Dituduh Plagiat, Tim Chef Devina Beri Jawaban Menohok: Resep Mochi Pisang Ijo Milik Publik

Muhammad Muhlis
5 Min Read

Peristiwa Kontroversial Chef Devina Hermawan di Media Sosial

Pada Senin, 29 Desember 2025, jagat media sosial kembali diramaikan oleh isu yang menimpa salah satu chef ternama tanah air, Chef Devina Hermawan. Kali ini, isu yang muncul adalah dugaan plagiarisme menu dari akun @icenguik, seorang kontestan MasterChef Indonesia Season 13.

Biasanya, nama Chef Devina selalu disebut karena keahliannya dalam menciptakan resep yang mudah diikuti dan sukses. Namun, kali ini narasi yang beredar cukup menarik perhatian publik. Akun @icenguik menuduh bahwa menu “Mochi Pisang Ijo” yang diunggah oleh Lamama TV (salah satu kanal media kuliner milik Chef Devina) merupakan hasil jiplakan dari kreasinya sendiri.

Dalam unggahannya, Icen menyampaikan sindiran keras terhadap Chef Devina. Ia bahkan mengaitkan kejadian ini dengan insiden masa lalu yang melibatkan Chef Devina dengan pihak keluarga Syahrini. Ia menulis, “Iya in aja gaess biar cepet, padahal barusan kemarin abis ngomel somay-nya direcook adeknya Incess eh gak ditag ngamok-ngamok. Sekarang jadi pelaku sampe dibawa demo ke pameran terbesar lagi.. luar biasa emang ya,” dengan nada sarkastik.

Ia juga menambahkan bahwa dirinya merasa sebagai korban yang tidak berdaya menghadapi nama besar. “Hal kayak gini serba salah, kalo dibahas nanti aku dikatain pansos, kalo dibiarin dianggap menormalisasi plagiarism warbiasak,” tambahnya.

Tidak hanya Icen, akun @ameliachuatan juga ikut menyampaikan pendapatnya. Ia menyebut bahwa menu Lamama TV sama persis dengan milik Icen. Ia menuding admin Lamama TV kurang riset dan menuntut klarifikasi agar kredit ide diberikan kepada pencetus aslinya.

Jawaban Tim Devina Hermawan: Bedakan HKI dan Domain Publik

Menanggapi tuduhan serius tersebut, pihak Lamama TV tidak tinggal diam. Mereka memberikan klarifikasi tegas bahwa menu “Mochi Pisang Ijo” bukanlah hasil adaptasi dari akun @icenguik. Dalam pernyataan resminya, mereka menjelaskan bahwa komposisi resep hingga metode pembuatan mochi yang mereka sajikan memiliki perbedaan signifikan.

Lebih jauh, tim Chef Devina memberikan edukasi terkait Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Menurut mereka, menu mochi, pisang ijo, atau kombinasi keduanya adalah domain publik yang tidak bisa diklaim secara sepihak oleh individu tertentu.

Sebagai bukti, mereka menyebut bahwa produk serupa seperti es krim Mochi Pisang Ijo dari Joyday sudah dijual bebas di pasaran sejak beberapa tahun lalu. Artinya, ide tersebut bukanlah sesuatu yang eksklusif.

Mereka juga meluruskan logika yang bengkok terkait kasus “Siomay Pawon Bu Cetar”. Kasus tersebut dipermasalahkan karena menyangkut pencurian aset visual (foto), bukan kesamaan resep siomay.

Warganet Pasang Badan

Penjelasan logis dari tim Devina Hermawan membalikkan situasi. Warganet yang jeli langsung membanjiri kolom komentar dengan dukungan kepada Chef Devina dan menyudutkan pihak penuduh yang dinilai “kurang main jauh”.

Akun @little_Andy13 menulis komentar menohok, “Resep Mochi pisang ijo itu pengembangan es pisang ijo khas Makassar, gak bisa langsung klaim. Kalaupun di hak paten ‘mochi pisang ijo’ bakalan tertolak karena kata umum. Lucu kalau nyerang chef lain bilang jiplak resep.”

Senada, akun @valentino4p turut berkomentar pedas, “Ngakak masa dibandinginnya sama foto yang dicomot sama adiknya Syahrini, ya jelas beda kocak? Kalau konteksnya foto kan udah jelas ada HKI-nya, sedangkan resep? Kok bisa dia berani klaim itu ide original dia padahal mochi pisjo udah ada dari 2 tahun lalu.”

Sementara akun @tehnit4 menambahkan, “Siomay bukannya fotonya ya yang dimasalahin, bukan resepnya? Jadi yang kurang riset siapa nih?”

Berakhir dengan Permintaan Maaf

Setelah serangan balik dari warganet dan klarifikasi resmi yang tak terbantahkan, nyali para penuduh tampaknya menciut. Akun @ameliachuatan akhirnya menyampaikan permohonan maaf terbuka. Ia mengakui terlalu terburu-buru dan tidak memahami konteks secara utuh.

“Saya menyadari karena cara saya menyampaikan hal tersebut telah menimbulkan ketidaknyamanan dan berpotensi mencederai nama baik Lamama TV dan Chef Devina Hermawan,” tulis Amelia.

Uniknya, permohonan maaf serupa juga diunggah oleh @icenguik. Warganet justru dibuat salah fokus karena narasi permintaan maaf kedua akun tersebut terlihat sangat identik, seolah-olah menggunakan template yang sama.

Kasus ini menjadi pelajaran penting bagi para pegiat media sosial untuk lebih bijak membedakan antara inspirasi kuliner yang bersifat umum dengan pelanggaran hak cipta yang sesungguhnya.

Share This Article
Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *