Penyiraman Air Keras yang Menimpa Andrie Yunus: Kasus Naik ke Tahap Penyidikan
Kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, kini telah memasuki tahap penyidikan. Keputusan ini diambil setelah polisi menaikkan status perkara dari penyelidikan menjadi penyidikan.
Polres Metro Jakarta Pusat mengklarifikasi bahwa foto wajah terduga pelaku yang viral di media sosial X adalah hasil olahan teknologi kecerdasan buatan (AI). Hal ini dilakukan oleh Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Saputra. Ia menjelaskan bahwa penggunaan AI dalam memperjelas wajah pelaku justru dapat mengganggu proses penyelidikan karena bisa mengaburkan ciri-ciri pelaku sebenarnya.
Sebelumnya, foto tersebut diunggah oleh akun @Robe1807 di media sosial X pada Sabtu (14/3/2026). Dalam unggahannya, akun tersebut mendesak kepolisian segera menangkap pelaku yang wajahnya terlihat jelas dalam foto. Foto tersebut menampilkan dua pria yang berboncengan sepeda motor. Pengendara di bagian depan mengenakan topi biru muda dan helm hitam, sedangkan pria di belakang mengenakan kemeja biru lebih gelap tanpa helm. Tangan kanannya disilangkan ke dada kiri, sementara tangan kirinya tidak terlihat jelas.
Beberapa kejanggalan juga terlihat pada gambar yang diduga telah diedit menggunakan AI. Misalnya, pada bahu kanan pengendara tampak seperti membawa tas ransel, tetapi tidak terlihat tas di bagian punggungnya. Selain itu, bentuk tangan yang mengepal di pinggang kanan pengendara juga terlihat tidak wajar.
Meski unggahan tersebut dinilai mengganggu proses penyelidikan, polisi menegaskan tetap fokus pada upaya mengungkap pelaku penyiraman air keras. “Belum ke sana (pengunggah foto editan AI). Kami prioritaskan yang lebih utama ungkap perkara penyiraman air kerasnya,” kata Roby.
Status Perkara Naik ke Tahap Penyidikan
Kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus resmi naik ke tahap penyidikan oleh kepolisian. Kepastian tersebut disampaikan oleh Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Saputra, yang menyatakan status perkara telah ditingkatkan dari penyelidikan menjadi penyidikan.
“Betul, sudah naik sidik,” ujar Roby saat dikonfirmasi Kompas.com, Sabtu (14/3/2026). Meski demikian, hingga kini penyidik masih berfokus memburu pelaku dan belum menetapkan tersangka.
Roby menjelaskan, penetapan tersangka baru dapat dilakukan setelah perkara masuk tahap penyidikan. “Iya, penetapan tersangka yang harus naik sidik dulu,” katanya. Dalam proses penyidikan, polisi saat ini menelusuri identitas pelaku yang aksinya terekam kamera pengawas (CCTV) di sekitar tempat kejadian perkara.
“(Identitas pelaku) masih dalam penyidikan,” tutur Roby. Kelanjutan penyidikan kasus ini juga ditegaskan Kapolda Metro Jaya, Asep Edi Suheri, saat meninjau arus mudik di Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta Timur, Sabtu (14/3/2026). “Masih dilakukan pendalaman, ya. Anggota saya masih bekerja, doakan saja bisa terungkap dengan cepat,” kata Asep.
Kronologi Penyiraman Air Keras
Sebelumnya diberitakan, Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, disiram air keras oleh orang tidak dikenal pada Kamis (12/3/2026) malam. Koordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya, mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 23.37 WIB saat Andrie mengendarai sepeda motor di kawasan Jalan Salemba I–Talang, Senen, Jakarta Pusat.
Saat melintas di lokasi, dua pelaku yang berboncengan sepeda motor diduga Honda Beat keluaran 2016 hingga 2021 mendekati korban dari arah berlawanan di Jalan Talang (Jembatan Talang). Pelaku yang berperan sebagai pengendara mengenakan kaus kombinasi putih dan biru, celana gelap yang diduga berbahan jeans, serta helm berwarna hitam.
Sementara itu, pelaku yang duduk di belakang mengenakan penutup wajah atau masker menyerupai buff berwarna hitam yang menutupi setengah wajah, kaus biru tua, serta celana panjang biru yang digulung dan diduga berbahan jeans. Salah satu pelaku kemudian menyiramkan air keras ke arah korban hingga mengenai sebagian tubuh Andrie. Akibat kejadian tersebut, Andrie mengalami luka bakar pada tangan kanan dan kiri, wajah, dada, serta mata.