Doa Setelah Sholat Tahajud Lengkap dan Mustajab untuk Sholat Sunnah di Bulan Ramadhan 2026

Wahyudi
6 Min Read

Bacaan Doa Setelah Sholat Tahajud di Bulan Ramadhan 2026

Sholat Tahajud adalah salah satu bentuk ibadah sunnah yang sangat dianjurkan dalam agama Islam. Khususnya di bulan Ramadhan, waktu sholat ini memiliki keistimewaan tersendiri dan menjadi ajang untuk memperbanyak amal kebaikan serta memohon berkah dari Allah SWT. Berikut ini adalah bacaan doa setelah Sholat Tahajud yang bisa dibaca oleh umat Islam di bulan puasa Ramadhan 2026.

Waktu Mustajab untuk Mengerjakan Sholat Tahajud

Sholat Tahajud dapat dikerjakan kapan saja di malam hari, namun ada tiga waktu utama yang disebut sebagai waktu mustajab:

  1. Waktu utama adalah sepertiga malam pertama, yaitu sekitar jam 7 malam atau setelah sholat Isya hingga jam 10 malam.
  2. Waktu lebih utama adalah sepertiga malam kedua, yaitu sekitar jam 10 malam hingga jam 1 pagi.
  3. Waktu yang paling utama adalah sepertiga malam ketiga, yaitu sekitar jam 1 pagi hingga masuk waktu sholat Shubuh.

Dalam konteks Ramadhan, Sholat Tahajud tetap bisa dikerjakan seperti biasanya. Namun, perlu diperhatikan mengenai pelaksanaan Sholat Witir. Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Tidak ada dua witir dalam satu malam.” (H.R Abu Dawud 1439)

Artinya, seseorang hanya boleh melakukan Sholat Witir sekali dalam satu malam. Oleh karena itu, jika seseorang ingin mengerjakan Sholat Tahajud, maka Sholat Witir sebaiknya dilakukan setelah Sholat Tahajud. Hal ini sesuai dengan sabda Nabi:

“Siapa yang khawatir tidak dapat bangun pada akhir malam, hendaklah dia salat witir pada permulaan malam, dan siapa yang ingin bangun pada akhir malam, hendaklah dia witir pada akhir malam, karena sesungguhnya salat akhir malam itu disaksikan (malaikat) dan lebih utama.” (H.R. Muslim).

Dzikir Sebelum Doa Sholat Tahajud

Sebelum memanjatkan doa setelah Sholat Tahajud, sebaiknya dilakukan dzikir terlebih dahulu. Dzikir ini bertujuan untuk memuji dan mensyukuri nikmat Allah SWT. Berikut beberapa dzikir yang dapat dibaca setidaknya 100 kali:

  • Tasbih: Subhanallah (سبحان الله), artinya Maha Suci Allah.
  • Tahmid: Alhamdulillah (الحمد لله), artinya Segala Puji Bagi Allah.
  • Takbir: Allahu Akbar (الله أكبر), artinya Allah Maha Besar.
  • Istighfar pendek: Astaghfirullah, artinya, aku mohon ampun kepada Allah.
  • Istighfar panjang: Astaghfirullah hal’adzim, aladzi laailaha illa anta, wa atuubu ilaiih. Artinya: “Aku mohon ampun kepada Allah yang Maha Agung, yang tiada Tuhan selain Dia Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertaubat kepada-Nya.”

Selain itu, bisa ditambahkan dengan sayyidul istighfar. Dzikir ini kerap dilantunkan oleh Rasulullah SAW, seperti yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari:

“Allahumma Anta Rabbi, la ilaha illa Anta khalaqtani, wa ana ‘abduka, wa ana ala ahdika wawa’dika mastatha’tu, audzubka min syarrima shana’tu, abu’u laka bini’matika alayya wa abu’u laka bi dzanbi, faghfirli, fa innahu la yaghfirudzunuba illa Anta.”

Artinya: “Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang berhak diibadahi selain Engkau. Engkau telah menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku menetapi perjanjian-Mu dan janji-Mu sesuai dengan kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatanku, aku mengakui dosaku kepada-Mu dan aku akui nikmat-Mu kepadaku, maka ampunilah aku. Sebab tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain-Mu.”

Doa Setelah Sholat Tahajud

Setelah membaca dzikir, sebaiknya dilanjutkan dengan membaca doa setelah Sholat Tahajud berikut:

“Allâhumma rabbana lakal hamdu. Anta qayyimus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta malikus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta nûrus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu antal haq. Wa wa‘dukal haq. Wa liqâ’uka haq. Wa qauluka haq. Wal jannatu haq. Wan nâru haq. Wan nabiyyûna haq. Wa Muhammadun shallallâhu alaihi wasallama haq. Was sâ‘atu haq.”

“Allâhumma laka aslamtu. Wa bika âmantu. Wa alaika tawakkaltu. Wa ilaika anabtu. Wa bika khâshamtu. Wa ilaika hâkamtu. Fagfirlî mâ qaddamtu, wa mâ akhkhartu, wa mâ asrartu, wa mâ a‘lantu, wa mâ anta a‘lamu bihi minnî. Antal muqaddimu wa antal mu’akhkhiru. Lâ ilâha illâ anta. Wa lâ haula, wa lâ quwwata illâ billâh.”

Artinya: “Ya Allah, Tuhan kami, segala puji bagi-Mu, Engkau penegak langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau penguasa langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau cahaya langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau Maha Benar. Janji-Mu benar. Pertemuan dengan-Mu kelak itu benar. Firman-Mu benar adanya. Surga itu nyata. Neraka pun demikian. Para nabi itu benar. Demikian pula Nabi Muhammad SAW itu benar. Hari Kiamat itu benar.

Ya Tuhanku, hanya kepada-Mu aku berserah. Hanya kepada-Mu juga aku beriman. Kepada-Mu aku pasrah. Hanya kepada-Mu aku kembali. Karena-Mu aku rela bertikai. Hanya pada-Mu dasar putusanku. Karenanya ampuni dosaku yang telah lalu dan yang terkemudian, dosa yang kusembunyikan dan yang kunyatakan, dan dosa lain yang lebih Kau ketahui ketimbang aku. Engkau Yang Maha Terdahulu dan Engkau Yang Maha Terkemudian. Tiada Tuhan selain Engkau. Tiada daya upaya dan kekuatan selain pertolongan Allah.”

Penutup Doa Sholat Tahajud

Setelah membaca doa tersebut, sebaiknya ditutup dengan melafalkan doa berikut:

“Rabbana atina fiddunya hasanah wa fil akhirat hasanah, waqina adzabannar.”

Artinya: “Ya Allah, berikanlah kepada Kami kebaikan di dunia, berikan pula kebaikan di akhirat dan lindungilah Kami dari siksa neraka.” (QS. Al-Baqarah : 201).

Share This Article
Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *