Cegah Helm Bau dan Berjamur! Tips Merawat Helm Saat Hujan

Lani Kaylila
4 Min Read



Beberapa pekan terakhir, hujan dengan intensitas tinggi sudah mulai mengguyur hampir seluruh wilayah di Indonesia. Bagi pengendara motor, ini menjadi tantangan besar karena membutuhkan persiapan khusus untuk menjaga barang bawaan tetap kering dan terawat, terutama atribut yang digunakan setiap hari seperti helm.



Helm merupakan salah satu atribut penting bagi pengendara bermotor yang berfungsi melindungi tubuh bagian kepala dari paparan polusi, debu, panas, maupun hujan. Namun, jika tidak dirawat dengan baik, helm bisa menjadi tempat berkembangnya penyakit, terutama akibat paparan air hujan yang bercampur debu dan keringat.



Air hujan yang bercampur debu dan keringat dapat mempercepat proses pembusukan di dalam ruang helm, sehingga menimbulkan bau apek. Selain itu, busa penyangga di dalam helm akan semakin menipis dan kehilangan kualitasnya. Komponen lain seperti visor juga lebih rentan berjamur dan berembun jika tidak dirawat dengan benar. Hal ini dapat membahayakan pengendara karena mengurangi jarak pandang dan meningkatkan risiko kecelakaan.

Tips Praktis Merawat Helm di Musim Hujan

Untuk meminimalisasi risiko kecelakaan saat musim hujan, berikut beberapa tips praktis yang bisa dilakukan:

  1. Keringkan dan Simpan di Tempat Beroksigen

    Jika helm basah akibat hujan, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengeringkannya segera setelah sampai di rumah. Helm yang basah bisa menjadi tempat berkembangnya bakteri, sehingga risiko bau apek meningkat. Selain itu, busa di dalam helm bisa rusak akibat perubahan biologis seperti berubah warna menjadi hitam atau kecoklatan. Setelah dikeringkan, simpan helm di tempat yang memiliki sirkulasi udara cukup, seperti area teras rumah yang teduh. Hindari menyimpan helm di bawah sinar matahari langsung karena dapat merusak kualitas warna material helm.

  2. Gunakan Produk Antijamur dan Pewangi Khusus Helm

    Salah satu tanda helm kurang terawat adalah adanya bau tidak sedap pada busa di atas ruang visor. Busa ini berfungsi sebagai pelindung kepala dari benturan dan mengurangi suara angin atau bising. Untuk merawat bagian dalam helm, gunakan spray atau pewangi khusus helm secara rutin. Produk ini tersedia di toko aksesori motor atau melalui e-commerce. Ada banyak pilihan wewangian, mulai dari buah, bubble gum, hingga kopi. Selain itu, gunakan spray antijamur untuk mencegah jamur membandel. Aplikasikan kedua produk tersebut secara bergantian atau dengan jarak waktu tertentu, lalu keringkan di tempat yang memiliki sirkulasi udara baik agar kering secara alami.

  3. Lap Visor Secara Berkala

    Visor helm sangat sensitif terhadap lingkungan sekitar. Saat musim kemarau, visor sering terpapar debu dan polusi, sedangkan saat musim hujan, visor terkena campuran air hujan, debu, dan kotoran lainnya. Hal ini dapat menyebabkan visor berjamur dan berembun, yang mengurangi jarak pandang. Untuk mengatasinya, bersihkan visor secara rutin menggunakan kain mikrofiber atau kain kanebo. Hindari penggunaan kain yang terlalu kasar atau licin agar tidak menyebabkan goresan yang mengganggu kenyamanan saat berkendara.

Dengan merawat helm dengan baik, pengendara motor dapat tetap aman dan nyaman saat berkendara di musim hujan. Perawatan rutin akan memperpanjang usia helm dan mengurangi risiko masalah kesehatan serta kecelakaan.

Share This Article
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *