Berta dan Mikel Arteta Harus Jual Pemain Arsenal yang Tidak Masuk Starting XI Spurs

Wahyudi
5 Min Read

Perkembangan Arsenal di Bawah Kepemimpinan Mikel Arteta

Arsenal kini menjadi salah satu tim yang paling diminati dalam kompetisi Liga Premier. Meskipun beberapa orang mungkin memiliki pandangan berbeda, dominasi The Gunners dalam pertarungan gelar juara tidak bisa dipandang remeh. Setelah sebelumnya sering mengalami kekecewaan dan dianggap sebagai tim yang gagal, kini mereka tampil lebih kuat dan stabil.

Pada musim-musim sebelumnya, Arsenal sering menjadi bahan ejekan karena dianggap tidak mampu meraih hasil yang memuaskan. Namun, sejak Mikel Arteta mengambil alih kepemimpinan, perubahan besar terjadi. Tim yang diperkuat oleh kekuatan fisik dan mental yang luar biasa ini kini menjadi lawan yang sangat tangguh. Bahkan, para penggemar dan pengamat seperti Paul Scholes pun menyebut pendekatan Arteta sebagai sesuatu yang menarik.

Sejak masa-masa ketika mereka mengagumi tim Chelsea yang pragmatis, banyak orang mulai mencemooh gaya bermain Arsenal. Namun, meski ada rasa iri, Arsenal tetap menjalani proses perkembangan yang luar biasa. Mereka bahkan masih memiliki peluang untuk meraih quadruple sambil melihat rival mereka, Tottenham Hotspur, yang sedang mengalami penurunan performa.

Perbandingan dengan Tottenham Hotspur

Dulu, finis di posisi delapan, sembilan, atau sepuluh dianggap sebagai bencana bagi klub-klub besar. Namun, standar tersebut kini telah berubah. Tottenham Hotspur, misalnya, sempat finis di posisi ke-17 musim lalu, yang sebagian disebabkan oleh performa mereka di Liga Europa. Poin pentingnya adalah bahwa Spurs kini kalah dalam 36 pertandingan liga sejak awal musim 2024/25.

Sementara itu, Arsenal hanya kalah tujuh kali di kasta tertinggi selama periode tersebut. Ini menunjukkan betapa pesatnya perkembangan Arsenal di bawah kepemimpinan Arteta. Meskipun Arsenal tidak pernah terpuruk seburuk rival mereka di London utara, Arteta berhasil membawa klub ini ke level yang jauh lebih tinggi.

Perjalanan Arteta dan Pochettino

Mikel Arteta tiba di Arsenal pada Desember 2019 saat klub tersebut berada di posisi kesepuluh. Saat itu, Arsenal belum pernah meraih posisi empat besar sejak musim 2015/16. Sementara itu, Tottenham Hotspur baru saja berpisah dengan Mauricio Pochettino pada musim dingin itu.

Di bawah asuhan Pochettino, Spurs mampu meraih empat kali finis di empat besar secara berturut-turut dan mencapai final Liga Champions pada tahun 2019. Namun, seiring waktu, dinamika kekuatan di London utara mulai berubah. Arteta akhirnya berhasil mengakhiri situasi tersebut, dengan Arsenal kini tampaknya akan meraih setidaknya posisi dua besar untuk keempat kalinya berturut-turut.

Sementara itu, Spurs bahkan belum pernah finis di empat besar sejak musim 2021/22. Ada skenario nyata di mana anak asuh Igor Tudor bisa terdegradasi dari divisi utama.

Performa Pemain dan Kekurangan di Lini Depan

Meskipun Arsenal memiliki skuad yang cukup kuat, masalah utama tetap terletak di lini depan. Dengan Bukayo Saka sebagai pemain terbaik, namun para pemain di sekitarnya belum menunjukkan konsistensi yang baik. Masalah utama adalah kurangnya pilihan pemain elite di sisi sayap lainnya, terutama dengan penurunan performa Leandro Trossard.

Trossard, yang didatangkan dari Brighton dengan nilai transfer £27 juta pada tahun 2023, hingga kini hanya mencetak lima gol liga musim ini. Bahkan, tidak ada gol yang tercipta pada tahun 2026. Dengan sisa kontrak hanya sedikit lebih dari satu tahun, kepergian permanen bisa menjadi opsi bagi Andrea Berta dan kawan-kawan musim panas ini.

Statistik Gol Terbanyak Liga Premier 2025/26

Pemain Gol
Gyokeres 10
Eze 6
Saka 6
Zubimendi 5
Trossard 5
Beras 4
Merino 4
Kayu 3
Gabriel 3

Meskipun performa Trossard tidak memuaskan, Arsenal tidak perlu terburu-buru untuk merekrut pemain seperti Mathys Tel dari Tottenham Hotspur. Pemain Prancis ini, yang digambarkan sebagai “mirip Thierry Henry” oleh Jermain Defoe, hanya mencetak satu gol pada tahun 2026, meskipun tiga golnya di liga musim ini tercipta hanya dalam 756 menit.

Arteta akan memenangkan gelar juara terlepas dari, dan bukan karena, lini serangnya. Meskipun Arsenal telah menghabiskan banyak uang di musim panas lalu, Berta perlu mengawasi jendela transfer yang lebih serius kali ini, dengan peningkatan kualitas Trossard sebagai prioritas utama.

Share This Article
Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *