Bernardo Tavares Kencangkan Otak! Perbaiki Lubang Persebaya Jelang Lawan Bali United

Amanda Almeirah
5 Min Read

Fokus Pemulihan dan Strategi Alternatif untuk Menghadapi Bali United



Tim pelatih Persebaya Surabaya kini mengalihkan perhatian sepenuhnya pada pemulihan fisik para pemain yang tersedia serta penyusunan strategi alternatif untuk mengatasi kekosongan yang ditinggalkan oleh Bruno Moreira dan Milos Raickovic. Kondisi ini membutuhkan pendekatan kreatif dari Bernardo Tavares agar Green Force tetap kompetitif dalam laga melawan Bali United FC.

Laga pekan ke-20 Super League 2025/2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Sabtu (7/2) malam, menjadi tantangan berat bagi Persebaya Surabaya. Ambisi untuk menembus empat besar membuat pertandingan ini sangat krusial. Namun, situasi yang dihadapi tidak mudah, terutama karena dua pilar asing tim harus absen akibat akumulasi kartu kuning.

Bruno Moreira selaku kapten tim dan Milos Raickovic sebagai pengatur tempo lini tengah tidak bisa diturunkan dalam momen penting ini. Kehilangan dua figur sentral berdampak pada keseimbangan permainan Persebaya Surabaya, terutama dalam menjaga intensitas dan kontrol laga.

Untuk mengatasi hal ini, Bernardo Tavares memutar otak dalam menyusun ulang rencana dengan komposisi pemain yang tersedia. Meski demikian, ia menolak untuk mengandalkan kenangan manis kemenangan telak 5-2 atas Bali United pada putaran pertama. Menurut Tavares, kondisi psikologis Bali United saat ini menjadi ancaman besar, terutama setelah kekalahan mereka dari Persik Kediri.

”Bali memiliki tim yang bagus. Karena mereka baru saja kalah, saya membayangkan mereka akan bermain sangat keras dan tangguh melawan kita,” ujar Bernardo Tavares.

Pernyataan tersebut menunjukkan tingkat kewaspadaan yang tinggi terhadap potensi kebangkitan tuan rumah. Bagi Tavares, skor besar pada pertemuan pertama hanya bagian dari masa lalu yang tidak memberi keuntungan teknis apa pun di lapangan.

Fokus utama kini tertuju pada cara meredam motivasi balas dendam Bali United yang tengah terluka. Selain itu, faktor kebugaran juga menjadi perhatian serius karena jadwal yang kurang bersahabat bagi Persebaya Surabaya. Mereka hanya memiliki waktu pemulihan selama lima hari sejak laga terakhir melawan Dewa United, sementara Bali United memiliki waktu istirahat dua hari lebih lama setelah bertanding pada Jumat (30/1).

”Situasi ini memang tidak menyenangkan. Sayangnya ada pemain yang tidak bisa tampil, sementara Bali punya waktu lebih banyak untuk memulihkan diri,” kata Tavares.

Kondisi ini menambah kompleksitas persiapan tim menjelang laga penting ini. Meski demikian, Tavares menolak larut dalam keluhan atas situasi yang ada. Baginya, absennya pemain akibat sanksi atau cedera merupakan bagian wajar dari dinamika kompetisi panjang.

Pelatih yang sukses membawa PSM Makassar menjuarai liga musim lalu itu memilih fokus pada solusi ketimbang masalah. Dia menilai kualitas skuad yang ada masih cukup untuk memberikan perlawanan maksimal.

Tim pelatih kini bekerja ekstra keras memaksimalkan sesi pemulihan fisik pemain. Penilaian kondisi harian menjadi kunci untuk menentukan siapa yang paling siap tampil sejak menit awal. Selain aspek fisik, penyusunan skema permainan alternatif menjadi prioritas utama. Tanpa Bruno dan Milos, Persebaya Surabaya dituntut lebih kolektif dalam membangun serangan maupun bertahan.

Peran pemain lokal dan lapis kedua diproyeksikan lebih besar untuk menutup kekosongan di lini tengah dan kepemimpinan di lapangan. Bernardo Tavares berharap momentum ini bisa memunculkan sosok baru yang mampu menjawab tantangan.

Saat ini, Persebaya Surabaya berada di peringkat kelima klasemen dengan koleksi 32 poin. Mereka hanya terpaut lima angka dari Malut United FC yang menempati posisi keempat. Kemenangan atas Bali United akan membuka peluang besar bagi Green Force untuk terus menekan papan atas. Sebaliknya, hasil negatif bisa membuat persaingan semakin ketat dan penuh tekanan.

”Mari kita persiapkan rencana yang matang untuk mencoba memainkan pertandingan yang hebat di sana. Kita tahu itu akan sulit, tapi kita harus berjuang,” ucap Tavares.

Nada optimistis itu mencerminkan keyakinan Persebaya Surabaya masih punya daya saing. Laga di Gianyar bukan sekadar pertarungan tiga poin, tetapi juga ujian karakter dan kedalaman skuad Persebaya Surabaya. Di tengah keterbatasan, kecerdikan Bernardo Tavares akan menjadi faktor penentu apakah Green Force mampu pulang dengan hasil positif.

Share This Article
Penulis berita yang tekun mengeksplorasi cerita di balik fenomena yang terjadi di masyarakat. Ia suka berkunjung ke tempat baru, memotret suasana, serta berbincang dengan orang-orang dari berbagai latar. Hobinya adalah menulis cerpen dan bercocok tanam. Motto: "Tulisan terbaik lahir dari observasi yang jujur."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *