Fitria Nuraini, Mahasiswi UIN Syekh Wasil Kediri, Temukan Harapan di Dunia Psikologi

Lani Kaylila
4 Min Read

Perjalanan Menarik Fitria Nuraini, Mahasiswa Psikologi Islam yang Berjuang Melawan Kegagalan

Fitria Nuraini adalah seorang mahasiswa Prodi Psikologi Islam di UIN Syekh Wasil Kediri. Ia dikenal sebagai Duta Keterbukaan Informasi 2025 dan aktif dalam berbagai kegiatan sosial serta edukasi. Selain itu, ia juga pendiri komunitas “Ruang Cerita” dan aktivis sosial yang terlibat dalam pemberdayaan masyarakat.

Awal Perjalanan Menuju Dunia Psikologi

Fitria lahir dari keluarga sederhana dan selalu diajarkan pentingnya belajar sejak usia dini. Meski tumbuh dalam lingkungan ekonomi yang tidak terlalu baik, ia selalu diajarkan bahwa ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita. Namun, perjalanan menuju dunia psikologi tidaklah mudah baginya. Ia pernah mengalami perundungan karena fisik dan akademik yang biasa saja. Hal ini membuatnya bertekad untuk tidak lagi membiarkan orang lain memandangnya rendah.

Pada masa SMP, Fitria mulai berani mengikuti lomba dan berhasil lolos olimpiade IPA dan IPS. Prestasi tersebut membawanya meraih medali perak dan perunggu. Di sekolah menengah, ia mencoba hal-hal baru seperti berorganisasi dan mengembangkan diri secara maksimal.

Tantangan dan Kegagalan yang Mengubah Hidup

Di akhir masa sekolah menengah, Fitria menghadapi tantangan besar. Ia mengalami gap year karena ditolak 15 kali oleh PTN dan PTS yang ia incar demi beasiswa. Ia merasa ini adalah titik terendah dalam hidupnya. Bahkan ketika sempat diterima, keterbatasan biaya membuatnya harus mundur karena tidak mampu membayar UKT. Tekanan tersebut memengaruhi kesehatan mentalnya hingga ia harus mengonsumsi obat antidepresan.

Memilih Jalan Pengabdian Masyarakat

Alih-alih meratapi kesedihannya, Fitria justru memanfaatkan masa gap year-nya dengan menjadi relawan dan bergabung dalam organisasi seperti Genre Kediri. Ia ingin mengisi waktu dengan hal-hal positif yang bermanfaat bagi masyarakat. Ia percaya bahwa keberhasilan tidak hanya diukur dari nilai di atas kertas.

Kegiatan-kegiatannya ia abadikan dalam akun media sosialnya, termasuk pengabdiannya ke pelosok desa, belajar bahasa isyarat, berbagi cerita tentang komunitasnya, serta perkembangan diri. Dari situ, ia pun mulai menjadi pemateri, MC, dan moderator di berbagai acara.

Lahirnya Komunitas Ruang Cerita

Komunitas “Ruang Cerita” lahir dari pengalaman Fitria sendiri dalam menghadapi gangguan mental. Ia bersama temannya mendirikan komunitas ini sebagai wadah bagi mereka yang ingin berkeluh kesah. Ia menggunakan ilmu psikologinya untuk memberikan dukungan langsung kepada anggota komunitas.

Kegiatan Luar Akademik yang Menjadi Inspirasi

Fitria aktif dalam berbagai organisasi, baik di dalam maupun luar kampus. Ia kini menjadi Duta Keterbukaan Informasi UIN Syekh Wasil Kediri 2025. Selain itu, ia juga terlibat dalam Genre Kabupaten Kediri dan bekerja paruh waktu sebagai guru bahasa Jepang.

Ia juga terlibat dalam pengabdian ke pelosok desa, belajar bersama teman-teman disabilitas tuli, dan mengajar siswa yang jumlahnya hanya enam orang. Selain itu, ia juga aktif sebagai content creator di bidang sosial dan edukasi.

Pengalaman Paling Berkesan

Salah satu pengalaman paling berkesan bagi Fitria adalah ketika ia menggunakan bahasa isyarat di depan teman-temannya saat menjadi Duta Informasi. Ia ingin mengajak mereka memahami disabilitas melalui bahasa yang mereka pahami. Ia juga membuka ruang belajar bahasa isyarat bagi masyarakat.

Baginya, keterbukaan informasi harus bisa diakses oleh semua orang tanpa terkecuali. Setiap individu berhak dipahami dan dihargai.

Makna Kegagalan dalam Hidup Fitria

Kegagalan bagi Fitria adalah bagian dari proses pertumbuhan. Ia percaya bahwa di balik retakan akan tumbuh bunga. Baginya, keraguan adalah bentuk perlindungan diri agar tidak terluka. Namun, untuk terus berkembang, ia menyarankan agar kita sesekali keluar dari zona nyaman.

“Jangan biarkan rasa ragu menghentikan langkahmu sebelum kamu benar-benar mencoba,” ujarnya.


Share This Article
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *