Cap Go Meh Gorontalo Digelar di Jalan Raya, Catat Tanggalnya

Hendra Susanto
5 Min Read

Perayaan Cap Go Meh 2026 di Gorontalo Diresmikan dengan Ritual Caw Kong Kong

Perayaan Cap Go Meh atau Goan Siau tahun 2026 di Kota Gorontalo kini resmi mendapatkan restu untuk digelar di jalan raya. Restu ini diperoleh melalui ritual penting yang disebut Caw Kong Kong, sebuah prosesi spiritual yang dilaksanakan di Kelenteng Tulus Harapan Kita, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo.

Prosesi Caw Kong Kong sebagai Penanda Awal

Ritual Caw Kong Kong berlangsung pada Jumat (20/2/2026) di Kelenteng Tulus Harapan Kita yang terletak di Jalan S Parman, Kelurahan Biawao, Kecamatan Kota Selatan. Suasana khidmat menyelimuti seluruh area klenteng sejak pukul 11.00 WITA. Umat Tionghoa mulai memadati ruang utama untuk mengikuti prosesi persembahyangan.

Caw Kong Kong atau lebih dikenal dengan sebutan Kongco (Gong Zu) adalah ritual untuk memohon petunjuk kepada dewa-dewi, leluhur, atau tokoh suci yang menjadi objek penyembahan masyarakat Tionghoa. Prosesi ini menjadi awal dari persiapan perayaan Cap Go Meh yang akan digelar di jalan raya.

Aroma dupa perlahan memenuhi ruang utama klenteng. Asap tipis mengepul ke udara, berpadu dengan lantunan doa yang dibacakan secara perlahan dan tertib. Lilin-lilin merah besar menyala di altar sementara sesaji berupa buah-buahan, kue tradisional, serta persembahan lainnya tersusun rapi di hadapan altar utama.

Pemimpin Ritual Mengungkap Hasil Prosesi

Prosesi berlangsung khusyuk, dipimpin langsung oleh William Kolina Ceng It, Pimpinan Ritual. Ia menjelaskan bahwa ritual Caw Kong Kong merupakan prosesi sakral untuk memohon izin dan petunjuk dari dewa-dewi agar perayaan Cap Go Meh dapat dilaksanakan di jalan raya.

“Pada hari ini, kami melaksanakan persembahyangan Caw Kong Kong turun, sekaligus prosesi untuk menanyakan apakah ritual Cap Go Meh bisa dilaksanakan turun ke jalan atau tidak,” ujarnya saat diwawancarai di sela-sela kegiatan.

William mengatakan hasil dari ritual tersebut menunjukkan bahwa Cap Go Meh boleh dilaksanakan di jalan raya. “Hasilnya, hari ini kami mendapatkan jawaban bahwa ritual Cap Go Meh boleh dilaksanakan,” katanya.

Prosesi Berlangsung Panjang dan Penuh Makna

Prosesi Caw Kong Kong berlangsung cukup panjang. Setelah doa pembuka, dilanjutkan dengan pembacaan mantra dan ritual simbolik di altar utama. Beberapa pengurus klenteng terlihat membantu menyiapkan perlengkapan ritual, sementara umat mengikuti dengan sikap tenang dan penuh hormat.

Tidak ada hiruk-pikuk, hanya suara doa, denting alat ritual, serta sesekali aba-aba dari pimpinan upacara. William juga menegaskan bahwa ritual ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan bagian dari tradisi turun-temurun yang memiliki makna spiritual mendalam bagi umat Tionghoa.

Dalam ritual tersebut, tidak hanya dibahas soal izin pelaksanaan Cap Go Meh, tetapi juga berbagai hal terkait kesiapan spiritual dan moral umat. “Di dalam ritual ini juga ada doa-doa sebelum pembahasan, sebelum kegiatan inti dimulai. Kami mendoakan banyak hal, bukan hanya untuk umat, tapi juga untuk daerah dan bangsa,” ungkapnya.

Rencana Persiapan dan Puncak Perayaan

William menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan masih akan berlanjut hingga puncak perayaan Cap Go Meh. Pada 23 Februari malam, mereka akan menggelar kembali persembahyangan kepada Tuhan sebagai bagian dari persiapan spiritual. Sementara itu, puncak perayaan Cap Go Meh akan digelar pada 3 Maret 2026.

“Persiapan sebelum Cap Go Meh masih ada. Tanggal 23 malam kita akan melaksanakan persembahyangan kepada Tuhan. Lalu tanggal 3 Maret itu adalah perayaan puncak Cap Go Meh,” jelasnya.

Dalam setiap doa yang dipanjatkan, kata William, selalu diselipkan harapan besar bagi daerah Gorontalo dan Indonesia secara umum. Doa-doa tersebut mencakup kesejahteraan masyarakat, stabilitas ekonomi, hingga keberkahan hasil alam.

“Kami tetap mendoakan agar Kota Gorontalo dan Provinsi Gorontalo ekonominya semakin baik. Panen melimpah, hasil laut tetap baik, sehingga perekonomian di Gorontalo bisa terus tumbuh dan masyarakat hidup sejahtera,” tuturnya.

Suasana Damai dan Toleransi

Persembahyangan masih berlangsung hingga siang hari. Umat bergantian menyalakan dupa dan menyampaikan doa pribadi di altar. Beberapa warga tampak duduk di halaman klenteng, menunggu prosesi selesai sambil berbincang pelan. Suasana damai dan penuh toleransi terasa kuat di tengah kawasan permukiman yang heterogen.

Ritual Caw Kong Kong ini menjadi penanda penting bahwa perayaan Cap Go Meh di Gorontalo bukan hanya agenda budaya, tetapi juga peristiwa spiritual yang sarat makna. Selain memperkuat identitas budaya Tionghoa, kegiatan ini sekaligus menjadi ruang doa bersama bagi kebaikan daerah, bangsa, dan dunia.

Pelaksanaan ritual Cap Go Meh bisa turun ke jalan, umat Tionghoa di Gorontalo kini bersiap menyambut perayaan puncak dengan penuh syukur dan harapan baru di Tahun Imlek 2577 Kongzili.

Share This Article
Reporter online yang antusias menjelajahi isu terkini dengan pendekatan analitis. Ia suka membaca buku motivasi, mendengarkan musik akustik, dan membuat catatan ide. Menurutnya, menulis adalah proses belajar yang tak berakhir. Motto: "Setiap paragraf harus mengandung nilai."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *