Bupati Sudewo Jadi Tersangka Dua Kasus Korupsi, Apa Saja?

Rafitman
5 Min Read

Penetapan Bupati Pati Sudewo sebagai Tersangka Korupsi

Bupati Pati, Sudewo, ditetapkan sebagai tersangka atas dua kasus dugaan korupsi yang berbeda. Sebelumnya, Sudewo terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Pernyataan tersebut disampaikan oleh pihak KPK dan mengungkapkan bahwa salah satu pihak yang diamankan dalam peristiwa tertangkap tangan di Pati adalah saudara SDW.

Dua Kasus Korupsi yang Melibatkan Bupati Pati Sudewo

Dari beberapa sumber, berikut ini dua kasus dugaan korupsi yang melibatkan Sudewo:

  1. Jual beli jabatan perangkat desa

    KPK menyampaikan bahwa Sudewo menjadi tersangka atas dugaan praktik jual beli jabatan perangkat desa. Sudewo disebut menetapkan tarif awal sebesar Rp 125 juta hingga Rp 150 juta bagi calon perangkat desa (caperdes). Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu mengatakan, arahan itu disampaikan Sudewo kepada dua kepala desa. Kedua kepala desa itu kemudian menetapkan biaya atau tarif yang lebih tinggi kepada para pendaftar. “Atas arahan SDW, YON, dan JION selanjutnya mematok tarif Rp 165 juta sampai dengan Rp 225 juta untuk setiap calon perangkat desa,” kata Asep.

KPK juga mengungkapkan bahwa proses pengumpulan uang tersebut diduga disertai unsur tekanan. Para caperdes disebut-sebut diancam tidak akan mendapat pembukaan formasi pada tahun-tahun berikutnya jika menolak atau tidak memenuhi ketentuan pembayaran yang telah ditetapkan.

  1. Proyek pembangunan jalur kereta

    Asep mengungkapkan bahwa Bupati Pati Sudewo juga menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan jalur kereta di lingkup Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan (Kemenhub). “Benar bahwa, ini adalah pintu masuk dan sekaligus bahwa untuk perkara DJKA, itu hari ini kita juga sudah dinaikan ke penyidikan, ya begitu, jadi sekaligus,” tuturnya.

Sudewo diduga menerima aliran commitment fee dalam kasus korupsi itu. Aliran dana tersebut diduga diperoleh Sudewo saat ia masih menjabat sebagai anggota DPR. Berdasarkan catatan, Sudewo terakhir kali diperiksa untuk dimintai keterangan sebagai saksi terkait kasus dugaan suap proyek jalur kereta pada 22 September 2025. Ketika itu, Sudewo bungkam usai menjalani pemeriksaan. Bahkan, ajudannya sempat melindunginya.

Tanggapan Sudewo Usai Jadi Tersangka

Setelah dirinya ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, Bupati Pati Sudewo buka suara. Dia membantah sangkaan dari KPK tersebut. Bahkan, Sudewo mengaku bahwa dirinya betul-betul tidak tahu. “Saya menganggap saya ini dikorbankan, saya betul-betul tidak mengetahui sama sekali dan ini saya jelaskan kepada bapak ibu sekalian,” terangnya.

Sepak Terjang Sudewo

Sudewo lahir di Pati pada 11 Oktober 1968. Dia menempuh pendidikan dasar di SD 1 Slungkep. Pendidikannya kemudian dilanjutkan ke SMP Negeri 1 Kayen dan SMA Negeri 1 Pati. Pendidikan tinggi ditempuh Sudewo di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta dengan mengambil program studi Teknik Sipil dan lulus pada 1993. Setelah itu, dia melanjutkan pendidikan magister dan meraih gelar S2 Teknik Pembangunan dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.

Sudewo tercatat aktif di beberapa organisasi dengan menjabat sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil UNS, Ketua Keluarga Besar Marhaenis, serta Wakil Ketua Persatuan Insinyur Indonesia. Setelah menyelesaikan pendidikan, Sudewo memulai karier profesionalnya di sektor konstruksi sebagai pegawai PT Jaya Construction pada periode 1993–1994. Dia kemudian menjadi tenaga honorer di Departemen Pekerjaan Umum (PU) Kanwil Bali pada 1994–1995.

Pada 1995-1996, Sudewo terlibat dalam proyek peningkatan jalan dan jembatan di Bali. Kariernya berlanjut saat ia diangkat sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada 1996–1997 dan ditempatkan di Kanwil PU Jawa Timur. Sudewo kemudian menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) hingga 1999 sebelum dipindahkan ke Dinas PU Kabupaten Karanganyar. Dia bertugas cukup lama di sana, selama periode 1999-2006.

Sudewo mulai memasuki dunia politik pada 2002, ketika ia mencalonkan diri sebagai Bupati Karanganyar berpasangan dengan Juliyatmono. Meski tidak berhasil memenangi kontestasi, kiprahnya di dunia politik terus berlanjut. Sudewo aktif sebagai koordinator tim sukses Pilkada Jawa Timur 2005 dan koordinator tim sukses Pemilihan Gubernur Jawa Tengah pada 2008. Kedua pencapaian penugasan tersebut memperkuat posisi Sudewo di internal partai.

Pada 2019, Sudewo dipercaya menduduki jabatan Ketua Bidang Pemberdayaan Organisasi DPP Partai Gerindra. Karier politiknya semakin menguat saat ia terpilih sebagai anggota DPR RI selama dua periode pada 2009–2013 dan 2019–2024. Sudewo juga dikenal sebagai figur yang dekat dengan Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Presiden RI Prabowo Subianto. Puncak karier politiknya terjadi pada Pemilu 2024, ketika ia terpilih sebagai Bupati Pati periode 2025–2030, didampingi Wakil Bupati Risma Ardhi Chandra.

Share This Article
Reporter digital yang mencintai dunia jurnalisme sejak bangku sekolah. Ia aktif mengikuti perkembangan media baru dan belajar teknik storytelling modern. Hobinya antara lain menyunting foto, menonton film thriller, dan berjalan malam. Motto: "Setiap cerita punya sudut pandang yang menunggu ditemukan."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *