Buol Jadi Prioritas Pengembangan Pertanian Sulawesi Tengah

Amanda Almeirah
4 Min Read

Program Ketahanan Pangan Nasional di Kabupaten Buol

Kabupaten Buol berkomitmen untuk mendukung program ketahanan pangan nasional melalui kegiatan percepatan tanam di lokasi Cetak Sawah Rakyat (CSR). Kegiatan ini dilaksanakan secara terintegrasi di 16 provinsi, termasuk di wilayah Sulawesi Tengah. Salah satu lokasi pelaksanaannya adalah Desa Diat, Kecamatan Bukal, yang menjadi pusat kegiatan pada Kamis (9/4/2026).

Acara ini dihadiri oleh sekitar 200 peserta, termasuk pejabat daerah, perwakilan Kementerian Pertanian, TNI-Polri, penyuluh pertanian, serta kelompok tani. Selain itu, acara juga terhubung secara virtual melalui Zoom Meeting yang berpusat di Kalimantan Selatan.

Partisipasi Lintas Sektor dalam Program Ketahanan Pangan

Dalam sambutannya, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Moh Amin menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya dilaksanakan di Kabupaten Buol, tetapi juga mencakup beberapa daerah lain di Sulawesi Tengah seperti Sigi, Donggala, Morowali, dan Banggai. Ia menekankan bahwa kegiatan ini merupakan wujud sinergi lintas sektor dalam mendorong peningkatan luas tanam dan produktivitas pertanian, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Wakil Ketua II DPRD Ahmad R. Kuntuamas juga memberikan dukungan penuh terhadap program percepatan tanam dan pengembangan cetak sawah baru di Kabupaten Buol. Ia mengungkapkan bahwa dari total sekitar 3.200 hektare program cetak sawah di Provinsi Sulawesi Tengah, sekitar 1.000 hektare berada di Kabupaten Buol. Hal ini menunjukkan bahwa Buol memiliki peran strategis sebagai salah satu wilayah prioritas pengembangan pertanian.

Namun, ia juga menekankan pentingnya dukungan infrastruktur, khususnya sistem irigasi, guna menjamin keberlanjutan program dan mencegah alih fungsi lahan.

Peran Penting Infrastruktur dalam Mendukung Pertanian

Dalam arahannya, Wakil Bupati Moh. Nasir Dj. Daimaroto menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian atas dukungan program yang telah diberikan kepada Kabupaten Buol. Ia menegaskan bahwa tantangan ke depan adalah memastikan keberlanjutan program, terutama dalam penyediaan dan pengelolaan infrastruktur irigasi.

“Kita akan terus memperjuangkan pembangunan dan perbaikan sistem irigasi agar tidak terjadi kelebihan air saat musim hujan maupun kekeringan saat musim kemarau,” tambahnya.

Lebih lanjut, Wakil Bupati memberikan apresiasi kepada para penyuluh pertanian yang disebutnya sebagai “pejuang lumbung pangan” karena perannya yang sangat penting dalam mendampingi petani di lapangan.

Komitmen untuk Meningkatkan Kesejahteraan Petani

Ia juga mengajak seluruh kepala desa, camat, dan kelompok tani untuk menjaga serta memanfaatkan program yang telah diberikan secara optimal demi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Menurut Wakil Bupati, sektor pertanian memiliki peran strategis tidak hanya dalam menjaga ketahanan pangan, tetapi juga dalam menurunkan angka kemiskinan dan stunting di daerah.

“Jika sektor pertanian maju, maka kesejahteraan masyarakat akan meningkat, dan berbagai persoalan sosial dapat kita atasi secara bertahap,” ungkapnya.

Strategi Jangka Panjang untuk Pertanian Berkelanjutan

Program percepatan tanam di Cetak Sawah Rakyat (CSR) menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Dengan partisipasi aktif dari berbagai stakeholder, seperti pemerintah daerah, Kementerian Pertanian, TNI-Polri, dan masyarakat setempat, program ini diharapkan mampu meningkatkan produksi padi dan memperkuat posisi Kabupaten Buol sebagai lumbung pangan di Sulawesi Tengah.

Selain itu, program ini juga menjadi langkah penting dalam menjaga keberlanjutan pertanian, dengan fokus pada pengembangan infrastruktur dan pendampingan langsung kepada petani. Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan pertanian di Kabupaten Buol dapat berkembang secara berkelanjutan dan memberikan manfaat besar bagi kesejahteraan masyarakat.


Share This Article
Penulis berita yang tekun mengeksplorasi cerita di balik fenomena yang terjadi di masyarakat. Ia suka berkunjung ke tempat baru, memotret suasana, serta berbincang dengan orang-orang dari berbagai latar. Hobinya adalah menulis cerpen dan bercocok tanam. Motto: "Tulisan terbaik lahir dari observasi yang jujur."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *