkirakan antara 2 sampai 5 kilogram. “Mungkin 2-5 kilogram karena dibuat di luar rumah itu tekanan ke luar menyebar dan kreter kedalaman sampai 5 sentimeter, atau kawah ledakannya itu sangat besar sekali,” pungkasnya.


Share This Article
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *